Sensor & IoT Gateway Microthings: Relevan dengan Tren Teknologi Saat Ini Leave a comment

Di era Industry 4.0, perusahaan makin bergantung pada data real-time untuk pengambilan keputusan, peningkatan produktivitas, dan fleksibilitas operasional. Sumber: (IBM)
Microthings memposisikan solusi untuk menghubungkan berbagai sensor ke internet dalam konteks Industry 4.0, AI, Big Data, IoT, dan Cloud Computing. Sumber: (Solusi Pintar untuk Industri Otomasi)

Kenapa “Sensor + Gateway” jadi kombinasi utama saat ini

1) Edge computing jadi kebutuhan (bukan sekadar opsi).
Pemrosesan data semakin sering dilakukan dekat sumber data untuk mengurangi latensi, menekan bandwidth, dan menjaga sistem tetap berjalan meski koneksi ke cloud tidak stabil. Sumber: (TechTarget)

2) Keamanan IoT makin distandarkan.
Standar seperti ETSI EN 303 645 menekankan baseline keamanan untuk perangkat IoT (misalnya menghindari kelemahan desain umum seperti password mudah ditebak, serta praktik keamanan dasar yang bisa menjadi acuan assurance scheme). Sumber: (ETSI)

3) Update & vulnerability handling menjadi poin audit.
Panduan NIST menyoroti pentingnya vendor/perangkat memiliki praktik vulnerability disclosure yang jelas dan kemampuan memberikan software update yang tepat waktu untuk menjaga keamanan perangkat sepanjang siklus hidupnya. Sumber: (NIST Publications)

Peran Sensor di ekosistem Microthings

Sensor berfungsi sebagai “titik tangkap data” yang mengubah kondisi lapangan (suhu, kelembapan, status perangkat, dll.) menjadi data digital yang siap dipantau dan dianalisis.

Contoh perangkat “sensor-to-cloud” dari Microthings:

  • IoT105 Wireless Temperature IoT Sensor (4G): mengubah pembacaan sensor suhu (DS18B20) menjadi komunikasi nirkabel via jaringan seluler (termasuk NB-IoT) dan terhubung ke platform cloud IoT; cocok untuk pemantauan suhu jarak jauh (cold storage, gudang, rumah sakit, dan lainnya).
  • Microthings juga menyediakan kategori solusi Sensor to Cloud untuk skenario pengumpulan data sensor fisik dan pengiriman ke cloud untuk penyimpanan serta analisis.

Peran IoT Gateway: “Jembatan” OT ke IT/Cloud

Di lapangan, banyak data masih berasal dari perangkat OT (PLC, meter, inverter, UPS, dan instrumen industri) yang menggunakan RS485/RS232 atau protokol industri. Gateway dibutuhkan agar data OT bisa masuk ke sistem IT/cloud secara aman dan terstruktur.

Contoh gateway terkait di Microthings:

  • RS485 Serial Port IoT Gateway 4G: menghubungkan perangkat RS485/232 seperti inverter, UPS, meter listrik/air, PLC, dan controller ke platform cloud melalui jaringan seluler termasuk NB-IoT (serta opsi komunikasi lain).
  • BACnet IoT Gateway BA113: mendukung integrasi BACnet (IP & MS/TP) dan Modbus (RTU & TCP) lalu dikonversi ke MQTT, termasuk dukungan integrasi ke beberapa platform (cloud dan tools).
  • IoT102 Wireless Digital Output IoT Gateway 4G: gateway untuk kontrol ON/OFF jarak jauh (relay switching) via jaringan seluler (termasuk NB-IoT) dan mendukung Modbus RTU over TCP serta MQTT.

Highlight Produk: Edge IoT Gateway M300 (Microthings)

Edge IoT Gateway M300 dikemas sebagai gateway edge yang menggabungkan akuisisi data, komputasi edge, kontrol I/O, dan integrasi protokol industri dalam satu perangkat.

Kenapa M300 relevan dengan tren “edge + security + interoperability”

  • Edge data collection & edge computing: mendukung pengumpulan edge, komputasi edge, pelaporan grup, hingga pengumpulan real-time sampai 2000 titik dan 500 titik virtual.
  • Low-code development: mendukung pemrograman grafis Node-RED untuk mempercepat integrasi dan pengembangan fungsi.
  • Konektivitas dan keamanan jaringan: memiliki fitur routing, VPN, dan firewall untuk mendukung transmisi data yang lebih aman.
  • Redundansi jaringan: LTE 4G dan Ethernet dapat menjadi backup satu sama lain untuk stabilitas koneksi.
  • Industrial protocol ready: mendukung protokol industri seperti Modbus TCP/RTU, protokol PLC, OPC UA, BACNET, DLT645.
  • Cloud integration (MQTT): mendukung MQTT dan integrasi cloud (termasuk AWS IoT, Alibaba Cloud, dan PUSR Cloud).

Ringkasan spesifikasi yang paling sering dipakai di proyek

  • CPU: dual-core dengan frekuensi utama hingga 1,2 GHz, berbasis kernel Linux.
  • Ethernet: 1× WAN/LAN + 1× LAN (10/100 Mbps).
  • Serial: 2 port serial (RS232/485 dan RS485).
  • I/O onboard: 2× DI, 2× DO (relay), 2× AI (4–20 mA).
  • VPN: PPTP, L2TP, OpenVPN.
  • Data cache: hingga 2G untuk menjaga data tersimpan saat jaringan bermasalah.

Cara mengemas solusi “Sensor + M300” untuk kebutuhan pelanggan

Alur yang umum dipakai:

  1. Sensor/alat ukur (RS485/4–20 mA/DI-DO) mengirim data ke gateway.
  2. M300 melakukan normalisasi data, komputasi edge (bila diperlukan), lalu mengirim ke cloud via MQTT/TCP/UDP.
  3. Dashboard/SCADA/IoT Platform memvisualisasikan data dan mengaktifkan alarm atau kontrol balik (DO/command).

Value utama untuk pelanggan:

  • Implementasi lebih cepat (karena protokol industri + Node-RED).
  • Lebih siap scale (lebih banyak titik data + koneksi cloud standar seperti MQTT).
  • Lebih aman dan siap audit (VPN/firewall + praktik baseline keamanan IoT yang makin jadi standar).

 

Sumber: (Solusi Pintar untuk Industri Otomasi)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SHOPPING CART

close