AC Power Failure Detector
AC Power Failure Detector adalah perangkat monitoring kegagalan daya listrik yang dirancang untuk mendeteksi kondisi kehilangan salah satu fasa pada jaringan AC 380V ±20%. Perangkat ini cocok digunakan pada sistem listrik tiga fasa, termasuk instalasi tiga fasa empat kawat, yang membutuhkan pemantauan kontinuitas suplai daya secara cepat dan andal.

Ketika salah satu fasa terputus atau kehilangan tegangan terdeteksi, perangkat secara otomatis memberikan sinyal alarm melalui dry contact output ke panel alarm, controller, RTU, PLC, atau sistem monitoring lainnya.
Dengan karakteristik anti-interference, sensitivitas tinggi, respons cepat, serta isolasi penuh antara input, output, dan power, perangkat ini cocok untuk berbagai fasilitas penting yang membutuhkan peringatan dini ketika suplai listrik mengalami gangguan.
1. 📘 Deskripsi Produk
AC Power Failure Detector merupakan perangkat pendeteksi kehilangan daya atau kehilangan fasa pada jaringan listrik AC 380V ±20%.
Perangkat melakukan pemantauan terhadap sistem listrik tiga fasa secara terus-menerus. Jika salah satu fasa mengalami kehilangan tegangan atau terputus, detector akan segera mengaktifkan output alarm untuk memberikan informasi kepada sistem monitoring.
Output alarm menggunakan dry contact dengan pilihan Normally Open (NO) atau Normally Closed (NC). Hal ini mempermudah integrasi dengan berbagai sistem seperti:
- Alarm panel
- PLC
- RTU
- Security monitoring system
- Building monitoring
- Industrial IoT gateway
- Remote monitoring system
Desain dengan isolasi penuh antara input, output, dan power membantu meningkatkan keamanan serta keandalan operasi, khususnya pada lingkungan industri dan fasilitas kritis.
2. ⭐ Fitur Utama Product dan Solusi

1. Monitoring Tegangan AC 380V ±20%
Perangkat dirancang untuk memonitor jaringan listrik dengan tegangan nominal AC 380V ±20%.
Solusi: membantu pengguna mengetahui kondisi suplai listrik tiga fasa secara berkelanjutan.
2. Deteksi Kehilangan Salah Satu Fasa
Apabila salah satu fasa mengalami kehilangan tegangan, perangkat akan mendeteksinya dan mengaktifkan output alarm.
Solusi: memberikan peringatan dini sebelum gangguan listrik menyebabkan kerusakan peralatan atau penghentian operasi.
3. Output Alarm Dry Contact
Output alarm tersedia dalam bentuk dry contact.
Pilihan kontak:
- NO — Normally Open
- NC — Normally Closed
Solusi: mudah dihubungkan ke alarm panel, PLC, RTU, relay controller, dan sistem monitoring lainnya.
4. Input, Output, dan Power Terisolasi
Bagian input, output, dan sumber daya menggunakan sistem isolasi untuk meningkatkan keamanan operasi.
Solusi: membantu mengurangi risiko gangguan antarbagian sistem dan meningkatkan keandalan instalasi.
5. Sensitivitas Tinggi
Perangkat memiliki kemampuan deteksi yang sensitif terhadap kegagalan fasa.
Solusi: membantu menghasilkan pendeteksian yang akurat dan mengurangi kemungkinan false alarm.
6. Respons Alarm Cepat
Kondisi kehilangan fasa dapat direspons dengan cepat.
Solusi: memungkinkan tindakan korektif dilakukan lebih awal sebelum gangguan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
7. Kemampuan Anti-Gangguan
Perangkat dirancang memiliki ketahanan terhadap gangguan listrik pada lingkungan kerja.
Solusi: mendukung operasi lebih stabil pada fasilitas industri dan area dengan banyak peralatan listrik.
8. Konsumsi Arus Rendah
Arus diam kurang dari 45mA, sedangkan arus saat alarm kurang dari 65mA.
Solusi: perangkat dapat melakukan monitoring terus-menerus dengan kebutuhan daya relatif rendah.
9. Rentang Lingkungan Kerja Luas
Mendukung suhu kerja -10°C hingga 55°C serta kelembapan 10–98% RH.
Solusi: cocok untuk berbagai ruangan teknis dan lingkungan monitoring.
10. Instalasi Praktis
Menggunakan metode anchor hole mounting atau pemasangan melalui lubang jangkar.
Solusi: mudah dipasang pada panel, dinding, maupun ruang equipment sesuai kebutuhan proyek.
3. 📊 Technical Spesifikasi
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Product Type | AC Power Failure Detector |
| Monitoring Voltage | AC 380V ±20% |
| Electrical System | 3 Phase / 3 Phase 4-Wire System |
| Main Detection | Phase Loss / Power Failure |
| Alarm Trigger | Salah satu fasa kehilangan tegangan |
| Alarm Output | Dry Contact |
| Contact Option | NO atau NC |
| Input Isolation | Isolated |
| Output Isolation | Isolated |
| Power Isolation | Isolated |
| Standby Current | <45mA |
| Alarm Current | <65mA |
| Installation | Anchor Hole Mounting |
| Working Temperature | -10°C ~ 55°C |
| Working Humidity | 10 ~ 98% RH |
| Characteristics | High Sensitivity, Fast Response, Anti-Interference |
| Application | Power Failure Monitoring & Phase Loss Alarm |
Catatan: informasi mengenai dimensi, response time numerik, rating maksimum kontak relay, protection grade, serta berat produk belum tersedia pada data yang diberikan.
4. 🏭 Manfaat dan Aplikasi

Manfaat
1. Deteksi Gangguan Listrik Lebih Cepat
Membantu mendeteksi kehilangan salah satu fasa sebelum menyebabkan gangguan operasi yang lebih besar.
2. Mengurangi Risiko Kerusakan Peralatan
Phase loss dapat berdampak pada motor, mesin, UPS, HVAC, dan perangkat listrik lainnya. Monitoring membantu mempercepat tindakan penanganan.
3. Mendukung Alarm Otomatis
Dry contact output dapat langsung digunakan untuk memicu alarm eksternal.
4. Mudah Diintegrasikan
Output NO/NC dapat dihubungkan ke PLC, RTU, alarm panel, maupun IoT gateway.
5. Mendukung Remote Monitoring
Dengan menghubungkan perangkat ke gateway atau controller, status power failure dapat diteruskan ke sistem monitoring jarak jauh.
6. Cocok untuk Operasi 24/7
Konsumsi arus yang rendah mendukung penggunaan untuk monitoring terus-menerus.
7. Membantu Meningkatkan Keandalan Infrastruktur
Sangat berguna untuk fasilitas yang tidak boleh mengalami kegagalan listrik tanpa pemberitahuan.
8. Mempermudah Maintenance
Alarm phase loss membantu teknisi mengetahui adanya gangguan suplai dengan lebih cepat.
Aplikasi
1. Base Station / BTS Monitoring
Mendeteksi kegagalan suplai listrik pada shelter atau base station telekomunikasi.
2. Server Room dan Equipment Room
Memberikan alarm ketika suplai tiga fasa mengalami kehilangan salah satu fase.
3. Gudang
Monitoring daya listrik untuk fasilitas penyimpanan, cold storage, dan sistem keamanan.
4. Laboratorium
Mendukung pemantauan listrik untuk instrumen dan perangkat penting.
5. Ruang Mesin
Digunakan untuk monitoring suplai motor, pompa, HVAC, dan peralatan industri.
6. Control Room
Mengirimkan status kehilangan daya ke alarm panel atau sistem monitoring pusat.
7. Industrial Automation
Integrasi dengan PLC dan RTU untuk menjalankan tindakan otomatis ketika terjadi phase loss.
8. Building Management
Monitoring sumber listrik untuk gedung komersial maupun fasilitas publik.
9. Data Center
Sebagai bagian dari sistem alarm kegagalan suplai listrik.
10. Remote IoT Monitoring
Output dry contact dapat dihubungkan ke IoT gateway agar alarm diteruskan ke cloud dashboard, email, atau sistem notifikasi.
5. 📦 Standart Paket

Informasi resmi mengenai isi paket belum dicantumkan pada data produk yang diberikan.
Untuk sementara, bagian paket dapat ditulis:
- 1 × AC Power Failure Detector
- Dokumentasi / petunjuk instalasi jika disertakan produsen
Isi paket aktual sebaiknya dikonfirmasi sebelum dipublikasikan sebagai spesifikasi penjualan final.














There are no reviews yet.