Single Phase Current Dry Contact Transducer untuk Monitoring Arus | Microthings
Single Phase Current Dry Contact Transducer adalah perangkat monitoring arus listrik satu fasa yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan maupun perubahan arus pada suatu beban, kemudian menghasilkan sinyal output sebagai indikasi status peralatan.

Perangkat bekerja dengan membaca arus pada jalur listrik. Ketika nilai arus melewati threshold yang telah ditentukan, output relay dapat berubah kondisi sehingga dapat digunakan sebagai sinyal untuk PLC, alarm panel, controller, lampu indikator, atau sistem monitoring lainnya.
Selain relay dry contact, perangkat juga tersedia dengan opsi transistor open-collector output maupun 12/24V active output, sehingga lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan otomasi dan monitoring industri.
Single Phase Current Dry Contact Transducer tersedia dalam beberapa pilihan range arus, yaitu 0–5A, 10A, 20A, 30A, dan 50A, serta menggunakan catu daya 12VDC atau 24VDC. Produk ini cocok digunakan untuk memonitor status running motor, pompa, kipas, mesin, heater, dan berbagai peralatan listrik lainnya.
🔎 Apa itu Single Phase Current Dry Contact Transducer?
Single Phase Current Dry Contact Transducer adalah perangkat yang berfungsi membaca arus listrik satu fasa dan mengubah kondisi arus tersebut menjadi sinyal output untuk sistem monitoring atau kontrol.
Pada konfigurasi relay dry contact, perangkat tidak memberikan tegangan pada output relay. Kontak hanya berubah antara kondisi open dan closed sesuai nilai arus yang terdeteksi.
Sebagai contoh berdasarkan spesifikasi yang diberikan:
- Jika arus lebih dari 230 mA, relay aktif dan kontak terhubung.
- Jika arus kurang dari 200 mA, relay kembali tidak aktif dan kontak terbuka.
Nilai threshold tersebut dapat dikonfigurasi pada proses produksi sesuai permintaan pengguna.
Konsep ini sangat berguna untuk mengetahui apakah suatu mesin atau beban listrik benar-benar sedang bekerja. Sebagai contoh, PLC dapat menerima status running motor berdasarkan arus aktual, bukan hanya berdasarkan status output contactor.
Perangkat dapat digunakan dalam sistem seperti:
Beban Listrik → Current Transducer → Relay / Transistor Output → PLC / Controller / Alarm
Dengan pendekatan tersebut, status operasi peralatan dapat dimonitor secara lebih langsung berdasarkan konsumsi arus aktual.
⭐ Fitur Utama Produk dan Solusi

- Monitoring Arus Single Phase
Dirancang untuk mendeteksi arus listrik pada sistem satu fasa sehingga cocok untuk pemantauan berbagai beban listrik. - Pilihan Range Arus Fleksibel
Tersedia pilihan range 0–5A, 10A, 20A, 30A, hingga 50A untuk menyesuaikan kapasitas peralatan. - Relay Dry Contact Output
Mendukung output relay berupa kontak kering sehingga mudah diintegrasikan dengan PLC, controller, maupun alarm panel. - Transistor Open-Collector Output
Tersedia pilihan transistor open-collector untuk sistem kontrol elektronik dengan kebutuhan switching cepat dan sederhana. - Opsi Active Output 12/24V
Selain relay dan transistor, tersedia opsi active output sesuai kebutuhan sistem. - Threshold Alarm Berdasarkan Arus
Output dapat berubah secara otomatis ketika nilai arus melewati level yang telah ditentukan. - Threshold Dapat Disesuaikan
Nilai threshold input dapat disetting dari pabrik berdasarkan kebutuhan pengguna. - Mendukung Monitoring Status Running Equipment
Cocok untuk mengetahui apakah motor, pompa, fan, atau mesin benar-benar beroperasi berdasarkan arus aktual. - Relay Capacity AC250V / 1A
Relay mampu menangani switching hingga AC250V/1A sesuai spesifikasi. - Relay Capacity DC30V / 1A
Mendukung switching beban DC hingga DC30V/1A. - Open-Collector Output Capacity 30V / 50mA
Pilihan transistor open-collector mendukung kapasitas hingga 30V/50mA. - Active Output Capacity 20mA
Opsi active output memiliki kapasitas hingga 20mA. - Catu Daya 12VDC atau 24VDC
Fleksibel untuk berbagai panel kontrol dan sistem otomasi industri. - Meningkatkan Akurasi Monitoring Equipment
Status mesin dapat dideteksi berdasarkan konsumsi arus aktual, bukan hanya command dari controller. - Mudah Diintegrasikan ke Sistem Otomasi
Output switching dapat diteruskan ke PLC, DCS, alarm system, relay logic, ataupun sistem monitoring.
⚙️ Technical Spesifikasi
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Product Name | Single Phase Current Dry Contact Transducer |
| Application | Monitoring arus dan status operasi peralatan |
| Electrical System | Single Phase |
| Current Range | 0–5A / 10A / 20A / 30A / 50A optional |
| Main Output Option | Relay Dry Contact |
| Additional Output | Transistor Open-Collector |
| Active Output Option | 12V / 24V Output |
| Default Alarm Threshold | Current >230mA: Relay Active |
| Reset Threshold | Current <200mA: Relay / Contact Open |
| Threshold Adjustment | Factory configurable sesuai kebutuhan pengguna |
| Relay Capacity AC | AC250V / 1A |
| Relay Capacity DC | DC30V / 1A |
| Open-Collector Capacity | 30V / 50mA |
| Active Output Capacity | 20mA |
| Working Power | 12VDC atau 24VDC |
| Main Function | Equipment running status monitoring |
| Output Function | Alarm / Status / Switching indication |
📌 Catatan Teknis
Spesifikasi yang tersedia belum mencantumkan beberapa parameter berikut:
- Nomor model produk
- Akurasi pengukuran
- Response time
- Diameter lubang current sensing
- Metode pemasangan
- Operating temperature
- Storage temperature
- Isolation voltage
- Dimensi produk
- Berat produk
- Sertifikasi
- Tingkat perlindungan IP
Parameter tersebut sebaiknya dikonfirmasi melalui datasheet resmi sebelum digunakan sebagai acuan engineering final.
🔄 Prinsip Kerja
Single Phase Current Dry Contact Transducer bekerja berdasarkan arus yang mengalir pada peralatan.
Contoh kondisi:
Arus >230mA → Relay Aktif → Contact Closed
Sedangkan:
Arus <200mA → Relay Tidak Aktif → Contact Open
Output tersebut kemudian dapat digunakan sebagai status digital pada PLC atau controller.
Contoh integrasi:
Motor / Pump → Current Transducer → Dry Contact → PLC → HMI / SCADA
Dengan konfigurasi tersebut, operator dapat mengetahui apakah peralatan benar-benar berjalan berdasarkan konsumsi arus aktual.
🛡️ Manfaat Penggunaan Single Phase Current Dry Contact Transducer

- Mendeteksi Status Running Equipment
Mengetahui apakah suatu peralatan benar-benar bekerja berdasarkan arus aktual. - Mengurangi False Running Status
Sistem tidak hanya mengandalkan command ON dari PLC atau contactor. - Memudahkan Integrasi dengan PLC
Output dry contact dapat langsung digunakan sebagai digital input pada sistem yang kompatibel. - Mendukung Preventive Maintenance
Hilangnya arus saat command running dapat digunakan sebagai indikasi gangguan. - Mendeteksi Kondisi No-Load
Jika arus turun di bawah threshold, sistem dapat mengetahui bahwa beban tidak sedang beroperasi. - Mendukung Alarm Otomatis
Output dapat digunakan untuk memicu alarm ketika kondisi arus memenuhi logika tertentu. - Fleksibel untuk Berbagai Kapasitas Beban
Range hingga 50A memberikan pilihan untuk berbagai jenis mesin. - Mendukung Beberapa Jenis Output
Relay, transistor open-collector, dan active output memberikan fleksibilitas sistem. - Mengurangi Kompleksitas Wiring Monitoring
Status running dapat diperoleh dari satu perangkat monitoring arus. - Meningkatkan Keandalan Sistem Otomasi
Memberikan feedback nyata dari kondisi electrical load.
🏭 Aplikasi Single Phase Current Dry Contact Transducer
- Motor Monitoring
Mendeteksi status running motor berdasarkan arus aktual. - Pump Monitoring
Mengetahui apakah pompa benar-benar bekerja setelah menerima perintah ON. - Fan dan Blower Monitoring
Cocok untuk sistem HVAC maupun ventilasi industri. - Compressor Monitoring
Memberikan feedback status operasi compressor. - Heater Monitoring
Mendeteksi apakah heater benar-benar menarik arus listrik. - Conveyor System
Digunakan untuk monitoring motor conveyor pada sistem produksi. - Industrial Machine Monitoring
Membantu mendeteksi status ON/OFF mesin berdasarkan electrical consumption. - Building Automation System
Cocok untuk monitoring berbagai beban single phase dalam gedung. - HVAC System
Dapat digunakan untuk fan, exhaust, blower, dan peralatan HVAC lainnya. - Water Treatment System
Membantu monitoring pompa dan peralatan electrical lainnya. - Panel Control
Output dapat dimasukkan ke PLC atau alarm controller. - SCADA Monitoring
Status relay dapat diteruskan melalui PLC ke sistem SCADA. - Energy Management System
Dapat membantu memberikan status aktif atau tidak aktif suatu beban. - Equipment Failure Detection
Kondisi command ON tetapi tidak ada arus dapat digunakan sebagai indikasi masalah peralatan. - Industrial IoT Monitoring
Output status dapat diteruskan melalui controller atau IoT gateway menuju platform cloud.
📦 Standar Paket

Informasi sumber belum mencantumkan packing list resmi secara rinci.
Untuk sementara, informasi paket yang aman ditampilkan adalah:
- 1 × Single Phase Current Dry Contact Transducer
- 1 × Kemasan Standar Produk
Komponen berikut belum dikonfirmasi:
- User manual
- Terminal connector
- Kabel
- Power supply
- Mounting accessories
- DIN Rail
- Current sensing accessories
Isi paket final sebaiknya dikonfirmasi kepada pemasok sebelum digunakan sebagai informasi katalog resmi.














There are no reviews yet.