Dark Light

Single Phase Current Dry Contact Transducer

Availability:

100 in stock


Single Phase Current Dry Contact Transducer adalah perangkat monitoring arus satu fasa dengan pilihan range hingga 50A dan output relay dry contact, transistor open-collector, atau active output. Perangkat menggunakan catu daya 12VDC atau 24VDC dan cocok digunakan untuk mendeteksi status running motor, pompa, fan, mesin, serta berbagai peralatan listrik.

Rp999.800

100 in stock

Single Phase Current Dry Contact Transducer untuk Monitoring Arus | Microthings

Single Phase Current Dry Contact Transducer adalah perangkat monitoring arus listrik satu fasa yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan maupun perubahan arus pada suatu beban, kemudian menghasilkan sinyal output sebagai indikasi status peralatan.

Perangkat bekerja dengan membaca arus pada jalur listrik. Ketika nilai arus melewati threshold yang telah ditentukan, output relay dapat berubah kondisi sehingga dapat digunakan sebagai sinyal untuk PLC, alarm panel, controller, lampu indikator, atau sistem monitoring lainnya.

Selain relay dry contact, perangkat juga tersedia dengan opsi transistor open-collector output maupun 12/24V active output, sehingga lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan otomasi dan monitoring industri.

Single Phase Current Dry Contact Transducer tersedia dalam beberapa pilihan range arus, yaitu 0–5A, 10A, 20A, 30A, dan 50A, serta menggunakan catu daya 12VDC atau 24VDC. Produk ini cocok digunakan untuk memonitor status running motor, pompa, kipas, mesin, heater, dan berbagai peralatan listrik lainnya.


🔎 Apa itu Single Phase Current Dry Contact Transducer?

Single Phase Current Dry Contact Transducer adalah perangkat yang berfungsi membaca arus listrik satu fasa dan mengubah kondisi arus tersebut menjadi sinyal output untuk sistem monitoring atau kontrol.

Pada konfigurasi relay dry contact, perangkat tidak memberikan tegangan pada output relay. Kontak hanya berubah antara kondisi open dan closed sesuai nilai arus yang terdeteksi.

Sebagai contoh berdasarkan spesifikasi yang diberikan:

  • Jika arus lebih dari 230 mA, relay aktif dan kontak terhubung.
  • Jika arus kurang dari 200 mA, relay kembali tidak aktif dan kontak terbuka.

Nilai threshold tersebut dapat dikonfigurasi pada proses produksi sesuai permintaan pengguna.

Konsep ini sangat berguna untuk mengetahui apakah suatu mesin atau beban listrik benar-benar sedang bekerja. Sebagai contoh, PLC dapat menerima status running motor berdasarkan arus aktual, bukan hanya berdasarkan status output contactor.

Perangkat dapat digunakan dalam sistem seperti:

Beban Listrik → Current Transducer → Relay / Transistor Output → PLC / Controller / Alarm

Dengan pendekatan tersebut, status operasi peralatan dapat dimonitor secara lebih langsung berdasarkan konsumsi arus aktual.


⭐ Fitur Utama Produk dan Solusi

  1. Monitoring Arus Single Phase
    Dirancang untuk mendeteksi arus listrik pada sistem satu fasa sehingga cocok untuk pemantauan berbagai beban listrik.
  2. Pilihan Range Arus Fleksibel
    Tersedia pilihan range 0–5A, 10A, 20A, 30A, hingga 50A untuk menyesuaikan kapasitas peralatan.
  3. Relay Dry Contact Output
    Mendukung output relay berupa kontak kering sehingga mudah diintegrasikan dengan PLC, controller, maupun alarm panel.
  4. Transistor Open-Collector Output
    Tersedia pilihan transistor open-collector untuk sistem kontrol elektronik dengan kebutuhan switching cepat dan sederhana.
  5. Opsi Active Output 12/24V
    Selain relay dan transistor, tersedia opsi active output sesuai kebutuhan sistem.
  6. Threshold Alarm Berdasarkan Arus
    Output dapat berubah secara otomatis ketika nilai arus melewati level yang telah ditentukan.
  7. Threshold Dapat Disesuaikan
    Nilai threshold input dapat disetting dari pabrik berdasarkan kebutuhan pengguna.
  8. Mendukung Monitoring Status Running Equipment
    Cocok untuk mengetahui apakah motor, pompa, fan, atau mesin benar-benar beroperasi berdasarkan arus aktual.
  9. Relay Capacity AC250V / 1A
    Relay mampu menangani switching hingga AC250V/1A sesuai spesifikasi.
  10. Relay Capacity DC30V / 1A
    Mendukung switching beban DC hingga DC30V/1A.
  11. Open-Collector Output Capacity 30V / 50mA
    Pilihan transistor open-collector mendukung kapasitas hingga 30V/50mA.
  12. Active Output Capacity 20mA
    Opsi active output memiliki kapasitas hingga 20mA.
  13. Catu Daya 12VDC atau 24VDC
    Fleksibel untuk berbagai panel kontrol dan sistem otomasi industri.
  14. Meningkatkan Akurasi Monitoring Equipment
    Status mesin dapat dideteksi berdasarkan konsumsi arus aktual, bukan hanya command dari controller.
  15. Mudah Diintegrasikan ke Sistem Otomasi
    Output switching dapat diteruskan ke PLC, DCS, alarm system, relay logic, ataupun sistem monitoring.

⚙️ Technical Spesifikasi

Parameter Spesifikasi
Product Name Single Phase Current Dry Contact Transducer
Application Monitoring arus dan status operasi peralatan
Electrical System Single Phase
Current Range 0–5A / 10A / 20A / 30A / 50A optional
Main Output Option Relay Dry Contact
Additional Output Transistor Open-Collector
Active Output Option 12V / 24V Output
Default Alarm Threshold Current >230mA: Relay Active
Reset Threshold Current <200mA: Relay / Contact Open
Threshold Adjustment Factory configurable sesuai kebutuhan pengguna
Relay Capacity AC AC250V / 1A
Relay Capacity DC DC30V / 1A
Open-Collector Capacity 30V / 50mA
Active Output Capacity 20mA
Working Power 12VDC atau 24VDC
Main Function Equipment running status monitoring
Output Function Alarm / Status / Switching indication

📌 Catatan Teknis

Spesifikasi yang tersedia belum mencantumkan beberapa parameter berikut:

  • Nomor model produk
  • Akurasi pengukuran
  • Response time
  • Diameter lubang current sensing
  • Metode pemasangan
  • Operating temperature
  • Storage temperature
  • Isolation voltage
  • Dimensi produk
  • Berat produk
  • Sertifikasi
  • Tingkat perlindungan IP

Parameter tersebut sebaiknya dikonfirmasi melalui datasheet resmi sebelum digunakan sebagai acuan engineering final.


🔄 Prinsip Kerja

Single Phase Current Dry Contact Transducer bekerja berdasarkan arus yang mengalir pada peralatan.

Contoh kondisi:

Arus >230mA → Relay Aktif → Contact Closed

Sedangkan:

Arus <200mA → Relay Tidak Aktif → Contact Open

Output tersebut kemudian dapat digunakan sebagai status digital pada PLC atau controller.

Contoh integrasi:

Motor / Pump → Current Transducer → Dry Contact → PLC → HMI / SCADA

Dengan konfigurasi tersebut, operator dapat mengetahui apakah peralatan benar-benar berjalan berdasarkan konsumsi arus aktual.


🛡️ Manfaat Penggunaan Single Phase Current Dry Contact Transducer

  1. Mendeteksi Status Running Equipment
    Mengetahui apakah suatu peralatan benar-benar bekerja berdasarkan arus aktual.
  2. Mengurangi False Running Status
    Sistem tidak hanya mengandalkan command ON dari PLC atau contactor.
  3. Memudahkan Integrasi dengan PLC
    Output dry contact dapat langsung digunakan sebagai digital input pada sistem yang kompatibel.
  4. Mendukung Preventive Maintenance
    Hilangnya arus saat command running dapat digunakan sebagai indikasi gangguan.
  5. Mendeteksi Kondisi No-Load
    Jika arus turun di bawah threshold, sistem dapat mengetahui bahwa beban tidak sedang beroperasi.
  6. Mendukung Alarm Otomatis
    Output dapat digunakan untuk memicu alarm ketika kondisi arus memenuhi logika tertentu.
  7. Fleksibel untuk Berbagai Kapasitas Beban
    Range hingga 50A memberikan pilihan untuk berbagai jenis mesin.
  8. Mendukung Beberapa Jenis Output
    Relay, transistor open-collector, dan active output memberikan fleksibilitas sistem.
  9. Mengurangi Kompleksitas Wiring Monitoring
    Status running dapat diperoleh dari satu perangkat monitoring arus.
  10. Meningkatkan Keandalan Sistem Otomasi
    Memberikan feedback nyata dari kondisi electrical load.

🏭 Aplikasi Single Phase Current Dry Contact Transducer

  1. Motor Monitoring
    Mendeteksi status running motor berdasarkan arus aktual.
  2. Pump Monitoring
    Mengetahui apakah pompa benar-benar bekerja setelah menerima perintah ON.
  3. Fan dan Blower Monitoring
    Cocok untuk sistem HVAC maupun ventilasi industri.
  4. Compressor Monitoring
    Memberikan feedback status operasi compressor.
  5. Heater Monitoring
    Mendeteksi apakah heater benar-benar menarik arus listrik.
  6. Conveyor System
    Digunakan untuk monitoring motor conveyor pada sistem produksi.
  7. Industrial Machine Monitoring
    Membantu mendeteksi status ON/OFF mesin berdasarkan electrical consumption.
  8. Building Automation System
    Cocok untuk monitoring berbagai beban single phase dalam gedung.
  9. HVAC System
    Dapat digunakan untuk fan, exhaust, blower, dan peralatan HVAC lainnya.
  10. Water Treatment System
    Membantu monitoring pompa dan peralatan electrical lainnya.
  11. Panel Control
    Output dapat dimasukkan ke PLC atau alarm controller.
  12. SCADA Monitoring
    Status relay dapat diteruskan melalui PLC ke sistem SCADA.
  13. Energy Management System
    Dapat membantu memberikan status aktif atau tidak aktif suatu beban.
  14. Equipment Failure Detection
    Kondisi command ON tetapi tidak ada arus dapat digunakan sebagai indikasi masalah peralatan.
  15. Industrial IoT Monitoring
    Output status dapat diteruskan melalui controller atau IoT gateway menuju platform cloud.

📦 Standar Paket

Informasi sumber belum mencantumkan packing list resmi secara rinci.

Untuk sementara, informasi paket yang aman ditampilkan adalah:

  • 1 × Single Phase Current Dry Contact Transducer
  • 1 × Kemasan Standar Produk

Komponen berikut belum dikonfirmasi:

  • User manual
  • Terminal connector
  • Kabel
  • Power supply
  • Mounting accessories
  • DIN Rail
  • Current sensing accessories

Isi paket final sebaiknya dikonfirmasi kepada pemasok sebelum digunakan sebagai informasi katalog resmi.

Weight 1 kg
Dimensions 10 × 10 × 10 cm

Spesification :
Current range: 0~5A,10A,20A,30A,50A optional;
Support Relay ouput,Transistor open-collector output or 12/24V ouput;
Alarm Threshold: when current>230mA,relay active,contact get through;When input current<200mA,relay and contact open.The input threshold can be set according to user’s request in factory.
Relay capacity:AC250V/1A, DC30V/1A;Transistor open-collector output capacity:30V/50mA; Active output capacity:20mA.
Working Power: 12V or 24V DC.
Used for monitoring the equipment running status.

Based on 0 reviews

0.0 overall
0
0
0
0
0

Be the first to review “Single Phase Current Dry Contact Transducer”

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

There are no reviews yet.

SHOPPING CART

close

Select at least 2 products
to compare