WxSxx00-200081 / WxS8800-200001 Explosion-Proof Gas Detection System | Microthings
Area industri yang menggunakan gas, bahan kimia, atau proses pembakaran membutuhkan sistem pemantauan yang cepat dan terpusat. Kebocoran gas dapat memengaruhi keselamatan pekerja, kondisi proses, serta kelangsungan operasional.

WxSxx00-200081 / WxS8800-200001 Explosion-Proof Gas Detection System merupakan sistem pemantauan gas yang menghubungkan beberapa gas detector ke sebuah Gas Alarm Control Panel.
Berdasarkan diagram produk, detector terhubung ke panel melalui RS485 dan 12 VDC. Selanjutnya, panel menerima data gas secara real-time serta menampilkan kondisi sensor pada satu titik kontrol.
Sistem tersedia dalam pilihan komunikasi:
- WiFi
- LoRaWAN
- NB-IoT
- LTE
Setiap pilihan komunikasi merupakan varian produk. Oleh karena itu, satu unit belum tentu memiliki seluruh metode komunikasi sekaligus.
Materi juga menunjukkan dukungan terhadap beberapa target dan parameter gas, termasuk LEL, HCHO, H₂, C₂H₂, C₂H₄, CO, TVOC, HCN, H₂S, O₂, NH₃, Cl₂, O₃, SO₂, ETO, PH₃, dan CH₄S.
Dengan konfigurasi yang sesuai, sistem dapat menjadi bagian dari solusi Microthings Sensor to Cloud untuk monitoring lokal maupun monitoring jarak jauh.
1. Deskripsi Produk
Explosion-Proof Gas Detection System adalah sistem pemantauan gas terpusat yang terdiri dari gas detector lapangan dan sebuah Gas Alarm Control Panel.
Gas detector membaca konsentrasi gas di area pemasangan. Setelah itu, detector mengirimkan data menuju panel melalui koneksi RS485.
Diagram produk juga mencantumkan 12 VDC pada jalur detector. Namun, materi belum menjelaskan apakah tegangan tersebut merupakan catu daya detector, output panel, atau spesifikasi lengkap catu daya sistem. Karena itu, konfigurasi kelistrikan perlu mengikuti wiring diagram resmi.
Alur dasar sistem dapat digambarkan sebagai berikut:
Gas Detector → RS485 / 12 VDC → Gas Alarm Control Panel → Jaringan Komunikasi → Monitoring System
Untuk kebutuhan IoT, arsitektur dapat dikembangkan menjadi:
Gas Detector → Control Panel → WiFi / LoRaWAN / NB-IoT / LTE → Internet → Microthings IoT Cloud → Dashboard
Sistem dapat menggunakan detector yang berbeda sesuai jenis gas yang ingin dipantau. Dengan demikian, pengguna dapat membangun satu solusi untuk combustible gas, toxic gas, oxygen monitoring, maupun parameter kualitas udara tertentu.
Materi juga memberikan panduan umum berdasarkan massa jenis gas:
- Gas yang lebih ringan daripada udara ditempatkan pada area atas.
- Gas yang lebih berat daripada udara ditempatkan pada area bawah.
Contoh gas yang ditampilkan sebagai gas ringan adalah hydrogen dan methane. Sementara itu, propane serta hidrokarbon yang lebih berat ditampilkan sebagai gas yang cenderung terkumpul pada area bawah.
Posisi final detector tetap harus mengikuti hasil survei lokasi, pola aliran udara, sumber kebocoran, kondisi ventilasi, jenis gas, dan petunjuk instalasi resmi.
2. Fitur Utama Produk dan Solusi

1. Centralized Gas Alarm Control Panel
Sistem menggunakan satu panel utama untuk menerima data dari gas detector yang terpasang di lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, operator dapat melihat kondisi beberapa titik melalui satu pusat kontrol.
2. Real-Time Gas Detection
Diagram produk mencantumkan fungsi real-time gas detection.
Gas detector membaca kondisi gas kemudian meneruskan data menuju control panel melalui jalur komunikasi yang tersedia.
Fitur ini membantu operator mengetahui perubahan kondisi secara lebih cepat.
3. Multi-Gas Detection System
Sistem mendukung pilihan sensor untuk berbagai jenis gas dan parameter.
Daftar yang tercantum pada materi meliputi:
- LEL
- HCHO
- Hâ‚‚
- Câ‚‚Hâ‚‚
- Câ‚‚Hâ‚„
- CO
- TVOC
- HCN
- Hâ‚‚S
- Oâ‚‚
- NH₃
- Clâ‚‚
- O₃
- SOâ‚‚
- ETO
- PH₃
- CHâ‚„S
LEL bukan nama gas tertentu. LEL merupakan parameter yang digunakan untuk menunjukkan konsentrasi gas mudah terbakar terhadap batas bawah pembakaran. Range dan satuan pengukuran akhir mengikuti detector yang dipilih.
4. RS485 Field Communication
Gas detector terhubung ke control panel menggunakan RS485.
RS485 cocok untuk komunikasi lapangan karena dapat menghubungkan perangkat melalui jaringan kabel sesuai desain sistem.
Namun, materi belum mencantumkan protokol aplikasi yang digunakan di atas RS485. Oleh karena itu, jangan mencantumkan Modbus RTU sebelum datasheet mengonfirmasinya.
5. Jalur 12 VDC
Diagram menampilkan label:
RS485 / 12 VDC
Konfigurasi ini menunjukkan adanya jalur komunikasi dan daya menuju detector.
Meskipun demikian, detail mengenai toleransi tegangan, konsumsi daya, polaritas, jenis kabel, serta panjang jalur belum tercantum.
6. WiFi Version
Versi WiFi dapat digunakan pada lokasi yang memiliki access point atau infrastruktur wireless network.
Contoh arsitektur:
Gas Detector → Control Panel → WiFi → Network → Monitoring Platform
7. LoRaWAN Version
Model WxS8800-200001 ditampilkan sebagai varian LoRaWAN.
LoRaWAN dapat digunakan untuk membawa data menuju gateway dan jaringan IoT.
Contoh:
Gas Detector → LoRaWAN Control Panel → LoRaWAN Gateway → Internet → Cloud
8. NB-IoT Version
Versi NB-IoT memberikan pilihan komunikasi melalui jaringan seluler IoT.
Varian ini dapat digunakan untuk site yang tidak memiliki WiFi atau jaringan kabel, selama tersedia cakupan operator yang sesuai.
9. LTE Version
Versi LTE dapat mengirimkan data melalui jaringan seluler.
Koneksi LTE sesuai untuk remote site, fasilitas yang tersebar, serta lokasi yang membutuhkan komunikasi tanpa mengandalkan jaringan LAN lokal.
10. Flexible Communication Selection
Pengguna dapat memilih metode komunikasi berdasarkan kondisi site:
- WiFi untuk jaringan lokal.
- LoRaWAN untuk jaringan sensor jarak jauh.
- NB-IoT untuk telemetry berdaya rendah.
- LTE untuk komunikasi seluler.
Pilihan akhir mengikuti model dan konfigurasi produk.
11. Detector Placement Berdasarkan Karakteristik Gas
Materi menunjukkan perbedaan posisi detector berdasarkan massa jenis gas.
Gas lebih ringan daripada udara
Detector ditempatkan pada area lebih tinggi atau dekat bagian atas lokasi pemantauan.
Contoh pada materi:
- Hydrogen
- Methane
- Campuran hydrogen dan methane
Gas lebih berat daripada udara
Detector ditempatkan pada area lebih rendah atau dekat potensi akumulasi gas.
Contoh pada materi:
- Propane
- Hidrokarbon yang lebih berat
Posisi pemasangan tidak boleh ditentukan hanya dari ilustrasi. Tim proyek tetap perlu melakukan survei teknis.
12. Mendukung Beberapa Detector
Diagram menunjukkan beberapa gas detector terhubung ke satu control panel.
Namun, materi belum menyebut jumlah channel atau jumlah detector maksimum. Oleh karena itu, kapasitas sistem harus dikonfirmasi melalui datasheet model.
13. Monitoring Lokal
Control panel memiliki tampilan lokal yang dapat digunakan untuk melihat kondisi sistem.
Detail mengenai ukuran layar, halaman tampilan, data logging, dan menu konfigurasi belum tercantum pada materi.
14. Integrasi Sensor to Cloud
Varian komunikasi memungkinkan sistem dikembangkan menuju arsitektur Sensor to Cloud.
Contoh implementasi Microthings:
Gas Detector → Control Panel → IoT Network → Microthings IoT Cloud → Dashboard
Data kemudian dapat digunakan untuk monitoring, historical trend, atau alarm sesuai scope platform dan proyek.
15. Konfigurasi Sesuai Jenis Gas
Setiap gas membutuhkan detector, range, kalibrasi, dan posisi instalasi yang sesuai.
Karena itu, sistem perlu dikonfigurasi berdasarkan:
- Jenis gas target
- Rentang pengukuran
- Jumlah titik detector
- Sumber potensi kebocoran
- Massa jenis gas
- Kondisi ventilasi
- Jaringan komunikasi
- Kebutuhan monitoring
- Kebutuhan alarm
- Klasifikasi area pemasangan
3. Technical Spesifikasi
Technical Specification yang Terkonfirmasi
| Parameter | Technical Specification |
|---|---|
| Product Name | Explosion-Proof Gas Detection System |
| Model Family | WxSxx00-200081 |
| LoRaWAN Model Shown | WxS8800-200001 |
| Product Type | Gas Detection System / Gas Alarm Control Panel |
| Detection Method | External gas detectors connected to control panel |
| Monitoring | Real-Time Gas Detection |
| Field Communication | RS485 |
| Field Power Shown | 12 VDC |
| Communication Versions | WiFi / LoRaWAN / NB-IoT / LTE |
| LoRaWAN | Available on WxS8800-200001 variant |
| Detector Installation | Menyesuaikan massa jenis dan sumber gas |
| Gas Placement Guidance | Lighter-than-air gas: upper area |
| Heavy Gas Placement Guidance | Heavier-than-air gas: lower area |
| System Architecture | Gas Detector → Control Panel → Communication Network |
| IoT Integration | Dapat dikembangkan sesuai varian komunikasi dan scope proyek |
Gas dan Parameter yang Tercantum
| Kode | Jenis Gas atau Parameter |
|---|---|
| LEL | Lower Explosive Limit / combustible gas parameter |
| HCHO | Formaldehyde |
| Hâ‚‚ | Hydrogen |
| Câ‚‚Hâ‚‚ | Acetylene |
| Câ‚‚Hâ‚„ | Ethylene |
| CO | Carbon Monoxide |
| TVOC | Total Volatile Organic Compounds |
| HCN | Hydrogen Cyanide |
| Hâ‚‚S | Hydrogen Sulfide |
| Oâ‚‚ | Oxygen |
| NH₃ | Ammonia |
| Clâ‚‚ | Chlorine |
| O₃ | Ozone |
| SOâ‚‚ | Sulfur Dioxide |
| ETO | Ethylene Oxide |
| PH₃ | Phosphine |
| CHâ‚„S | Gas target coded as CHâ‚„S on the material |
Spesifikasi yang Belum Tercantum
| Parameter | Status |
|---|---|
| Jumlah Detector Maksimum | Belum tercantum |
| Jumlah Channel | Belum tercantum |
| Detection Range per Gas | Belum tercantum |
| Resolution | Belum tercantum |
| Accuracy | Belum tercantum |
| Response Time | Belum tercantum |
| Alarm Threshold | Belum tercantum |
| Alarm Level | Belum tercantum |
| Relay Output | Belum tercantum |
| Analog Output | Belum tercantum |
| Modbus RTU | Belum tercantum |
| Data Logging | Belum tercantum |
| Local Storage | Belum tercantum |
| Supply Voltage Panel | Belum tercantum |
| Power Consumption | Belum tercantum |
| Battery Backup | Belum tercantum |
| Operating Temperature | Belum tercantum |
| Operating Humidity | Belum tercantum |
| IP Rating Panel | Belum tercantum |
| IP Rating Detector | Belum tercantum |
| Dimension | Belum tercantum |
| Weight | Belum tercantum |
| WiFi Standard | Belum tercantum |
| LoRaWAN Frequency | Belum tercantum |
| NB-IoT Band | Belum tercantum |
| LTE Band | Belum tercantum |
| Cloud Protocol | Belum tercantum |
| Explosion-Proof Certificate | Belum ditampilkan |
| Ex Marking | Belum ditampilkan |
| Area Classification | Belum ditampilkan |
Catatan publikasi: jangan menambahkan jumlah channel, measurement range, alarm level, IP rating, protokol Modbus, MQTT, atau sertifikasi Ex sebelum data tersebut tersedia pada dokumen resmi.
4. Manfaat dan Aplikasi

1. Monitoring Gas Secara Terpusat
Satu control panel dapat menerima data dari beberapa detector yang terpasang pada area berbeda.
Dengan demikian, operator tidak perlu memeriksa setiap titik secara terpisah.
2. Membantu Memberikan Peringatan Dini
Sistem dapat membantu mengetahui perubahan kondisi gas lebih awal.
Namun, fungsi alarm, threshold, relay, serta jenis notifikasi perlu mengikuti konfigurasi control panel yang digunakan.
3. Mengurangi Pemeriksaan Manual
Gas detector melakukan pemantauan pada titik yang telah ditentukan.
Selanjutnya, panel menampilkan data secara terpusat sehingga tim dapat mengurangi proses pencatatan manual.
4. Mendukung Multi-Gas Monitoring
Sistem dapat menggunakan pilihan detector berbeda berdasarkan jenis gas target.
Contohnya:
- Combustible gas dan LEL
- Toxic gas
- Oxygen
- TVOC
- Formaldehyde
- Gas proses tertentu
5. Memudahkan Pemilihan Jaringan
Pilihan WiFi, LoRaWAN, NB-IoT, dan LTE membantu integrator memilih jaringan yang sesuai dengan kondisi lokasi.
6. Monitoring Jarak Jauh
Varian komunikasi dapat digunakan untuk meneruskan data dari site menuju sistem monitoring jarak jauh.
Fungsi ini bergantung pada konfigurasi terminal, network, server, dan platform yang digunakan.
7. Historical Monitoring
Apabila sistem dihubungkan ke platform yang menyediakan penyimpanan data, pengguna dapat melihat perubahan kondisi dari waktu ke waktu.
Historical data dapat membantu proses analisis dan evaluasi operasional.
8. Integrasi dengan Dashboard Microthings
Data dapat dikembangkan menuju dashboard Microthings sesuai scope implementasi.
Dashboard dapat dikonfigurasi untuk menampilkan:
- Nilai gas terkini
- Status detector
- Lokasi sensor
- Historical trend
- Alarm event
- Device status
- Report
9. Industri Minyak dan Gas
Sistem dapat digunakan sebagai bagian dari gas monitoring pada area pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan fasilitas pendukung.
Pemilihan detector harus mengikuti jenis gas serta klasifikasi area.
10. Petrochemical dan Chemical Industry
Area proses kimia dapat memiliki beberapa target gas.
Karena itu, sistem dapat dikonfigurasi dengan detector yang sesuai untuk monitoring gas toxic, combustible, maupun gas proses lainnya.
11. Manufacturing Facility
Pabrik dapat menggunakan sistem untuk memantau area:
- Produksi
- Utility
- Boiler
- Chemical storage
- Process room
- Gas supply room
- Equipment area
12. Wastewater dan WWTP
Pada fasilitas pengolahan air limbah, sistem berpotensi digunakan untuk gas seperti Hâ‚‚S atau gas lain yang relevan.
Kesesuaian sensor harus dikonfirmasi berdasarkan kebutuhan proses.
13. Warehouse dan Storage
Area penyimpanan bahan kimia, gas, atau produk tertentu dapat membutuhkan gas monitoring.
Detector dapat ditempatkan pada titik yang memiliki potensi kebocoran atau akumulasi gas.
14. Indoor Air Quality Monitoring
Beberapa target yang tercantum, seperti HCHO, TVOC, CO, O₃, dan O₂, dapat digunakan dalam konfigurasi monitoring kualitas udara tertentu.
Range detector harus menyesuaikan tujuan pemantauan.
15. Laboratory dan Research Facility
Laboratorium yang menggunakan gas atau bahan kimia dapat mengembangkan sistem monitoring dengan detector yang sesuai.
16. Remote Industrial Site
NB-IoT atau LTE dapat menjadi pilihan untuk fasilitas yang berada jauh dari jaringan utama.
LoRaWAN juga dapat digunakan ketika detector atau node tersebar pada area yang luas.
17. Gas Storage dan Distribution Area
Sistem dapat digunakan untuk membantu memantau area tangki, manifold, ruang tabung, jalur distribusi, serta instalasi gas.
18. Multi-Point Monitoring
Beberapa detector dapat dipasang pada titik yang berbeda berdasarkan:
- Lokasi sumber kebocoran
- Arah aliran udara
- Massa jenis gas
- Bentuk ruangan
- Ventilasi
- Risiko proses
Kapasitas detector maksimum tetap perlu mengikuti spesifikasi control panel.
5. Standar Paket

Materi produk belum menampilkan packing list resmi. Oleh karena itu, daftar berikut merupakan draft konfigurasi paket, bukan daftar resmi pabrikan.
Paket Dasar
- 1 × Gas Alarm Control Panel
Model mengikuti varian komunikasi yang dipilih. - Gas Detector
Jenis dan jumlah detector mengikuti target gas serta kebutuhan titik pemasangan. - RS485 Communication Connection
Digunakan untuk komunikasi antara detector dan control panel sesuai wiring system. - 12 VDC Field Power Connection
Mengikuti konfigurasi kelistrikan resmi produk. - Communication Module
Salah satu pilihan berikut sesuai varian:- WiFi
- LoRaWAN
- NB-IoT
- LTE
- Communication Antenna
Jika diperlukan oleh varian wireless. - Cable dan Connector
Jenis kabel serta connector mengikuti jumlah detector dan kondisi instalasi. - Mounting Accessories
Mengikuti jenis detector dan posisi pemasangan. - Installation Guide / Documentation
Jika tersedia dalam paket supplier.
Layanan Opsional Microthings
- Site survey
- Penentuan lokasi detector
- System design
- Detector configuration
- Network configuration
- LoRaWAN gateway
- NB-IoT atau LTE integration
- Microthings IoT Cloud integration
- Web dashboard
- Alarm configuration
- Historical data
- Installation
- Testing
- Commissioning
- Training
- Technical support
Isi paket final harus mengikuti jumlah titik, target gas, pilihan komunikasi, model detector, dan packing list supplier.














There are no reviews yet.