4-in-1 Soil Moisture Temperature pH EC Sensor RS485 | Microthings
Pemantauan kondisi tanah yang akurat merupakan bagian penting dalam pengembangan smart agriculture, precision farming, smart irrigation, greenhouse, perkebunan, serta monitoring lingkungan berbasis Internet of Things. Kondisi tanah tidak hanya dipengaruhi oleh kadar air, tetapi juga oleh suhu, tingkat keasaman atau pH, dan electrical conductivity yang menggambarkan kemampuan media menghantarkan listrik.

RS-ECTHPH-N01-TR-1-EX 4 in 1 Soil Nutrient Sensor merupakan sensor tanah multifungsi yang menggabungkan empat parameter pengukuran dalam satu perangkat, yaitu soil moisture, soil temperature, soil pH, dan soil electrical conductivity atau EC.
Sensor menggunakan komunikasi RS485 dengan Modbus Protocol, sehingga dapat diintegrasikan dengan PLC, RTU, data logger, irrigation controller, maupun industrial IoT gateway. Dengan satu perangkat, pengguna dapat memperoleh beberapa parameter penting untuk membantu memahami kondisi tanah secara lebih menyeluruh.
Berdasarkan spesifikasi produk, sensor memiliki rentang kelembapan 0–100%, temperatur pengukuran -40°C hingga 80°C, pH 3–9 pH, serta conductivity hingga 20.000 µS/cm. Desain probe memungkinkan sensor dipasang langsung pada media tanah untuk aplikasi monitoring secara kontinu.
1. Deskripsi Produk
RS-ECTHPH-N01-TR-1-EX 4 in 1 Soil Nutrient Sensor adalah sensor multi-parameter untuk mengukur kondisi tanah melalui empat parameter utama:
- Soil Moisture
- Soil Temperature
- Soil pH
- Soil Electrical Conductivity / EC
Perangkat menggunakan beberapa probe logam yang dimasukkan langsung ke dalam tanah atau media pengukuran.
Sensor bekerja dengan suplai tegangan 4,5–30V DC dan mendukung komunikasi RS485 Modbus Protocol. Karena menggunakan standar komunikasi industri, sensor dapat dikoneksikan dengan berbagai perangkat pengumpulan dan pengolahan data.
Dalam implementasi berbasis IoT, arsitektur sistem dapat dikembangkan menjadi:
RS-ECTHPH Sensor → RS485 Modbus → IoT Gateway → 4G / Ethernet / Wi-Fi → Cloud → Dashboard
Melalui sistem tersebut, parameter kondisi tanah dapat dimonitor secara real-time maupun disimpan sebagai data historis untuk analisis lebih lanjut.
Catatan: Walaupun pada materi produk perangkat diberi nama “4 in 1 Soil Nutrient Sensor”, spesifikasi yang tercantum pada sumber menunjukkan empat parameter pengukuran berupa moisture, temperature, pH, dan conductivity/EC. Materi yang tersedia tidak mencantumkan pengukuran nitrogen, phosphorus, atau potassium/NPK.
2. Fitur Utama Produk dan Solusi

1. Sensor Tanah 4-in-1
Satu perangkat dapat mengukur empat parameter:
- Moisture
- Temperature
- pH
- Electrical Conductivity
Solusi:
Mengurangi kebutuhan menggunakan beberapa sensor terpisah pada satu titik monitoring sehingga sistem menjadi lebih ringkas.
2. Soil Moisture 0–100%
Sensor mendukung pengukuran kadar kelembapan tanah dari 0 hingga 100%.
Akurasi yang tercantum:
- ±2% pada rentang 0–50%
- ±3% pada rentang 50–100%
Solusi:
Membantu mengetahui perubahan kadar air tanah sebagai parameter pendukung smart irrigation dan monitoring pertanian.
3. Soil Temperature -40°C hingga 80°C
Rentang pengukuran temperatur sensor mencapai -40°C hingga 80°C.
Akurasi temperatur:
±0,5°C pada 25°C
Solusi:
Memberikan informasi kondisi termal tanah untuk monitoring pertumbuhan tanaman maupun penelitian lingkungan.
4. Soil pH 3–9 pH
Sensor memiliki rentang pengukuran pH sekitar 3–9 pH.
Solusi:
Membantu pengguna memperoleh informasi tingkat keasaman atau kebasaan media tanah sebagai salah satu parameter pengelolaan lahan.
5. Soil EC hingga 20.000 µS/cm
Sensor mendukung pengukuran electrical conductivity hingga 20.000 µS/cm.
Solusi:
Memberikan data conductivity tanah sebagai salah satu parameter kondisi media pada pertanian, greenhouse, atau penelitian.
6. Komunikasi RS485
Sensor menyediakan output RS485.
Solusi:
Memudahkan integrasi dengan controller industri, RTU, PLC, data logger, dan IoT gateway.
7. Modbus Protocol
Komunikasi digital menggunakan Modbus Protocol.
Solusi:
Mempermudah interoperabilitas dengan banyak perangkat automation dan monitoring yang menggunakan standar Modbus.
8. Wide Power Supply 4,5–30V DC
Sensor mendukung catu daya dari 4,5V hingga 30V DC.
Solusi:
Memberikan fleksibilitas integrasi pada berbagai panel kontrol, data logger, atau sistem IoT.
9. Working Temperature -20°C hingga 60°C
Rentang suhu kerja perangkat adalah -20°C sampai 60°C.
Solusi:
Mendukung penggunaan sensor pada berbagai kondisi lingkungan sesuai batas spesifikasinya.
10. Probe Langsung ke Tanah
Sensor menggunakan beberapa probe logam untuk pengukuran langsung pada media tanah.
Solusi:
Membantu proses instalasi pada area pertanian, greenhouse, pot tanaman, perkebunan, ataupun area penelitian.
11. Desain Compact
Dimensi perangkat sekitar 123 × 45 × 15 mm.
Solusi:
Memudahkan penempatan sensor pada berbagai titik monitoring tanpa membutuhkan ruang instalasi besar.
12. Mendukung Integrasi IoT
Sensor dapat dikoneksikan ke IoT gateway melalui RS485.
Solusi:
Data soil moisture, temperature, pH, dan EC dapat diteruskan menuju server atau cloud untuk monitoring jarak jauh.
3. Technical Specification
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Product Name | 4 in 1 Soil Nutrient Sensor |
| Model | RS-ECTHPH-N01-TR-1-EX |
| Measurement Parameters | Moisture, Temperature, pH, Conductivity / EC |
| Power Supply | 4,5–30V DC |
| Working Temperature | -20°C hingga 60°C |
| Soil Moisture Range | 0–100% |
| Moisture Accuracy 0–50% | ±2% |
| Moisture Accuracy 50–100% | ±3% |
| Temperature Range | -40°C hingga 80°C |
| Temperature Accuracy | ±0,5°C pada 25°C |
| Soil pH Range | 3–9 pH |
| Conductivity / EC Range | 0–20.000 µS/cm |
| EC Accuracy 0–10.000 µS/cm | ±3% |
| EC Accuracy 10.000–20.000 µS/cm | ±5% |
| EC Accuracy Reference Condition | Brown soil, 60% RH, 25°C |
| Output Signal | RS485 |
| Communication Protocol | Modbus Protocol |
| Probe Type | Multi-probe direct soil measurement |
| Product Dimensions | 123 × 45 × 15 mm |
| Installation | Direct insertion into soil/media |
| Integration | PLC, RTU, Data Logger, IoT Gateway, Controller |
Catatan EC
Spesifikasi pada materi sumber menyebutkan:
- Rentang conductivity 0–20.000 µS/cm
- Rentang 0–10.000 µS/cm: ±3%
- Rentang 10.000–20.000 µS/cm: ±5%
- Referensi kondisi: Brown soil, 60% RH, 25°C
Untuk proyek yang memerlukan toleransi pengukuran yang sangat ketat, konfigurasi dan metode pengujian sebaiknya dikonfirmasi kembali berdasarkan datasheet final yang menyertai unit.
4. Manfaat dan Aplikasi

1. Smart Agriculture
Mengintegrasikan beberapa parameter kondisi tanah ke dalam sistem pertanian berbasis sensor dan IoT.
2. Precision Farming
Data moisture, temperature, pH, dan EC dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam pengelolaan area pertanian secara lebih terukur.
3. Smart Irrigation
Nilai soil moisture dapat digunakan sebagai salah satu parameter untuk menentukan kebutuhan pengairan.
Contoh sistem:
Soil Sensor → RS485 → IoT Controller → Pump / Valve → Cloud Dashboard
4. Greenhouse Monitoring
Sensor dapat digunakan untuk memonitor kondisi media tanam dalam greenhouse secara berkala.
5. Monitoring pH Tanah
Pengukuran pH membantu pengguna mengamati tingkat keasaman atau kebasaan media tanah.
6. Monitoring EC Tanah
Electrical conductivity memberikan parameter tambahan untuk membantu mengevaluasi kondisi media tanam.
7. Perkebunan
Dapat digunakan untuk monitoring kondisi tanah pada:
- Kelapa sawit
- Kopi
- Teh
- Karet
- Hortikultura
- Perkebunan lainnya
8. Pertanian Hortikultura
Cocok untuk pengumpulan data tanah pada budidaya sayuran, buah, dan tanaman hortikultura.
9. Nursery dan Pembibitan
Membantu pemantauan media tanam pada area nursery dan pembibitan.
10. Landscape dan Taman
Dapat digunakan dalam monitoring kondisi tanah pada taman, landscape, dan ruang terbuka hijau.
11. Smart City Green Area
Sensor dapat menjadi bagian dari sistem monitoring tanaman dan ruang hijau berbasis IoT.
12. Penelitian Tanah
Empat parameter dalam satu perangkat dapat digunakan untuk membantu proses pengumpulan data pada kegiatan penelitian.
13. Environmental Monitoring
Sensor dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan kondisi tanah dan lingkungan.
14. Remote Farm Monitoring
RS485 Modbus dapat dihubungkan ke IoT gateway agar data dari lokasi pertanian dapat dipantau dari jarak jauh.
15. IoT Soil Monitoring System
Arsitektur monitoring dapat menggunakan:
RS-ECTHPH → RS485 Modbus → IoT Gateway → Internet → Cloud Platform → Dashboard
Dengan konsep tersebut, pengguna dapat memperoleh:
- Monitoring real-time
- Data historis
- Alarm berdasarkan threshold
- Reporting
- Visualisasi grafik
- Remote monitoring
5. Standar Paket

Materi produk yang tersedia tidak mencantumkan packing list secara lengkap. Oleh karena itu, standar paket sebaiknya ditampilkan secara konservatif.
Paket Utama
- 1 × RS-ECTHPH-N01-TR-1-EX 4-in-1 Soil Sensor
Terintegrasi pada perangkat
- Multi-probe soil sensor
- Kabel sensor terintegrasi
Catatan
Komponen berikut tidak tercantum sebagai standar paket pada materi sumber:
- Power supply
- RS485 converter
- IoT gateway
- Data logger
- Extension cable
- Mounting accessories
- Irrigation controller
Ketersediaannya perlu dikonfirmasi berdasarkan konfigurasi pemesanan.














There are no reviews yet.