Automation saat ini bergerak menuju arsitektur yang mengintegrasikan perangkat lapangan (OT) dengan sistem IT. Tujuannya bukan sekadar membuat proses berjalan otomatis, tetapi juga terukur, terpantau, dan dapat dioptimasi. Pola yang semakin sering digunakan adalah “edge + cloud”: pemrosesan cepat dilakukan dekat mesin/perangkat, sementara cloud dipakai untuk analitik, histori data, dan orkestrasi multi-site.
Di level edge, tim biasanya menargetkan tiga hal: (1) respon cepat untuk kontrol dan alarm, (2) pengurangan beban bandwidth melalui filtering/agregasi data, dan (3) ketahanan operasional ketika koneksi internet bermasalah. Cloud kemudian menjadi tempat untuk menyatukan data lintas lokasi, membangun dashboard, membuat laporan, serta menjalankan analitik yang lebih berat.
Kunci sukses automation modern adalah menyusun prioritas dengan tepat: mulai dari proses yang paling sering menimbulkan downtime, bottleneck produksi, atau kualitas yang tidak stabil. Setelah itu, lakukan implementasi bertahap dengan KPI yang jelas—misalnya downtime turun berapa persen, scrap rate berkurang berapa, atau konsumsi energi turun berapa.
Jika Anda ingin menerapkan pendekatan “edge + cloud” secara lebih cepat dan rapi, Anda bisa mempertimbangkan solusi yang sudah siap pakai untuk kebutuhan integrasi, monitoring, dan pengolahan data di lapangan. Lihat detail produk di sini: https://www.microthings.id/product/microthings/




