Dark Light

Penerapan Teknologi IoT dalam Monitoring Kualitas Air Waduk dan Reservoir Leave a comment

Monitoring kualitas air waduk membantu pengelola menjaga mutu air untuk berbagai kebutuhan. Waduk menjadi sumber air bagi warga, lahan tani, dan usaha ikan. Namun, kondisi air dapat berubah akibat hujan, lumpur, dan limbah. Oleh karena itu, mutu air perlu dicek secara rutin.

Saat ini, teknologi Internet of Things (IoT) dapat membantu proses pantau air. Sensor akan membaca nilai air pada titik yang telah dipilih. Setelah itu, data masuk ke sistem pusat melalui jaringan internet. Petugas pun dapat melihat hasil ukur dari lokasi lain.

Selain itu, sistem IoT dapat menyimpan data secara rutin. Hasil ukur dapat tampil dalam bentuk angka dan grafik. Dengan begitu, petugas lebih mudah melihat perubahan mutu air dari waktu ke waktu.

Mengapa Kualitas Air Waduk Perlu Dipantau?

Waduk memiliki banyak fungsi bagi warga dan alam. Airnya dapat dipakai untuk irigasi, air baku, usaha ikan, serta kebutuhan pabrik. Karena itu, mutu air perlu dijaga agar sesuai dengan tujuan pakainya.

Namun, kondisi air tidak selalu sama sepanjang tahun. Hujan deras dapat membawa lumpur dari sungai menuju waduk. Sementara itu, musim kemarau dapat membuat tinggi muka air turun. Perubahan ini dapat memengaruhi sifat air.

Sebagai contoh, air yang keruh dapat menambah beban kerja pada tempat olah air. Kadar oksigen yang rendah juga dapat mengganggu ikan. Oleh sebab itu, petugas perlu melihat beberapa nilai air secara rutin.

Dengan sistem monitoring, tim dapat melihat perubahan melalui hasil ukur. Data lama juga bisa menjadi bahan saat petugas menilai kondisi waduk. Jika ada nilai yang tidak wajar, tim dapat melakukan cek lebih lanjut.

Masalah dalam Monitoring Kualitas Air Waduk Secara Manual

Banyak tempat masih memakai cara manual untuk memeriksa mutu air. Petugas datang ke lokasi, mengambil sampel, lalu melakukan uji. Namun, cara ini perlu waktu dan tenaga.

Selain itu, area waduk dapat sangat luas. Beberapa titik ukur berada jauh dari jalan atau pusat kerja. Akibatnya, proses cek pada banyak lokasi menjadi lebih sulit.

Kondisi air juga dapat berubah sebelum jadwal uji berikutnya. Misalnya, nilai keruh air dapat naik setelah hujan deras. Karena itu, sistem pantau otomatis dapat membantu kerja petugas.

Sensor IoT dapat membaca nilai air sesuai jadwal yang telah diatur. Kemudian, hasil ukur masuk ke pusat data. Dengan cara ini, perubahan kondisi air dapat lebih cepat diketahui.

Titik Monitoring Kualitas Air pada Waduk

Setiap bagian waduk dapat memiliki kondisi air yang berbeda. Oleh sebab itu, titik ukur perlu dipilih dengan tepat. Letak sensor juga harus aman dan mudah dirawat.

1. Titik Masuk Air Waduk

Air dapat masuk ke waduk melalui sungai atau saluran lain. Aliran tersebut bisa membawa tanah, lumpur, dan zat terlarut. Karena itu, titik masuk perlu menjadi salah satu lokasi pantau.

Sensor pH, suhu, dan turbidity dapat dipakai pada area ini. Selain itu, sensor conductivity dapat membantu melihat perubahan sifat air. Data tersebut menjadi bahan awal untuk menilai kondisi air masuk.

Jika nilai air berubah, petugas dapat memeriksa kondisi aliran. Riwayat data juga membantu melihat kapan perubahan terjadi. Dengan begitu, proses cek dapat lebih terarah.

2. Bagian Tengah Waduk

Air pada bagian tengah dapat memiliki sifat yang berbeda dari tepi. Angin, arus, dan kedalaman dapat memengaruhi kondisi air. Oleh karena itu, titik tengah dapat menjadi lokasi ukur tambahan.

Sensor DO dan suhu dapat membantu melihat kondisi air. Sementara itu, sensor pH dapat membaca tingkat asam atau basa. Hasilnya dapat dibandingkan dengan data dari titik lain.

3. Area Dekat Bendungan

Area dekat bendungan juga perlu mendapat perhatian. Pada waduk yang dalam, suhu dan kadar oksigen dapat berbeda pada tiap lapisan. Karena itu, posisi sensor perlu mengikuti tujuan ukur.

Sebagai contoh, pengelola dapat mengukur DO pada bagian atas dan bawah. Hasil kedua titik tersebut lalu dapat dibandingkan. Dengan cara ini, tim memperoleh gambaran kondisi air yang lebih lengkap.

4. Titik Ambil Air Baku

Beberapa waduk menjadi sumber air bagi Water Treatment Plant atau WTP. Pada titik ini, air masuk ke tempat olah sebelum dipakai. Oleh sebab itu, mutu air perlu dicek secara rutin.

Sensor pH, turbidity, suhu, dan conductivity dapat menjadi pilihan. Misalnya, nilai keruh yang naik dapat memberi tanda bahwa filter WTP perlu diawasi. Data tersebut membantu tim melihat kondisi air baku.

5. Saluran Keluar Waduk

Air dari waduk dapat mengalir menuju sungai atau saluran lain. Karena itu, mutu air pada titik keluar juga perlu dipantau. Sensor DO, suhu, dan turbidity dapat dipakai sesuai kebutuhan.

Hasil ukur lalu masuk ke sistem pusat. Selain itu, data dapat dibandingkan dengan nilai dari titik masuk. Dengan begitu, tim dapat melihat perubahan pada beberapa lokasi.

6. Area Budidaya Ikan

Sebagian waduk dipakai untuk usaha ikan dengan keramba. Pada area ini, kadar oksigen menjadi nilai yang penting. Suhu dan pH juga perlu dijaga sesuai jenis ikan.

Karena itu, sensor DO, pH, dan suhu dapat membantu proses pantau. Jika nilai berubah, pengelola bisa memeriksa kondisi air. Data tersebut juga dapat menjadi bahan saat menilai kondisi budidaya.

Parameter Penting untuk Monitoring Kualitas Air Waduk

Setiap waduk memiliki kebutuhan ukur yang berbeda. Oleh sebab itu, jenis sensor harus mengikuti tujuan kerja. Berikut beberapa nilai yang sering dipakai.

1. pH Air

pH menunjukkan tingkat asam atau basa dalam air. Nilainya dapat berubah akibat kondisi alam dan zat yang masuk ke waduk. Karena itu, sensor pH membantu petugas melihat perubahan sifat air.

Jika nilai berubah jauh dari kondisi biasa, tim dapat melakukan cek. Selain itu, data lama dapat menjadi bahan pembanding.

2. Dissolved Oxygen (DO)

DO menunjukkan kadar oksigen yang larut dalam air. Nilai ini penting bagi ikan dan makhluk air lain. Oleh karena itu, kadar DO perlu dipantau pada titik yang sesuai.

Kadar oksigen dapat berubah antara siang dan malam. Suhu serta jumlah bahan organik juga dapat memengaruhi nilainya. Dengan sensor DO, petugas dapat melihat pola tersebut.

3. Suhu Air

Suhu air dapat berubah karena cuaca dan kedalaman. Pada waduk yang dalam, suhu atas dan bawah dapat berbeda. Karena itu, sensor perlu dipasang pada posisi yang tepat.

Selain itu, suhu dapat memengaruhi kadar oksigen dalam air. Data suhu dan DO dapat dibaca bersama untuk membantu proses cek.

4. Turbidity atau Kekeruhan

Turbidity menunjukkan tingkat keruh dalam air. Nilainya dapat naik saat lumpur masuk ke waduk. Misalnya, hujan deras dapat membuat air sungai menjadi lebih keruh.

Sensor turbidity membantu membaca perubahan tersebut. Setelah itu, data dapat tampil dalam bentuk grafik. Dengan begitu, tren kekeruhan lebih mudah dilihat.

5. Total Suspended Solids (TSS)

TSS menunjukkan kadar padatan yang masih melayang dalam air. Nilai ini dapat naik saat waduk menerima banyak tanah. Oleh karena itu, sensor TSS dapat membantu melihat perubahan kadar padatan.

Namun, TSS berbeda dari turbidity. Kedua nilai tersebut memakai cara ukur yang berbeda. Hasilnya perlu dibaca sesuai fungsi alat.

6. Conductivity dan TDS

Conductivity menunjukkan daya hantar listrik dalam air. Sementara itu, TDS memberi gambaran tentang kadar zat terlarut. Kedua nilai ini dapat membantu melihat perubahan sifat air waduk.

Hasil ukur dapat dibaca bersama pH dan suhu. Jika ada perubahan besar, petugas dapat melakukan uji tambahan.

7. Ammonia dan COD

Ammonia dan COD juga dapat menjadi bagian dari uji mutu air. Kadar ammonia dapat berubah karena sumber zat dari luar dan proses urai bahan organik. COD membantu melihat beban zat yang dapat dioksidasi secara kimia.

Namun, pengukuran kedua nilai tersebut perlu sensor yang sesuai. Hasil alat online juga harus dicek secara rutin. Dengan cara ini, data dapat dipakai sesuai tujuan kerja.

Cara Kerja Monitoring Kualitas Air Waduk Berbasis IoT

Sistem monitoring kualitas air waduk memakai sensor, alat baca, IoT Gateway, dan cloud. Semua bagian bekerja untuk mengirim data dari lokasi ke pusat. Karena itu, jalur data harus disiapkan dengan baik.

Pertama, sensor membaca kondisi air pada titik yang telah dipilih. Hasil ukur lalu masuk ke alat baca utama. Sebagai contoh, sensor DO mengirim nilai oksigen ke DR-5000.

Kemudian, IoT Gateway mengambil data melalui RS485 Modbus. Gateway dapat mengirim hasil ukur lewat jaringan 4G, WiFi, atau Ethernet. Setelah itu, data masuk ke server cloud.

Melalui dashboard, petugas dapat melihat nilai air dan grafik. Selain itu, riwayat hasil ukur dapat disimpan sebagai bahan laporan. Dengan begitu, kondisi air dapat diawasi dari satu sistem.

Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 untuk Monitoring Kualitas Air Waduk

Salah satu alat yang dapat digunakan adalah Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 dari Microthings. Alat ini berfungsi untuk membaca beberapa nilai mutu air dalam satu unit. Karena itu, DR-5000 cocok menjadi bagian dari sistem monitoring kualitas air waduk.

DR-5000 memiliki bentuk wall-mounted atau dipasang pada dinding. Alat ini mampu membaca hingga lima parameter secara bersamaan. Selain itu, hasil ukur dapat tampil pada layar LCD. Dengan begitu, petugas dapat melihat beberapa nilai melalui satu alat.

Produk ini juga mendukung sensor analog dan digital yang sesuai. Jenis sensor dapat dipilih menurut kebutuhan proyek. Oleh sebab itu, DR-5000 dapat dipakai pada berbagai titik ukur dengan susunan sensor yang berbeda.

Cara Menggunakan DR-5000 pada Waduk

DR-5000 dapat dipasang pada panel dekat lokasi ukur. Sementara itu, probe sensor berada di dalam air memakai alat penahan yang sesuai. Panel perlu aman dari hujan, banjir, dan gangguan cuaca.

Sebagai contoh, satu unit dapat memakai sensor pH, DO, suhu, turbidity, dan conductivity. Kelima nilai tersebut dapat membantu petugas melihat kondisi dasar air. Hasil ukur lalu tampil pada satu layar.

Namun, satu unit hanya mendukung hingga lima parameter secara bersamaan. Jika proyek perlu membaca TSS atau ammonia, susunan sensor dapat diubah. Karena itu, pengguna perlu memilih nilai yang paling penting.

Pada waduk yang luas, satu unit mungkin belum cukup. Beberapa alat dapat dipasang pada titik yang berbeda. Dengan cara ini, data dari banyak lokasi dapat masuk ke pusat pantau.

Pilihan Sensor DR-5000

DR-5000 mendukung berbagai jenis sensor sesuai pilihan alat. Berikut sensor yang dapat dipakai untuk kebutuhan mutu air.

Sensor Fungsi
pH Melihat tingkat asam atau basa
ORP Mengukur nilai redoks air
DO Membaca kadar oksigen terlarut
Suhu Mengukur suhu air
Conductivity Melihat daya hantar listrik
TDS Mengukur kadar zat terlarut
Salinity Melihat kadar garam
Turbidity Mengukur tingkat keruh air
TSS Membaca kadar padatan dalam air
COD Memantau COD sesuai sensor
Ammonia Mengukur kadar amonia
Residual Chlorine Melihat sisa klorin
Level Melihat tinggi muka air

Setiap sensor memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, jenis probe harus dipilih sesuai sifat air. Kecocokan sensor dengan input alat juga perlu diperiksa.

Fitur Utama DR-5000

Membaca Hingga Lima Parameter

DR-5000 dapat membaca hingga lima nilai air dalam satu alat. Hasil ukur tampil pada layar LCD. Dengan begitu, petugas tidak perlu memakai banyak layar pada satu panel.

Input Sensor Analog dan Digital

Alat ini mendukung sensor analog dan digital yang sesuai. Pengguna dapat memilih jenis probe sesuai tujuan ukur. Namun, sensor harus cocok dengan input alat.

Output 4–20 mA

DR-5000 memiliki dua jalur output 4–20 mA. Jalur ini dapat mengirim nilai ukur ke alat lain. Misalnya, data dapat masuk ke PLC atau alat pencatat.

RS485 Modbus

Jalur RS485 Modbus membantu alat terhubung dengan sistem pusat. IoT Gateway dapat membaca data melalui jalur tersebut. Kemudian, hasil ukur dapat dikirim ke cloud.

Simpan Data

DR-5000 mendukung fitur simpan data sesuai pilihan unit. Selain itu, data dapat dikirim ke sistem luar. Riwayat hasil ukur dapat membantu petugas melihat tren air.

Kalibrasi Sensor

Sensor perlu dicek dan dikalibrasi secara rutin. Cara kalibrasi dapat berbeda pada tiap probe. Oleh karena itu, petugas harus mengikuti panduan alat.

Spesifikasi Utama DR-5000

Berikut data utama DR-5000 untuk kebutuhan pantau air waduk.

Bagian Data Alat
Model DR-5000
Merek Dongrun
Jenis alat Multi Parameter Water Quality Analyzer
Cara pasang Wall-mounted
Jumlah parameter Hingga 5
Input sensor Analog dan digital
Daya listrik 85–265 VAC
Daya alat 20 W
Layar LCD
Output 2 jalur 4–20 mA
Jalur data RS485 Modbus
Ukuran 320 × 260 × 130 mm
Simpan data Lokal atau SD sesuai pilihan

Rentang ukur dapat berbeda pada setiap sensor. Karena itu, data akhir perlu dicek sebelum alat dipasang. Langkah ini membantu pengguna memilih alat yang sesuai dengan kondisi air.

Integrasi DR-5000 dengan IoT Gateway

IoT Gateway menjadi penghubung antara DR-5000 dan cloud. Alat ini membantu proses kirim data dari lokasi waduk. Karena itu, petugas dapat melihat nilai sensor tanpa harus datang ke panel.

Sensor lebih dulu membaca kondisi air. DR-5000 lalu menerima hasil ukur tersebut. Setelah itu, gateway membaca data melalui RS485 Modbus.

Selanjutnya, data dikirim ke server melalui jaringan internet. Koneksi dapat memakai 4G, WiFi, atau Ethernet sesuai jenis gateway. Dengan begitu, data air waduk dapat dilihat dari lokasi lain.

Namun, beberapa titik waduk berada jauh dari sumber listrik. Karena itu, tim perlu memeriksa pasokan daya saat survei. DR-5000 memakai listrik AC, sehingga tenaga surya perlu alat ubah daya yang sesuai.

Selain itu, panel dan kabel harus aman dari air. Letak alat juga perlu mudah dijangkau saat proses cek. Dengan cara ini, perawatan dapat berjalan lebih mudah.

Monitoring Kualitas Air Waduk melalui Microthings IoT Platform

Microthings IoT Platform dapat menjadi pusat data dari DR-5000. Setelah alat terhubung dengan IoT Gateway, hasil ukur masuk ke cloud. Kemudian, petugas dapat membuka dashboard sesuai hak akses.

Melalui dashboard, nilai pH, DO, suhu, dan sensor lain dapat tampil pada satu layar. Data juga dapat disusun menjadi grafik. Selain itu, riwayat hasil ukur membantu tim melihat perubahan mutu air.

Sebagai contoh, nilai turbidity dapat naik setelah hujan deras. Petugas lalu dapat melihat kapan perubahan mulai terjadi. Setelah itu, tim dapat memeriksa kondisi aliran masuk waduk.

Alarm juga dapat dibuat jika sistem mendukung fitur tersebut. Saat nilai air melewati batas, sistem akan memberi tanda sesuai setelan. Namun, petugas tetap perlu mengecek hasil sensor sebelum mengambil langkah.

Manfaat Monitoring Kualitas Air Waduk Berbasis IoT

Sistem IoT dapat membantu kerja pengelola waduk. Selain membuat data lebih mudah dilihat, hasil ukur juga dapat disimpan secara rutin. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh.

1. Memantau Air Secara Real-Time

Sensor membaca nilai air sesuai jadwal. Setelah itu, hasil ukur masuk ke pusat pantau. Dengan begitu, petugas dapat melihat perubahan lebih cepat.

2. Membantu Menjaga Mutu Air Baku

Waduk dapat menjadi sumber air bagi WTP. Karena itu, kondisi air pada titik ambil perlu diawasi. Data sensor membantu tim melihat perubahan sebelum air masuk ke proses olah.

3. Mengurangi Cek Manual

Petugas tidak perlu selalu datang hanya untuk membaca angka pada alat. Sebab, data dapat dikirim ke cloud. Namun, sensor tetap perlu dirawat secara rutin.

4. Menyimpan Riwayat Data

Hasil ukur dapat tersimpan dari waktu ke waktu. Kemudian, data dapat tampil dalam bentuk grafik. Dengan cara ini, tren mutu air lebih mudah dilihat.

5. Membantu Menemukan Masalah

Perubahan pH, DO, atau kekeruhan dapat menjadi tanda bahwa kondisi air berubah. Karena itu, data sensor membantu tim memilih lokasi yang perlu dicek. Hasilnya juga dapat menjadi bahan untuk uji lanjutan.

Penerapan Sistem pada Berbagai Fungsi Waduk

Sistem pantau mutu air dapat digunakan pada berbagai lokasi. Namun, pilihan sensor perlu mengikuti tujuan kerja.

Waduk untuk Air Bersih

Waduk dapat menjadi sumber air baku bagi warga dan pabrik. Karena itu, mutu air pada titik ambil perlu dipantau. Sensor pH, suhu, dan turbidity dapat membantu proses cek.

Selain itu, conductivity dapat dipakai untuk melihat perubahan sifat air. Hasil ukur dapat membantu tim WTP saat kondisi air baku berubah.

Waduk untuk Irigasi

Air waduk juga dapat digunakan untuk lahan tani. Oleh sebab itu, mutu air perlu sesuai dengan jenis tanaman. Sensor pH, suhu, dan conductivity dapat menjadi pilihan awal.

Hasil ukur membantu pengelola melihat perubahan air. Dengan begitu, data dapat dipakai saat tim memeriksa sumber air.

Waduk untuk Pembangkit Listrik

Beberapa waduk menjadi bagian dari pembangkit listrik tenaga air. Pada lokasi ini, mutu air dapat menjadi data pendukung kerja. Karena itu, sensor suhu, TSS, dan turbidity dapat dipakai sesuai kebutuhan.

Namun, alat mutu air tidak mengganti alat ukur debit atau tekanan. Setiap sistem memiliki tugas yang berbeda.

Waduk untuk Budidaya Ikan

Usaha ikan memerlukan kondisi air yang sesuai. Kadar oksigen dan suhu menjadi nilai penting. Oleh karena itu, sensor DO dan suhu dapat membantu proses pantau.

Selain itu, pH dan ammonia dapat dipilih jika diperlukan. Hasil ukur menjadi bahan saat pengelola memeriksa kondisi budidaya.

Waduk untuk Wisata

Waduk wisata perlu dijaga agar mutu air tetap baik. Sensor pH, DO, dan turbidity dapat menjadi pilihan. Dengan begitu, perubahan kondisi air dapat lebih mudah diketahui.

Riwayat hasil ukur juga dapat menunjukkan pola saat musim hujan. Data tersebut membantu pengelola dalam proses cek lingkungan.

Langkah Pemasangan Sistem Monitoring Kualitas Air Waduk

Sebelum alat dipasang, tim perlu melakukan survei lokasi. Sumber listrik, kondisi jaringan, serta jumlah titik ukur perlu dicek. Karena itu, tahap awal menjadi bagian penting dalam proses kerja.

1. Pilih Titik Ukur

Tim memilih lokasi sesuai tujuan pantau. Misalnya, titik dapat berada dekat aliran masuk atau area bendungan. Selain itu, kedalaman sensor perlu mengikuti kondisi air.

2. Tentukan Jenis Sensor

Setelah lokasi jelas, tim memilih nilai air yang ingin diukur. Sensor pH, DO, suhu, turbidity, dan conductivity dapat menjadi pilihan. Namun, jenis probe harus cocok dengan input alat.

3. Pasang DR-5000

DR-5000 dipasang pada panel atau dinding yang aman. Kemudian, probe ditempatkan dalam air. Jalur kabel perlu dijaga agar tidak mudah rusak.

4. Hubungkan IoT Gateway

Gateway dapat terhubung ke DR-5000 melalui RS485 Modbus. Setelah itu, tim mengatur jalur internet. Dengan cara ini, hasil ukur dapat masuk ke cloud.

5. Atur Dashboard

Petugas dapat membuat tampilan nilai sensor sesuai kebutuhan. Nama titik ukur dan batas alarm perlu dibuat dengan jelas. Selain itu, jadwal kirim data harus sesuai tujuan pantau.

6. Lakukan Uji Alat

Sebelum sistem dipakai penuh, tim perlu melakukan uji fungsi. Sensor juga perlu melalui proses kalibrasi sesuai panduan. Dengan begitu, hasil ukur awal dapat diperiksa.

Perawatan Sensor Kualitas Air Waduk

Sensor yang berada di waduk dapat terkena lumpur dan lumut. Hal ini dapat membuat hasil ukur kurang tepat. Karena itu, petugas perlu membuat jadwal cuci dan cek sensor.

Selain itu, kondisi kabel dan alat penahan perlu diawasi. Arus, angin, serta perubahan tinggi air dapat mengubah posisi probe. Oleh sebab itu, alat harus dipasang dengan kuat.

Kalibrasi juga menjadi bagian penting dalam proses rawat alat. Setiap sensor memiliki cara cek yang berbeda. Dengan mengikuti panduan, mutu hasil ukur dapat lebih terjaga.

Monitoring Online dan Mutu Air Waduk

Sensor IoT dapat membantu melihat perubahan air secara rutin. Namun, hasil dari beberapa sensor belum cukup untuk menilai seluruh kondisi waduk. Karena itu, uji lab tetap diperlukan sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, air waduk dapat memiliki kadar zat hara yang berbeda. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat memicu tumbuhnya alga. DR-5000 tidak otomatis mengukur semua zat tersebut.

Selain itu, kondisi air di permukaan dapat berbeda dari dasar. Oleh sebab itu, satu titik ukur belum tentu mewakili seluruh waduk. Pengelola dapat memakai beberapa titik untuk melihat kondisi secara lebih lengkap.

Hasil ukur juga perlu dibandingkan dengan aturan mutu air yang berlaku. Tujuan pakai harus menjadi dasar saat membaca nilai air. Dengan cara ini, data online dapat membantu proses jaga mutu air.

Kesimpulan

Monitoring kualitas air waduk berbasis IoT membantu petugas melihat perubahan mutu air secara rutin. Sensor dapat membaca pH, DO, suhu, dan nilai lain sesuai kebutuhan. Selain itu, hasil ukur dapat masuk ke sistem pusat untuk bahan kajian dan laporan.

Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 dari Microthings dapat membaca hingga lima parameter dalam satu unit. Alat ini juga memiliki output 4–20 mA serta RS485 Modbus. Karena itu, DR-5000 dapat terhubung dengan IoT Gateway yang sesuai.

Melalui Microthings IoT Platform, data hasil ukur dapat tampil pada dashboard cloud. Petugas bisa melihat nilai sensor, grafik, serta data lama dari satu sistem. Dengan begitu, proses pantau mutu air waduk menjadi lebih mudah dan terarah.

Pelajari produk Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 dari Microthings untuk kebutuhan monitoring kualitas air waduk dan reservoir berbasis IoT.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SHOPPING CART

close