Monitoring kualitas air sungai menjadi langkah penting dalam menjaga mutu air dan kondisi alam. Sungai menjadi sumber air bagi warga, lahan tani, dan banyak jenis usaha. Namun, mutu air dapat berubah akibat limbah, cuaca, dan kegiatan di sekitar sungai. Karena itu, kondisi air perlu dipantau secara rutin.
Saat ini, teknologi Internet of Things (IoT) dapat membantu proses pantau air sungai secara real-time. Sensor akan membaca nilai air pada titik yang telah dipilih. Setelah itu, data dikirim ke sistem pusat melalui jaringan yang sesuai. Dengan cara ini, petugas dapat melihat kondisi sungai tanpa harus selalu datang ke lokasi.
Selain itu, sistem IoT dapat menyimpan data hasil ukur dari waktu ke waktu. Petugas dapat melihat nilai air, grafik, dan riwayat data melalui satu layar. Data tersebut dapat membantu proses cek dan kajian mutu air. Oleh karena itu, teknologi IoT dapat menjadi solusi untuk memantau kondisi sungai secara lebih mudah.
Daftar Isi :
Mengapa Kualitas Air Sungai Perlu Dipantau?
Sungai memiliki peran penting bagi warga dan alam. Air sungai dapat dipakai sebagai sumber air baku, untuk lahan tani, dan untuk usaha ikan. Karena itu, mutu air perlu dijaga agar sesuai dengan tujuan pakainya.
Namun, kondisi sungai dapat berubah karena banyak hal. Sebagai contoh, hujan deras dapat membawa lumpur dan tanah ke aliran sungai. Selain itu, limbah rumah tangga dan sisa proses kerja pabrik dapat mengubah sifat air. Hal ini membuat mutu air perlu dicek secara berkala.
Dengan alat pantau, petugas dapat melihat perubahan nilai air dari waktu ke waktu. Misalnya, kenaikan nilai keruh dapat menjadi tanda adanya banyak partikel. Sementara itu, nilai DO yang turun dapat menjadi tanda bahwa kondisi oksigen dalam air berubah.
Karena itu, hasil ukur dapat menjadi bahan awal untuk menilai kondisi sungai. Jika ada nilai yang tidak wajar, petugas dapat melakukan cek lebih lanjut. Dengan begitu, proses jaga mutu air dapat memakai data yang lebih jelas.
Tantangan Monitoring Kualitas Air Sungai Secara Manual
Cara manual masih banyak dipakai untuk memeriksa mutu air sungai. Petugas datang ke lokasi untuk mengambil sampel air. Sampel tersebut lalu diuji sesuai jenis nilai yang ingin diketahui. Namun, cara ini perlu waktu dan tenaga.
Selain itu, nilai air dapat berubah di antara waktu uji. Sebagai contoh, air sungai dapat menjadi keruh setelah hujan deras. Jika petugas hanya datang pada waktu tertentu, perubahan tersebut mungkin tidak tercatat.
Lokasi sungai juga dapat menjadi tantangan. Beberapa titik ukur berada jauh dari jalan atau pusat kerja. Karena itu, petugas perlu waktu lebih lama untuk melakukan cek langsung.
Untuk membantu proses tersebut, sensor IoT dapat dipasang pada titik yang sesuai. Sensor akan membaca nilai air sesuai jeda waktu yang telah diatur. Kemudian, data masuk ke sistem pusat. Dengan cara ini, perubahan mutu air dapat lebih cepat diketahui.
Cara Kerja Monitoring Kualitas Air Sungai Berbasis IoT
Sistem monitoring kualitas air sungai memakai sensor, alat baca, IoT Gateway, dan jaringan data. Setiap alat memiliki tugas yang saling terkait. Karena itu, hasil ukur dari sungai dapat masuk ke pusat data secara runtut.
Pertama, sensor dipasang pada titik ukur yang telah dipilih. Sensor lalu membaca nilai air, seperti pH, DO, suhu, atau tingkat keruh. Hasil ukur tersebut masuk ke alat baca utama.
Setelah itu, alat baca dapat mengirim data ke IoT Gateway melalui jalur yang sesuai. Gateway lalu mengirim data menuju cloud lewat jaringan internet. Dengan begitu, data dari lokasi sungai dapat masuk ke sistem pusat.
Selanjutnya, petugas dapat membuka dashboard untuk melihat hasil ukur. Layar tersebut dapat menampilkan nilai sensor dan grafik. Selain itu, data lama dapat disimpan sebagai bahan kajian.
Namun, waktu tampil data dapat bergantung pada jeda ukur dan kondisi jaringan. Karena itu, sistem perlu memiliki koneksi yang baik. Dengan cara ini, data dapat masuk sesuai jadwal yang telah dibuat.
Titik Pemasangan Sensor IoT pada Sungai
Pemilihan titik ukur menjadi bagian penting dalam sistem pantau sungai. Setiap titik memiliki kondisi dan tujuan yang berbeda. Oleh sebab itu, lokasi sensor perlu dipilih sesuai kebutuhan.
1. Monitoring Kualitas Air di Hulu Sungai
Hulu sungai dapat menjadi salah satu titik awal untuk melihat kondisi air. Pada lokasi ini, petugas dapat mengukur nilai dasar air sebelum masuk ke area yang lebih padat. Namun, kondisi hulu juga dapat berubah karena kegiatan di sekitar sumber air.
Sensor pH, DO, suhu, dan turbidity dapat menjadi pilihan. Data tersebut membantu petugas melihat tren mutu air pada bagian awal sungai. Selain itu, hasil ukur dapat menjadi bahan saat tim menilai kondisi titik lain.
2. Monitoring Sungai Dekat Kawasan Industri
Sungai yang berada dekat kawasan industri perlu mendapat perhatian sesuai risiko di lokasi. Air dari saluran limbah yang masuk ke sungai dapat mengubah nilai air. Karena itu, titik ukur dapat dipilih sebelum dan setelah area masuknya air buangan.
Sensor pH, conductivity, dan suhu dapat membantu melihat perubahan sifat air. Selain itu, sensor COD atau TSS yang sesuai dapat dipakai jika perlu. Namun, hasil sensor saja belum cukup untuk mencari sumber pencemar secara pasti.
Dengan data dari dua titik atau lebih, petugas dapat melihat pola perubahan nilai air. Setelah itu, tim dapat melakukan uji lanjutan bila ada nilai yang tidak wajar. Cara ini membantu proses pengawasan sungai.
3. Monitoring pada Aliran Sungai di Area Kota
Sungai di area kota dapat menerima air dari banyak saluran. Karena itu, nilai air dapat berubah sesuai kondisi sekitar. Sampah, air hujan, dan aliran dari saluran lain juga dapat memengaruhi mutu air.
Pada titik ini, sensor pH, turbidity, DO, dan suhu dapat menjadi pilihan. Hasil ukur dapat masuk ke sistem pusat melalui IoT Gateway. Dengan begitu, petugas dapat melihat tren air tanpa harus selalu datang ke lokasi.
4. Monitoring Kualitas Air di Hilir Sungai
Hilir sungai menjadi salah satu titik penting untuk melihat kondisi air setelah melewati banyak area. Pada bagian ini, sifat air dapat dipengaruhi oleh aliran dari hulu dan saluran lain. Karena itu, petugas perlu memilih lokasi ukur yang dapat mewakili aliran.
Sensor dapat membantu melihat pH, DO, suhu, dan tingkat keruh air. Selain itu, hasil ukur dapat dipakai untuk melihat tren dari waktu ke waktu. Dengan cara ini, petugas memiliki data untuk menilai kondisi hilir sungai.
5. Monitoring pada Titik Air Baku
Beberapa tempat olah air mengambil air baku dari sungai. Karena itu, mutu air pada titik ambil perlu diawasi. Perubahan kondisi air dapat memengaruhi tahap olah berikutnya.
Sensor pH, suhu, dan turbidity dapat membantu petugas melihat kondisi air baku. Selain itu, data conductivity dapat memberi tanda jika sifat air berubah. Hasil ukur ini dapat membantu tim WTP saat memeriksa proses olah.
Parameter Penting untuk Monitoring Kualitas Air Sungai
Sungai memiliki sifat air yang dapat berubah setiap waktu. Oleh karena itu, jenis sensor perlu mengikuti tujuan ukur. Beberapa nilai yang umum dipakai adalah pH, DO, suhu, conductivity, dan turbidity.
1. pH Air Sungai
pH menunjukkan tingkat asam atau basa dalam air. Nilai ini dapat berubah karena kondisi alam dan zat yang masuk ke sungai. Karena itu, sensor pH dapat membantu petugas melihat perubahan sifat air.
Selain itu, hasil ukur pH dapat menjadi bahan saat petugas menilai kondisi sungai. Jika ada perubahan besar, tim dapat melakukan cek lebih lanjut.
2. Dissolved Oxygen (DO)
DO menunjukkan kadar oksigen yang larut dalam air. Nilai ini penting bagi ikan dan makhluk hidup di sungai. Karena itu, sensor DO dapat membantu petugas melihat kondisi oksigen pada titik ukur.
Nilai DO dapat berubah karena suhu, arus, dan beban bahan organik. Selain itu, kadar oksigen juga dapat berubah antara siang dan malam. Dengan data yang rutin, tren tersebut dapat lebih mudah dilihat.
3. Turbidity atau Kekeruhan
Turbidity menunjukkan tingkat keruh air. Nilai ini dapat naik saat air membawa lumpur dan partikel halus. Sebagai contoh, hujan deras dapat membuat air sungai menjadi lebih keruh.
Karena itu, sensor turbidity dapat membantu petugas melihat perubahan kondisi air. Data tersebut juga dapat menjadi bahan untuk menilai dampak hujan terhadap aliran sungai.
4. Conductivity
Conductivity menunjukkan daya hantar listrik dalam air. Nilai ini berkaitan dengan kadar ion yang larut. Karena itu, sensor conductivity dapat membantu melihat perubahan sifat air sungai.
Selain itu, hasil ukur dapat dipakai bersama nilai pH dan suhu. Dengan cara ini, petugas dapat memperoleh data yang lebih lengkap.
5. Total Suspended Solids (TSS)
TSS menunjukkan kadar padatan yang masih melayang di dalam air. Nilai ini dapat naik saat aliran membawa tanah dan lumpur. Karena itu, sensor TSS dapat membantu memantau perubahan kadar padatan.
Namun, TSS dan turbidity bukan nilai yang sama. Keduanya memakai cara ukur yang berbeda. Oleh sebab itu, hasilnya perlu dibaca sesuai jenis sensor.
6. Chemical Oxygen Demand (COD)
COD menjadi salah satu nilai untuk melihat beban zat yang dapat dioksidasi secara kimia dalam air. Nilai ini dapat membantu kajian mutu air sungai. Karena itu, sensor COD yang sesuai dapat dipakai pada proyek yang perlu mengukur nilai tersebut.
Namun, hasil COD dari sensor online perlu dicek sesuai metode alat. Uji lab juga dapat diperlukan untuk melihat kondisi air dengan lebih lengkap.
7. Suhu Air Sungai
Suhu air dapat berubah karena cuaca dan kondisi sekitar. Nilai ini juga dapat memengaruhi kadar oksigen di dalam air. Karena itu, sensor suhu sering dipakai bersama sensor DO.
Selain itu, data suhu dapat membantu petugas melihat pola harian. Dengan begitu, kondisi air dapat dinilai dari lebih dari satu nilai ukur.
Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 untuk Monitoring Sungai

Salah satu alat yang dapat dipakai adalah Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 dari Microthings. Alat ini berfungsi untuk membaca beberapa nilai kualitas air dalam satu unit. Karena itu, DR-5000 dapat menjadi bagian dari sistem pantau air sungai.
DR-5000 memiliki bentuk wall-mounted atau dipasang pada dinding. Alat ini dapat membaca hingga lima parameter secara bersamaan. Selain itu, hasil ukur dapat tampil pada layar LCD. Dengan begitu, petugas dapat melihat beberapa nilai tanpa memakai banyak alat baca.
DR-5000 mendukung pilihan sensor analog dan digital yang sesuai. Karena itu, jenis sensor dapat mengikuti kebutuhan proyek. Alat ini juga memiliki output 4–20 mA dan RS485 Modbus untuk terhubung ke sistem lain.
Cara Menggunakan DR-5000 pada Sungai
Pada sistem pantau sungai, DR-5000 dapat dipasang pada panel di dekat titik ukur. Kemudian, probe sensor ditempatkan pada air dengan alat pasang yang sesuai. Cara ini memisahkan alat baca dari area air.
Sebagai contoh, satu unit dapat memakai sensor pH, DO, turbidity, conductivity, dan suhu. Kelima sensor ini dapat memberi data dasar tentang kondisi sungai. Namun, jenis sensor tetap perlu mengikuti tujuan dan sifat air.
Jika proyek perlu melihat nilai TSS atau COD, tim dapat memilih sensor yang sesuai. Susunan lima parameter lalu dapat diubah menurut kebutuhan. Dengan begitu, DR-5000 dapat dipakai untuk beberapa jenis proyek sungai.
Karena alat utama memakai sumber daya listrik AC, lokasi panel harus memiliki pasokan daya yang sesuai. Jika lokasi berada jauh dari jaringan listrik, sistem perlu sumber daya tambahan yang dirancang secara khusus. Selain itu, panel dan kabel harus aman dari hujan, banjir, serta panas.
Fitur Utama DR-5000
Membaca hingga lima parameter
DR-5000 dapat membaca hingga lima parameter melalui satu alat. Hasil ukur lalu tampil pada layar. Karena itu, sistem dapat lebih ringkas.
Mendukung banyak jenis sensor
DR-5000 mendukung sensor pH, ORP, DO, suhu, TDS, conductivity, turbidity, TSS, COD, dan jenis lain yang sesuai. Namun, sensor harus cocok dengan input alat. Karena itu, pilihan sensor perlu dicek sebelum pemasangan.
Output 4–20 mA
DR-5000 memiliki dua jalur output 4–20 mA. Jalur ini dapat dipakai untuk mengirim nilai ukur ke alat yang sesuai. Misalnya, data dapat masuk ke PLC atau alat pencatat.
Komunikasi RS485 Modbus
DR-5000 mendukung RS485 Modbus untuk kirim data. Jalur ini dapat terhubung dengan IoT Gateway atau sistem pusat yang sesuai. Dengan begitu, hasil ukur dapat dilihat dari lokasi lain.
Simpan Data
DR-5000 mendukung simpan data lokal atau SD sesuai pilihan unit. Selain itu, data dapat dikirim ke cloud. Data tersebut dapat dipakai untuk melihat riwayat mutu air.
Kalibrasi Sensor
Setiap sensor perlu dicek dan dikalibrasi secara rutin. Cara kalibrasi dapat berbeda untuk tiap jenis sensor. Karena itu, petugas perlu mengikuti panduan alat.
Spesifikasi Utama DR-5000
| Bagian | Data Alat |
|---|---|
| Nama produk | Multi Parameter Water Quality Analyzer |
| Model | DR-5000 |
| Merek | Dongrun |
| Cara pasang | Wall-mounted |
| Jumlah parameter | Hingga 5 parameter |
| Input sensor | Analog dan digital |
| Sumber daya | 85–265 VAC |
| Konsumsi daya | 20 W |
| Layar | LCD multiparameter |
| Output analog | 2 jalur 4–20 mA |
| Jalur data | RS485 Modbus |
| Ukuran | 320 × 260 × 130 mm |
| Simpan data | Lokal atau SD sesuai pilihan |
Selain itu, rentang ukur dapat berbeda sesuai sensor yang dipilih. Karena itu, data akhir perlu dicek agar alat sesuai dengan kondisi sungai.
Integrasi DR-5000 dengan IoT Gateway untuk Pantau Sungai
IoT Gateway dapat menjadi jalur kirim data dari DR-5000 ke cloud. Alat ini membantu hasil ukur dari sungai masuk ke sistem pusat. Karena itu, petugas tidak perlu selalu membaca data dari layar alat.
Pertama, sensor membaca nilai air pada titik ukur. DR-5000 lalu menerima data dari sensor. Setelah itu, IoT Gateway dapat membaca hasil ukur melalui RS485 Modbus.
Selanjutnya, gateway mengirim data ke server melalui jaringan yang tersedia. Koneksi dapat memakai 4G, WiFi, atau Ethernet sesuai jenis gateway. Dengan cara ini, data dari sungai dapat masuk ke cloud.
Namun, lokasi sungai sering memiliki kondisi jaringan yang berbeda. Karena itu, tim perlu memeriksa sinyal dan daya sebelum alat dipasang. Hal ini penting agar proses kirim data dapat berjalan dengan baik.
Monitoring Kualitas Air Sungai melalui Microthings IoT Platform
Microthings IoT Platform dapat menjadi pusat data dari sensor DR-5000. Setelah alat terhubung dengan IoT Gateway, data dapat dikirim ke cloud. Kemudian, petugas dapat membuka dashboard sesuai hak akses.
Melalui dashboard, petugas dapat melihat nilai pH, DO, suhu, dan nilai lain yang dipilih. Selain itu, hasil ukur dapat tampil dalam bentuk grafik. Data lama juga dapat dilihat untuk menilai tren mutu air.
Sebagai contoh, nilai turbidity dapat naik setelah hujan deras. Petugas lalu dapat melihat kapan nilai mulai naik dan turun. Dengan cara ini, perubahan kondisi sungai dapat lebih mudah diamati.
Selain itu, sistem dapat memakai fitur alarm sesuai setelan platform. Jika nilai air melewati batas yang telah dibuat, sistem dapat memberi tanda. Namun, petugas tetap perlu memeriksa kondisi sensor dan air sebelum membuat hasil akhir kajian.
Manfaat Monitoring Kualitas Air Sungai Berbasis IoT
Sistem IoT memberi manfaat bagi tim yang bertugas menjaga mutu air sungai. Selain membuat hasil ukur lebih mudah dilihat, sistem juga dapat menyimpan data secara rutin. Berikut beberapa manfaatnya.
1. Memantau Air Secara Real-Time
Sensor membaca nilai air sesuai jadwal yang diatur. Setelah itu, hasil ukur masuk ke sistem pusat. Karena itu, perubahan kondisi air dapat lebih cepat diketahui.
2. Mengurangi Cek Manual
Petugas tidak harus selalu datang untuk membaca angka pada layar alat. Sebab, data dapat dikirim ke cloud. Namun, petugas tetap perlu datang untuk merawat sensor dan mengambil sampel bila diperlukan.
3. Menyimpan Riwayat Data
Sistem dapat menyimpan nilai air dari waktu ke waktu. Lalu, data tersebut dapat tampil dalam bentuk grafik. Dengan begitu, petugas dapat melihat tren harian atau bulanan.
4. Membantu Deteksi Perubahan Air
Perubahan pH, DO, atau kekeruhan dapat menjadi tanda bahwa kondisi sungai berubah. Karena itu, tim dapat memakai data sensor untuk memilih waktu dan titik yang perlu dicek. Hasil ini membantu kerja lapangan.
5. Mendukung Kajian Lingkungan
Riwayat data dapat menjadi bahan untuk melihat mutu air sungai. Selain itu, data dapat dipakai dalam riset atau laporan sesuai kebutuhan. Namun, hasil ukur tetap perlu melalui cek mutu data sebelum dipakai sebagai dasar penilaian resmi.
6. Memudahkan Pantau dari Jarak Jauh
Data dari IoT Gateway dapat masuk ke cloud melalui internet. Setelah itu, petugas dapat membuka dashboard dari lokasi lain. Dengan cara ini, beberapa titik sungai dapat dipantau melalui satu sistem.
Penerapan Sensor IoT pada Berbagai Kebutuhan Sungai
Sistem pantau air sungai dapat dipakai pada banyak jenis proyek. Namun, jumlah sensor dan titik ukur harus mengikuti tujuan kerja.
1. Pengawasan Sungai oleh Dinas Lingkungan
Dinas lingkungan dapat memakai sensor untuk memantau nilai air pada titik yang dipilih. Data tersebut membantu petugas melihat tren kondisi sungai. Selain itu, hasil ukur dapat menjadi bahan untuk menentukan lokasi uji lanjutan.
2. Pemantauan Sungai Dekat Pabrik
Pabrik dapat memakai sistem pantau pada titik sungai yang relevan dengan kegiatan usaha. Misalnya, tim dapat melihat nilai air sebelum dan setelah area aliran masuk tertentu. Namun, penilaian dampak limbah tetap memerlukan metode uji yang tepat.
3. Pemantauan Sumber Air Baku
Tempat olah air dapat memakai sensor pada titik ambil air dari sungai. Data pH, turbidity, dan suhu dapat membantu melihat kondisi air yang masuk. Karena itu, tim WTP dapat lebih cepat tahu saat air baku berubah.
4. Pemantauan Sungai untuk Lahan Tani
Air sungai juga dapat dipakai untuk lahan tani. Karena itu, sifat air perlu dilihat sesuai jenis tanaman dan tujuan pakai. Sensor pH, conductivity, dan suhu dapat menjadi pilihan awal.
5. Pemantauan Sungai untuk Riset
Kampus dan tim riset dapat memakai data sensor untuk melihat tren air sungai. Hasil ukur dapat diambil sesuai jeda waktu yang dipilih. Selain itu, data dapat dipakai bersama hasil uji lab untuk kajian yang lebih lengkap.
Langkah Pemasangan Sistem Monitoring Air Sungai
Sebelum memasang alat, tim perlu melihat kondisi lokasi. Arus air, tinggi muka air, sumber daya, dan jaringan harus diperiksa. Karena itu, proses survei menjadi langkah awal yang penting.
1. Tentukan Lokasi Sensor
Pertama, tim memilih titik sungai yang ingin dipantau. Titik tersebut harus sesuai dengan tujuan ukur. Selain itu, petugas perlu memilih tempat yang aman untuk proses cek rutin.
2. Pilih Sensor yang Tepat
Setelah lokasi jelas, tim memilih nilai air yang ingin dilihat. Misalnya, sensor pH dan DO dapat dipakai untuk memantau sifat dasar air. Sensor turbidity juga dapat dipakai jika perlu melihat tingkat keruh.
3. Pasang Sensor dan DR-5000
Probe sensor dapat dipasang pada sungai dengan alat penahan yang sesuai. Sementara itu, DR-5000 dipasang pada panel yang aman. Karena itu, kabel perlu diatur agar tidak mudah rusak oleh arus atau benda yang hanyut.
4. Hubungkan IoT Gateway
IoT Gateway dapat terhubung ke DR-5000 melalui RS485 Modbus. Setelah itu, tim mengatur jaringan untuk kirim data. Dengan cara ini, hasil ukur dapat masuk ke cloud.
5. Atur Dashboard dan Alarm
Setelah data masuk, tim dapat membuat tampilan nilai sensor. Nama lokasi, jenis sensor, dan batas alarm perlu dibuat dengan jelas. Selain itu, waktu kirim data perlu sesuai kebutuhan pantau.
6. Lakukan Uji Alat
Terakhir, tim perlu mengecek hasil ukur dan koneksi. Sensor juga harus melalui proses kalibrasi sesuai panduan. Dengan begitu, sistem dapat mulai dipakai dengan data awal yang telah diperiksa.
Cara Merawat Sensor Kualitas Air Sungai
Sensor yang berada di sungai dapat terkena lumpur, lumut, dan benda lain. Hal ini dapat mengganggu hasil ukur jika sensor tidak dirawat. Karena itu, tim perlu membuat jadwal cuci dan cek sensor.
Selain itu, kondisi alat pasang perlu diawasi. Saat hujan deras, arus sungai dapat membawa benda yang dapat merusak probe dan kabel. Oleh sebab itu, posisi alat perlu aman dan mudah dijangkau petugas.
Kalibrasi juga perlu dilakukan secara rutin sesuai jenis sensor. Hasil ukur dapat dibandingkan dengan alat cek lain atau hasil uji lab yang sesuai. Dengan cara ini, mutu data dapat tetap terjaga.
Monitoring Online dan Baku Mutu Air Sungai
Sistem sensor IoT dapat membantu melihat perubahan mutu air secara rutin. Namun, hasil dari beberapa sensor belum cukup untuk menilai semua jenis zat dalam sungai. Karena itu, uji lab tetap diperlukan untuk parameter yang tidak dibaca oleh alat.
Di Indonesia, penilaian mutu air sungai perlu mengacu pada aturan yang berlaku, termasuk kelas air dan tujuan pemakaian. Petugas juga perlu memilih cara uji yang sesuai. Dengan begitu, data online dapat dipakai sebagai bagian dari proses kajian mutu air.
Selain itu, perubahan nilai sensor belum tentu menunjukkan satu sumber pencemar tertentu. Hujan, arus, dan kondisi alam juga dapat memengaruhi nilai air. Karena itu, hasil pantau perlu dinilai bersama data lapangan dan hasil uji lain.
Kesimpulan
Monitoring kualitas air sungai berbasis IoT membantu petugas melihat perubahan mutu air secara lebih cepat. Sensor dapat membaca nilai pH, DO, suhu, dan parameter lain sesuai kebutuhan. Selain itu, data dapat masuk ke sistem pusat dan tersimpan untuk bahan kajian.
Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 dari Microthings dapat menjadi alat utama untuk membaca hingga lima parameter air. Alat ini juga mendukung output 4–20 mA dan RS485 Modbus. Karena itu, DR-5000 dapat terhubung dengan IoT Gateway untuk kebutuhan pantau jarak jauh.
Melalui Microthings IoT Platform, hasil ukur dapat tampil pada dashboard cloud. Petugas lalu dapat melihat nilai sensor, grafik, dan data lama dari satu sistem. Dengan cara ini, proses pantau mutu sungai dapat menjadi lebih mudah dan terarah.
Pelajari produk Multi Parameter Water Quality Analyzer DR-5000 dari Microthings untuk membangun sistem monitoring kualitas air sungai berbasis IoT sesuai kebutuhan proyek.
