Dark Light

Sistem Pengukuran Aliran Cairan konduktivitas

Pengukuran Aliran Cairan konduktif berbasis Internet of Things membantu perusahaan memantau debit dan jumlah cairan yang mengalir melalui pipa secara otomatis. Sistem ini menggunakan Electromagnetic Flow Meter SUP-LDG sebagai perangkat utama untuk membaca aliran air, limbah cair, bahan kimia, minuman, atau media lain yang memiliki daya hantar listrik. Selanjutnya, data dari flow meter diteruskan melalui komunikasi RS485 Modbus menuju gateway industri. Gateway kemudian mengirimkan informasi tersebut ke Platform Microthings melalui jaringan internet. Dengan demikian, operator dapat melihat debit, total volume, grafik, histori, laporan, dan alarm dari jarak jauh.

Latar Belakang Pengukuran Cairan Konduktif

Data aliran dibutuhkan dalam pengolahan air, industri kimia, petrokimia, makanan dan minuman, farmasi, serta berbagai proses produksi. Informasi tersebut membantu operator mengetahui jumlah cairan yang masuk, digunakan, dipindahkan, atau dibuang. Selain itu, perusahaan dapat memakai data untuk mengatur bahan baku, memeriksa kinerja pompa, dan menyusun laporan produksi. Pemeriksaan manual memang masih dapat dilakukan, tetapi cara tersebut hanya menunjukkan kondisi saat petugas berada di lokasi. Oleh sebab itu, sistem otomatis diperlukan agar perubahan aliran dapat dicatat secara teratur dan disimpan untuk kebutuhan analisis.

Pengertian Sistem Pengukuran Cairan Konduktif

Sistem pengukuran cairan konduktif adalah rangkaian perangkat yang digunakan untuk membaca laju aliran cairan yang dapat menghantarkan listrik. Media tersebut dapat berupa air bersih, air limbah, larutan kimia, susu, minuman, lumpur cair, atau cairan proses lainnya. Namun, electromagnetic flow meter tidak mengukur nilai konduktivitas sebagai hasil utama. Konduktivitas hanya menjadi syarat agar elektroda dapat menerima sinyal dari cairan yang bergerak. Karena itu, alat ini tidak sesuai untuk gas, minyak murni, atau cairan lain yang tidak mampu menghantarkan listrik.

Mengapa Pengukuran Aliran Cairan Penting?

Data aliran membantu perusahaan menjaga proses tetap sesuai target. Jika debit terlalu rendah, produksi dapat melambat atau pasokan bahan menjadi tidak cukup. Sebaliknya, aliran yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pemborosan, tangki meluap, atau proses tidak berjalan sesuai komposisi. Selain itu, perubahan debit dapat menunjukkan gangguan pada pompa, katup, filter, dan jalur pipa. Dengan data yang tersimpan, operator tidak hanya melihat kondisi saat ini, tetapi juga dapat membandingkan pola aliran dari waktu ke waktu.

Prinsip Kerja Electromagnetic Flow Meter SUP-LDG

Electromagnetic Flow Meter SUP-LDG bekerja berdasarkan hukum Faraday. Kumparan di dalam sensor menghasilkan medan magnet pada bagian pipa pengukuran. Ketika cairan konduktif bergerak melewati medan tersebut, cairan menghasilkan tegangan listrik yang diterima oleh elektroda. Selanjutnya, converter mengolah tegangan tersebut menjadi nilai kecepatan aliran. Sistem lalu menghitung debit dengan memakai luas bagian dalam pipa. Semakin cepat cairan bergerak, semakin besar sinyal yang diterima oleh elektroda. Namun, pipa harus selalu penuh agar proses pengukuran dapat berjalan dengan stabil.

Peran Konduktivitas Cairan

Konduktivitas menunjukkan kemampuan cairan untuk menghantarkan arus listrik. Electromagnetic flow meter membutuhkan tingkat konduktivitas minimum agar sinyal dapat dibaca oleh elektroda. Air proses, air limbah, dan sebagian besar larutan kimia biasanya mempunyai daya hantar yang cukup. Namun, air dengan tingkat kemurnian sangat tinggi dapat mempunyai konduktivitas yang terlalu rendah. Begitu juga dengan minyak dan cairan berbasis hidrokarbon. Oleh sebab itu, jenis media harus diperiksa sebelum SUP-LDG dipilih untuk suatu proyek.

Keunggulan Teknologi Elektromagnetik

SUP-LDG tidak mempunyai turbin atau bagian mekanis yang berputar di dalam pipa. Karena itu, risiko keausan akibat gesekan dapat dikurangi. Selain itu, tidak ada penghalang besar di jalur aliran sehingga kehilangan tekanan menjadi sangat kecil. Teknologi ini juga dapat mengukur cairan yang mengandung padatan selama media tetap mampu menghantarkan listrik. Meskipun demikian, meter masih membutuhkan pemeriksaan pada elektroda, liner, kabel, grounding, dan kondisi pipa agar hasilnya tetap stabil.

Mengenal Electromagnetic Flow Meter SUP-LDG

SUP-LDG merupakan flow meter elektromagnetik untuk mengukur debit dan total volume cairan konduktif. Produk tersedia dalam berbagai ukuran sehingga dapat digunakan pada pipa kecil maupun jalur distribusi berdiameter besar. Selain itu, perangkat menawarkan pilihan material liner, elektroda, sambungan, display, sumber daya, dan komunikasi. Akurasi produk dapat mencapai sekitar 0,5 persen pada kondisi pemasangan yang sesuai. Namun, hasil aktual tetap dipengaruhi oleh kecepatan cairan, posisi instalasi, konduktivitas media, grounding, dan keadaan pipa.

Fungsi Converter pada SUP-LDG

Converter menerima sinyal kecil dari elektroda dan mengubahnya menjadi informasi yang mudah dibaca. Nilai tersebut dapat ditampilkan sebagai debit sesaat, arah aliran, dan total volume. Selain itu, converter menyediakan keluaran untuk PLC, DCS, SCADA, RTU, atau gateway IoT. Perangkat juga dapat menyediakan output arus, pulsa, relay, dan komunikasi digital sesuai konfigurasi. Dengan fungsi tersebut, SUP-LDG dapat digunakan sebagai alat ukur lokal sekaligus sumber data untuk sistem monitoring terpusat.

Pemilihan Ukuran Flow Meter

Ukuran flow meter perlu mengikuti debit kerja, bukan hanya diameter pipa. Meter yang terlalu besar dapat membuat kecepatan cairan berada pada nilai yang terlalu rendah. Akibatnya, perubahan kecil menjadi lebih sulit dibaca. Sebaliknya, ukuran terlalu kecil dapat meningkatkan kecepatan dan menambah kebutuhan reducer. Karena itu, pengguna perlu menyiapkan informasi debit minimum, debit normal, debit maksimum, tekanan, suhu, ukuran pipa, serta jenis cairan sebelum melakukan pemesanan.

Akurasi dan Kecepatan Aliran

SUP-LDG dapat memberikan hasil yang akurat ketika kecepatan cairan berada dalam rentang yang sesuai. Namun, akurasi dapat berkurang saat aliran terlalu lambat. Oleh sebab itu, meter sebaiknya dipilih agar kecepatan normal tidak terus berada pada bagian terendah dari rentangnya. Selain itu, pompa harus mampu menghasilkan aliran yang stabil. Perubahan sangat cepat, gelembung udara, dan pipa yang tidak penuh dapat membuat angka terlihat tidak menentu. Pemeriksaan ukuran dan kondisi proses membantu menjaga kualitas data.

Pemilihan Material Liner

Liner melapisi bagian dalam tabung ukur dan bersentuhan langsung dengan cairan. SUP-LDG menyediakan beberapa pilihan, seperti neoprene, polyurethane, PTFE, FEP, dan PFA. Setiap bahan mempunyai ketahanan yang berbeda terhadap suhu, tekanan, gesekan, dan zat kimia. Sebagai contoh, polyurethane dapat sesuai untuk cairan yang mengandung partikel tertentu, sedangkan PTFE sering dipilih untuk bahan kimia. Namun, keputusan akhir tetap perlu mempertimbangkan konsentrasi, temperatur, tekanan, dan sifat korosif media.

Pemilihan Material Elektroda

Elektroda menerima sinyal listrik dari cairan yang mengalir. Bagian ini dapat menggunakan stainless steel 316L, Hastelloy, titanium, tantalum, atau platinum sesuai kebutuhan. Stainless steel sesuai untuk banyak aplikasi air dan cairan umum. Sementara itu, media kimia yang lebih kuat mungkin membutuhkan material lain. Karena biaya setiap bahan berbeda, pemilihannya harus dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata. Dengan cara tersebut, perusahaan dapat memperoleh ketahanan yang sesuai tanpa menggunakan material berlebihan.

Pilihan Sinyal Keluaran

SUP-LDG dapat menyediakan output 4 sampai 20 mA, pulsa, frekuensi, relay, dan RS485 Modbus RTU. Sinyal arus cocok untuk mengirim nilai debit menuju PLC atau RTU. Sementara itu, pulsa dapat digunakan untuk mencatat total volume. Komunikasi RS485 memungkinkan gateway membaca beberapa data dalam bentuk digital. Namun, alamat perangkat, baud rate, parity, stop bit, dan daftar register harus disamakan. Kesalahan pada salah satu pengaturan dapat membuat data gagal diterima.

Peran Modbus to MQTT Gateway

Modbus to MQTT Gateway membaca data dari SUP-LDG melalui RS485 Modbus RTU. Setelah itu, gateway mengubah informasi tersebut menjadi pesan MQTT yang dapat dikirim melalui internet. Jaringan yang digunakan dapat berupa Ethernet, WiFi, atau 4G sesuai perangkat. Selanjutnya, Platform Microthings menerima data dan menyimpannya bersama waktu pencatatan. Dengan rancangan ini, flow meter yang tidak mempunyai koneksi cloud bawaan tetap dapat diintegrasikan ke sistem IoT.

Perbedaan MQTT dan OPC UA

MQTT sering digunakan untuk mengirim data menuju platform cloud karena ringan dan cocok untuk jaringan internet. Sementara itu, OPC UA banyak digunakan untuk pertukaran data antara mesin, SCADA, MES, dan sistem industri. Jika data SUP-LDG hanya dikirim ke Platform Microthings, Modbus to MQTT Gateway sudah dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, OPC UA Gateway dapat ditambahkan ketika perusahaan ingin meneruskan data yang sama menuju SCADA atau sistem produksi. Karena itu, pemilihan gateway harus mengikuti tujuan integrasi.

Arsitektur Sistem Berbasis Internet of Things

Sistem dimulai saat SUP-LDG mengukur aliran cairan di dalam pipa. Converter kemudian menghasilkan nilai debit dan total volume. Selanjutnya, Modbus to MQTT Gateway membaca data melalui kabel RS485. Gateway mengirimkan informasi menuju internet menggunakan jaringan yang tersedia. Setelah data sampai di Platform Microthings, pengguna dapat membukanya melalui komputer atau perangkat mobile. Arsitektur tersebut dapat digunakan untuk satu meter maupun beberapa titik pada lokasi yang berbeda.

Platform Microthings sebagai Layanan Cloud

Platform Microthings membantu perusahaan menerima, menyimpan, dan menampilkan data dari sensor, flow meter, PLC, RTU, serta gateway. Setiap SUP-LDG dapat diberi nama berdasarkan jalur, lokasi, ukuran pipa, atau jenis media. Selain nilai terbaru, platform menyimpan histori untuk kebutuhan analisis dan laporan. Pengguna juga dapat mengatur tampilan sesuai tugasnya. Operator dapat melihat kondisi proses, sedangkan manajemen dapat membuka ringkasan pemakaian cairan dari beberapa lokasi.

Dashboard Monitoring Aliran

Dashboard dapat menampilkan debit dalam liter per detik, liter per menit, atau meter kubik per jam. Selain itu, total volume dapat disajikan dalam liter maupun meter kubik. Waktu pembaruan terakhir perlu terlihat agar pengguna mengetahui apakah perangkat masih terhubung. Warna indikator juga dapat dipakai untuk membedakan kondisi normal, peringatan, dan alarm. Dengan tampilan sederhana, operator dapat memahami keadaan sistem tanpa membaca data mentah dari setiap flow meter.

Histori dan Grafik Data

Histori membantu pengguna melihat pola aliran pada periode tertentu. Grafik dapat menunjukkan perubahan ketika pompa dinyalakan, katup dibuka, atau proses produksi berhenti. Selain itu, data dapat dibandingkan dengan tekanan, level, dan status pompa. Jika debit turun sementara pompa tetap aktif, tim dapat memeriksa filter, pipa, katup, atau kondisi meter. Dengan demikian, histori tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga membantu proses pemeriksaan.

Laporan Pemakaian Cairan

Platform dapat menyusun laporan berdasarkan jam, hari, minggu, atau bulan. Data tersebut membantu perusahaan mengetahui jumlah air, bahan kimia, atau cairan proses yang digunakan. Selanjutnya, hasil dapat dibandingkan dengan target produksi. Jika pemakaian meningkat tanpa perubahan hasil, tim dapat melakukan evaluasi. Selain itu, laporan otomatis mengurangi risiko kesalahan yang sering muncul saat petugas mencatat dan memindahkan angka secara manual.

Alarm Aliran Tinggi

Alarm aliran tinggi dapat digunakan untuk memperingatkan operator ketika debit melebihi batas yang telah ditentukan. Kondisi tersebut dapat muncul karena pengaturan pompa berubah, katup terbuka terlalu besar, atau terjadi kesalahan pada proses. Namun, batas alarm harus mengikuti kapasitas pipa dan kebutuhan produksi. Jeda waktu juga perlu ditambahkan agar perubahan sesaat tidak langsung menghasilkan notifikasi. Setelah alarm muncul, operator dapat membuka grafik sebelum melakukan pemeriksaan di lokasi.

Alarm Aliran Rendah

Aliran rendah dapat menunjukkan pasokan berkurang, pompa melemah, filter tersumbat, katup belum terbuka penuh, atau terdapat gangguan pada pipa. Oleh sebab itu, alarm rendah membantu tim mengetahui perubahan lebih awal. Namun, penurunan debit belum tentu menandakan kerusakan. Proses produksi mungkin memang sedang menggunakan lebih sedikit cairan. Karena itu, operator perlu membandingkan nilai aliran dengan status mesin, level tangki, tekanan, dan jadwal operasional.

Alarm Pipa Kosong

Electromagnetic flow meter membutuhkan pipa yang penuh. Jika cairan tidak menutupi elektroda, hasil pengukuran dapat menjadi tidak stabil. Fungsi deteksi pipa kosong membantu menunjukkan kondisi tersebut. Selanjutnya, platform dapat menampilkan alarm agar petugas memeriksa pasokan dan posisi instalasi. Namun, fungsi ini tetap harus dikonfigurasi dengan benar. Kondisi liner, endapan, serta konduktivitas cairan juga dapat memengaruhi kemampuan deteksi.

Alarm Gangguan Komunikasi

Platform dapat memberikan peringatan ketika gateway berhenti mengirim data. Akan tetapi, status offline tidak selalu berarti flow meter mengalami kerusakan. Gangguan dapat berasal dari sumber daya, kabel RS485, pengaturan Modbus, gateway, kartu SIM, atau jaringan internet. Oleh sebab itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara bertahap. Mulailah dari catu daya, lalu periksa converter, komunikasi serial, gateway, dan jaringan. Cara tersebut membantu teknisi menemukan masalah tanpa langsung mengganti perangkat.

Syarat Pemasangan Pipa Lurus

Pipa lurus membantu membentuk aliran yang lebih stabil sebelum cairan melewati meter. Sebagai pedoman umum, bagian sebelum SUP-LDG membutuhkan panjang sekitar 10 kali diameter pipa. Sementara itu, bagian setelah meter membutuhkan sekitar 5 kali diameter. Sebagai contoh, pipa DN100 memerlukan jalur lurus kurang lebih satu meter di bagian depan dan setengah meter di belakang. Namun, pompa, katup, elbow, atau titik pencampuran dapat membutuhkan jarak yang lebih panjang.

Menjaga Pipa Tetap Penuh

SUP-LDG harus dipasang pada bagian pipa yang selalu terisi cairan. Jika terdapat ruang udara, elektroda tidak dapat menerima sinyal dengan stabil. Pada pipa horizontal, posisi elektroda sebaiknya berada di sisi kanan dan kiri, bukan di bagian atas atau bawah. Posisi tersebut membantu mengurangi pengaruh gelembung dan endapan. Sementara itu, pemasangan vertikal dapat digunakan pada cairan yang mengandung padatan. Arah aliran dari bawah ke atas membantu menjaga tabung tetap penuh.

Posisi Meter terhadap Pompa

Flow meter sebaiknya tidak dipasang pada sisi hisap pompa. Tekanan rendah pada area tersebut dapat membentuk gelembung yang mengganggu pengukuran. Sebaliknya, pemasangan setelah pompa biasanya memberikan tekanan yang lebih stabil. Namun, jarak lurus tetap perlu disediakan agar pusaran dari pompa berkurang. Katup kontrol sebaiknya ditempatkan setelah meter. Dengan posisi tersebut, tabung ukur lebih mudah tetap penuh ketika debit berubah.

Pentingnya Grounding

Sinyal yang diterima elektroda mempunyai nilai kecil sehingga mudah dipengaruhi gangguan listrik. Grounding membantu menyamakan potensial antara cairan, sensor, dan converter. Selain itu, grounding yang benar mengurangi pengaruh motor, inverter, dan perangkat listrik lainnya. Pada pipa nonlogam, grounding ring mungkin dibutuhkan agar cairan memiliki referensi listrik yang tepat. Oleh sebab itu, instalasi grounding harus mengikuti petunjuk produk dan tidak dilakukan secara sembarangan.

Mengurangi Gangguan Listrik

Kabel sinyal perlu dijauhkan dari kabel motor, inverter, dan jalur daya besar. Selain itu, sumber listrik SUP-LDG sebaiknya stabil serta memiliki perlindungan yang sesuai. Pada tipe remote, kabel antara sensor dan converter harus memakai jenis yang dianjurkan. Sambungan juga perlu dilindungi dari air dan kelembapan. Jika data terus bergerak padahal aliran stabil, teknisi dapat memeriksa grounding, shielding, sumber daya, dan posisi kabel sebelum melakukan kalibrasi ulang.

Penerapan pada Pengolahan Air

SUP-LDG dapat digunakan pada jalur air baku, air bersih, air proses, dan air limbah. Data debit membantu operator mengetahui volume yang masuk ke instalasi serta jumlah yang didistribusikan. Selain itu, hasil pengukuran pada beberapa titik dapat mendukung analisis kehilangan air. Namun, perbedaan jumlah antara jalur masuk dan keluar belum tentu langsung menunjukkan kebocoran. Waktu pencatatan, cabang pipa, penggunaan proses, dan kondisi tangki perlu diperiksa lebih dahulu.

Penerapan pada Industri Kimia

Industri kimia membutuhkan alat ukur yang sesuai dengan sifat media. SUP-LDG dapat digunakan pada cairan kimia konduktif selama liner dan elektrodanya kompatibel. Sebagai contoh, PTFE, FEP, atau PFA dapat dipilih untuk beberapa media korosif. Sementara itu, elektroda Hastelloy, titanium, atau tantalum dapat digunakan pada kebutuhan tertentu. Namun, konsentrasi, suhu, dan tekanan harus disampaikan sebelum produk dipilih. Informasi yang lengkap membantu mengurangi risiko kerusakan material.

Penerapan pada Petrokimia

Proses petrokimia menggunakan berbagai cairan dengan sifat yang berbeda. Sebagian media dapat diukur menggunakan teknologi elektromagnetik, tetapi sebagian lainnya tidak mempunyai konduktivitas yang cukup. Oleh karena itu, SUP-LDG hanya dapat digunakan pada cairan konduktif, bukan minyak murni atau gas. Selain itu, lokasi pemasangan mungkin termasuk area berbahaya. Dalam kondisi tersebut, sertifikasi flow meter, gateway, junction box, kabel, dan metode instalasi harus mengikuti kebutuhan keselamatan fasilitas.

Penerapan pada Makanan dan Minuman

Flow meter elektromagnetik dapat digunakan untuk air proses, susu, minuman, dan cairan makanan lain yang mempunyai konduktivitas cukup. Namun, sambungan serta materialnya perlu memenuhi kebutuhan kebersihan fasilitas. Varian sanitary dapat digunakan ketika proses membutuhkan sambungan higienis dan pembersihan rutin. Selain itu, suhu pencucian serta bahan pembersih perlu diperiksa. Dengan pemilihan yang tepat, perangkat dapat mendukung pengukuran bahan baku, proses pencampuran, dan pengisian produk.

Penerapan pada Air Limbah

Air limbah sering mengandung partikel dan bahan yang dapat mengganggu flow meter mekanis. Karena SUP-LDG tidak memakai turbin, perangkat dapat menjadi pilihan untuk media tersebut selama konduktivitasnya cukup. Namun, endapan tetap dapat menumpuk pada bagian tertentu. Oleh sebab itu, posisi pemasangan dan kecepatan aliran perlu dijaga. Pemeriksaan berkala juga diperlukan agar liner serta elektroda tetap dalam kondisi baik.

Keterbatasan Teknologi Elektromagnetik

SUP-LDG tidak dapat digunakan untuk mengukur gas, uap, minyak murni, atau cairan nonkonduktif. Selain itu, pipa harus selalu penuh agar hasil pengukuran stabil. Gelembung udara dan aliran dua fase juga dapat mengganggu sinyal. Harga awal perangkat mungkin lebih tinggi daripada beberapa meter sederhana. Namun, tidak adanya bagian bergerak dapat membantu mengurangi kebutuhan perawatan mekanis dalam penggunaan jangka panjang.

Pemeliharaan Electromagnetic Flow Meter

Pemeriksaan rutin perlu mencakup liner, elektroda, flange, grounding, converter, dan kabel. Jika media meninggalkan lapisan, bagian sensor perlu dibersihkan sesuai prosedur. Selain itu, nilai meter sebaiknya dibandingkan dengan data referensi berdasarkan jadwal perusahaan. Jika pembacaan tidak normal, periksa kondisi pipa terlebih dahulu. Selanjutnya, lihat grounding, gelembung, endapan, sumber daya, parameter converter, dan pengaturan komunikasi.

Pemeliharaan Gateway dan Jaringan

Gateway perlu diperiksa bersama flow meter karena data cloud bergantung pada kedua perangkat. Catu daya, kabel RS485, terminal, antena, kartu SIM, dan koneksi internet harus berada dalam kondisi baik. Selain itu, konfigurasi Modbus dan MQTT perlu dicadangkan. Jika gateway diganti, pengaturan dapat dipulihkan tanpa menyusun ulang seluruh sistem. Pembaruan perangkat lunak juga perlu dilakukan sesuai prosedur keamanan perusahaan.

Manfaat Pengukuran Aliran Cairan Berbasis IoT

Penerapan Pengukuran Aliran Cairan berbasis IoT membantu perusahaan mengurangi pembacaan manual dan mengelola banyak titik melalui satu dashboard. Selain itu, histori memudahkan pengguna melihat perubahan proses. Alarm membantu operator merespons kondisi tidak normal dengan lebih cepat. Data yang tersimpan juga mendukung laporan produksi, evaluasi pemakaian, dan rencana pemeliharaan. Dengan demikian, perusahaan dapat menggunakan informasi aliran sebagai dasar pengambilan keputusan.

Solusi yang Dapat Disesuaikan

Setiap proyek mempunyai ukuran pipa, jenis cairan, debit, suhu, tekanan, dan kebutuhan komunikasi yang berbeda. Oleh sebab itu, solusi dapat disesuaikan melalui pemilihan diameter SUP-LDG, material liner, elektroda, output, catu daya, dan jenis pemasangan. Modbus to MQTT Gateway dapat dipakai untuk koneksi cloud. Sementara itu, OPC UA Gateway sesuai untuk integrasi dengan SCADA atau MES. Platform Microthings juga dapat disesuaikan melalui dashboard, grafik, alarm, laporan, hak akses, dan masa penyimpanan data.

Kesimpulan

Pengukuran Aliran Cairan konduktif menggunakan Electromagnetic Flow Meter SUP-LDG membantu perusahaan memantau debit dan total volume tanpa bagian mekanis yang berputar di dalam pipa. Perangkat bekerja berdasarkan hukum Faraday dan hanya sesuai untuk cairan yang mempunyai konduktivitas cukup. SUP-LDG menyediakan berbagai ukuran, liner, elektroda, output analog, pulsa, serta komunikasi RS485 Modbus. Selanjutnya, Modbus to MQTT Gateway dapat mengirimkan data menuju Platform Microthings. Pengguna kemudian dapat melihat debit, total volume, grafik, histori, laporan, dan alarm dari jarak jauh. Hubungi tim sales dan marketing Microthings untuk berkonsultasi mengenai jenis cairan, tingkat konduktivitas, ukuran pipa, debit, material sensor, gateway, dan sistem monitoring yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

SHOPPING CART

close