Manajemen Armada berbasis Internet of Things membantu perusahaan memantau lokasi, penggunaan kendaraan, perilaku pengemudi, serta kondisi mesin melalui satu sistem terpusat. Solusi ini menggunakan NB IoT OBD Tracker HS-4000C yang dipasang pada port OBD-II kendaraan. Perangkat membaca data yang tersedia dari ECU, mencatat posisi melalui GPS, lalu mengirimkan informasi menuju Platform Microthings. Melalui dashboard berbasis web atau perangkat mobile, pengelola dapat melihat posisi kendaraan, perjalanan, kecepatan, jarak tempuh, kode gangguan mesin, dan histori operasional dari jarak jauh.
Latar Belakang Pemantauan Kendaraan Operasional
Perusahaan logistik, transportasi, distribusi, penyewaan kendaraan, dan layanan lapangan sering mengoperasikan kendaraan pada banyak lokasi. Namun, pengelola tidak selalu mengetahui posisi setiap kendaraan, rute yang ditempuh, durasi berhenti, dan kondisi mesinnya secara langsung. Pencatatan manual juga dapat menghasilkan data yang tidak lengkap karena sangat bergantung pada laporan pengemudi. Oleh sebab itu, sistem berbasis IoT diperlukan agar informasi kendaraan dapat dikumpulkan secara otomatis dan ditampilkan melalui satu platform.
Tantangan dalam Mengelola Armada Kendaraan
Jumlah kendaraan yang banyak dapat meningkatkan kesulitan dalam mengatur perjalanan, jadwal servis, bahan bakar, dan penggunaan aset. Selain itu, kendaraan mungkin keluar dari rute, berhenti terlalu lama, atau digunakan di luar jadwal operasional. Kondisi mesin juga dapat berubah ketika kendaraan sedang berada jauh dari bengkel perusahaan. Tanpa data yang teratur, tim sulit menentukan kendaraan yang membutuhkan perhatian lebih dahulu. Karena itu, perusahaan memerlukan sistem yang dapat menggabungkan informasi lokasi dan kondisi kendaraan.
Peran Internet of Things dalam Pengelolaan Kendaraan
Internet of Things menghubungkan alat pelacak, ECU kendaraan, jaringan komunikasi, server, dan dashboard dalam satu sistem. Tracker membaca data dari kendaraan, sedangkan GPS menentukan posisi berdasarkan sinyal satelit. Selanjutnya, modul komunikasi mengirimkan informasi menuju platform melalui jaringan seluler. Setelah data diterima, pengguna dapat melihatnya dalam bentuk peta, tabel, grafik, histori, dan alarm. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya dilakukan melalui telepon atau laporan pengemudi.
Mengenal NB IoT OBD Tracker HS-4000C
![]()
NB IoT OBD Tracker HS-4000C merupakan perangkat pelacak plug and play yang dapat dipasang pada mobil dan truk melalui konektor OBD-II. Perangkat ini menggabungkan GPS, komunikasi seluler, pembacaan ECU, accelerometer, dan shock sensor dalam satu unit. HS-4000C dapat membaca data yang disediakan kendaraan, seperti jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, level bahan bakar, kecepatan, suhu mesin, kode gangguan, dan nomor identifikasi kendaraan. Produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan pengelolaan kendaraan serta telematika asuransi.
Cara Kerja OBD Tracker
Perangkat dipasang pada port OBD-II yang biasanya berada di bawah dashboard kendaraan. Setelah memperoleh daya, tracker berkomunikasi dengan ECU melalui protokol yang didukung. Data kendaraan kemudian digabungkan dengan posisi GPS dan informasi perilaku berkendara. Selanjutnya, perangkat mengirimkan hasilnya menuju server menggunakan jaringan seluler. Pengguna kemudian membuka data melalui Platform Microthings sesuai akun dan hak akses yang telah diberikan.
Fungsi Port OBD-II pada Kendaraan
OBD-II atau On-Board Diagnostics merupakan antarmuka yang digunakan untuk membaca informasi diagnostik kendaraan. HS-4000C memakai konektor SAE J1962 dan mendukung beberapa protokol kendaraan, seperti ISO 15765-4 CAN, ISO 14230-4, ISO 9141-2, SAE J1850, raw CAN, dan SAE J1939. Namun, tidak semua kendaraan menyediakan parameter yang sama melalui port tersebut. Oleh karena itu, kompatibilitas model, tahun produksi, protokol ECU, dan data yang dibutuhkan harus diperiksa sebelum pemasangan dalam jumlah besar.
Pemasangan dengan Sistem Plug and Play
Desain plug and play membantu mempercepat proses pemasangan karena perangkat tidak selalu membutuhkan pemotongan kabel kendaraan. Teknisi cukup menemukan port OBD-II, memeriksa kesesuaiannya, lalu memasang tracker dengan posisi yang aman. Meskipun prosesnya sederhana, perangkat tetap harus dikencangkan agar tidak terlepas akibat getaran. Selain itu, pemasangan tidak boleh mengganggu pedal, kemudi, kaki pengemudi, atau proses pemeriksaan kendaraan.
Pelacakan Lokasi Menggunakan GPS
HS-4000C menggunakan modul GPS U-blox dengan 50 kanal paralel. Halaman produk mencantumkan akurasi posisi hingga sekitar 2,5 meter dalam kondisi penerimaan satelit yang mendukung. Namun, hasil aktual dapat berubah akibat gedung tinggi, terowongan, basement, pepohonan, cuaca, dan posisi antena. Oleh sebab itu, titik pada peta perlu dipahami sebagai hasil pengukuran GPS, bukan sebagai penentu posisi dengan ketelitian mutlak pada seluruh kondisi.
Pemantauan Posisi Kendaraan Secara Real-Time
Dashboard dapat menampilkan posisi terbaru kendaraan berdasarkan interval pengiriman yang telah ditentukan. Selain titik lokasi, pengguna dapat melihat waktu pembaruan, status bergerak, kecepatan, dan informasi perjalanan. Namun, istilah real-time tetap bergantung pada interval data, jaringan seluler, server, dan sinyal GPS. Pengiriman setiap beberapa detik memberikan pembaruan lebih cepat, tetapi penggunaan data dan beban sistem juga meningkat. Oleh sebab itu, interval perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Histori Rute Perjalanan
Sistem dapat menyimpan rangkaian titik lokasi sebagai histori perjalanan. Pengguna kemudian dapat melihat rute yang dilewati, waktu keberangkatan, waktu tiba, durasi berhenti, serta jarak perjalanan. Informasi tersebut membantu tim memeriksa apakah kendaraan mengikuti jalur yang direncanakan. Selain itu, histori dapat digunakan untuk menelusuri perjalanan saat muncul pertanyaan dari pelanggan atau tim operasional. Data perjalanan tetap perlu dilindungi karena berkaitan dengan aktivitas kendaraan dan pengemudi.
Pemantauan Kecepatan Kendaraan
HS-4000C dapat memperoleh data kecepatan dari GPS maupun ECU, tergantung konfigurasi dan ketersediaan data kendaraan. Platform kemudian dapat menampilkan nilai tersebut serta membuat alarm ketika kendaraan melewati batas. Namun, batas kecepatan sebaiknya disesuaikan dengan jenis kendaraan, rute, aturan perusahaan, dan ketentuan jalan. Data ini dapat membantu pembinaan pengemudi, tetapi tidak sebaiknya digunakan tanpa memeriksa konteks perjalanan dan ketepatan waktu data.
Geofence untuk Pengawasan Wilayah
Geofence adalah batas virtual yang dibuat pada peta. Ketika kendaraan masuk atau keluar dari wilayah tersebut, sistem dapat mencatat kejadian dan mengirimkan peringatan. Fitur ini dapat digunakan pada gudang, terminal, proyek, wilayah operasional, atau area pelanggan. Selain itu, geofence membantu melihat waktu kendaraan tiba dan meninggalkan lokasi. Namun, ukuran batas perlu memberi toleransi terhadap variasi posisi GPS agar alarm tidak terlalu sering muncul.
Pemantauan Jarak Tempuh
Data odometer dapat dibaca dari ECU ketika kendaraan menyediakan parameter tersebut melalui protokol yang kompatibel. Informasi ini membantu perusahaan menyusun jadwal servis berdasarkan jarak tempuh, bukan hanya tanggal. Selain itu, nilai perjalanan dapat dibandingkan dengan rute dan laporan pengemudi. Jika data ECU tidak tersedia, jarak dapat diperkirakan dari histori GPS. Namun, metode tersebut mungkin memberikan hasil yang berbeda dari odometer kendaraan akibat kehilangan sinyal atau interval pengiriman.
Monitoring Konsumsi Bahan Bakar
Tracker dapat membaca konsumsi dan level bahan bakar ketika parameter tersebut tersedia pada ECU kendaraan. Data kemudian dapat ditampilkan sebagai nilai terbaru atau tren penggunaan. Namun, tidak semua model kendaraan membuka data bahan bakar melalui OBD-II. Selain itu, nilai ECU dapat berupa hasil perhitungan, bukan pengukuran langsung dari volume di dalam tangki. Karena itu, laporan bahan bakar perlu dibandingkan dengan nota pengisian, jarak tempuh, dan data operasional.
Batas Kemampuan dalam Mendeteksi Kebocoran
OBD tracker tidak otomatis mengetahui adanya kebocoran bahan bakar secara langsung. Sistem dapat memberikan indikasi ketika level atau konsumsi berubah secara tidak biasa, tetapi perubahan tersebut belum membuktikan adanya kebocoran. Kondisi jalan, kemiringan kendaraan, metode pembacaan ECU, dan pengisian bahan bakar juga dapat memengaruhi data. Untuk deteksi yang lebih khusus, perusahaan mungkin membutuhkan fuel level sensor tambahan atau pemeriksaan fisik pada tangki serta jalur bahan bakar.
Monitoring Suhu Mesin
Suhu mesin dapat dibaca ketika ECU menyediakan parameter coolant temperature atau data terkait melalui OBD-II. Nilai tersebut membantu pengguna melihat kondisi kendaraan saat perjalanan. Jika suhu meningkat melewati batas, platform dapat mengirimkan peringatan kepada pengelola. Namun, alarm cloud tidak boleh menggantikan indikator dan perlindungan yang sudah tersedia pada kendaraan. Pengemudi tetap perlu mengikuti peringatan dashboard kendaraan serta prosedur keselamatan perusahaan.
Membaca Diagnostic Trouble Code
Diagnostic Trouble Code atau DTC merupakan kode yang disimpan ECU ketika sistem kendaraan mendeteksi kondisi tertentu. HS-4000C dapat membaca DTC pada kendaraan yang kompatibel. Data tersebut membantu tim mengetahui bahwa kendaraan perlu diperiksa lebih lanjut. Meskipun demikian, kode gangguan belum selalu menunjukkan komponen yang harus langsung diganti. Teknisi tetap perlu menggunakan alat diagnostik serta prosedur bengkel untuk memastikan penyebabnya.
Identifikasi Kendaraan melalui VIN
Vehicle Identification Number atau VIN dapat dibaca melalui ECU jika kendaraan mendukung fungsi tersebut. Informasi ini membantu mencocokkan tracker dengan unit kendaraan yang benar. Selain itu, VIN dapat mengurangi kesalahan ketika perangkat dipindahkan atau dilakukan penggantian armada. Namun, data identitas kendaraan perlu dikelola dengan aman dan hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang. Halaman produk HS-4000C mencantumkan VIN sebagai salah satu data yang dapat dibaca dari ECU.
Pemantauan Perilaku Berkendara
HS-4000C dilengkapi accelerometer dan shock sensor yang dapat mendukung pencatatan perilaku berkendara. Perubahan percepatan dapat digunakan untuk mengenali pengereman mendadak, akselerasi kuat, benturan, atau gerakan tidak biasa sesuai kemampuan konfigurasi. Selanjutnya, data tersebut dikirim ke server untuk dianalisis. Namun, kejadian yang tercatat perlu diperiksa bersama lokasi, kecepatan, kondisi jalan, dan konteks perjalanan agar penilaian terhadap pengemudi tetap adil.
Deteksi Kendaraan Berhenti Terlalu Lama
Durasi berhenti dapat dihitung berdasarkan posisi dan status kendaraan. Jika unit berada pada satu lokasi lebih lama dari batas, sistem dapat memberikan notifikasi. Fitur tersebut membantu melihat waktu tunggu di gudang, pelanggan, terminal, atau area bongkar muat. Namun, berhenti lama tidak selalu menunjukkan masalah. Kendaraan mungkin sedang mengantre, menjalani pemeriksaan, atau mengikuti aturan operasional lokasi.
Analisis Waktu Mesin Menyala
Pada kendaraan yang menyediakan status ignition atau data mesin melalui ECU, sistem dapat membedakan kendaraan aktif dan tidak aktif. Informasi ini membantu memperkirakan durasi mesin menyala ketika kendaraan tidak bergerak. Waktu idle yang tinggi dapat menambah konsumsi bahan bakar dan jam operasi mesin. Namun, beberapa kendaraan memang membutuhkan mesin tetap menyala untuk pendingin, pompa, atau peralatan tambahan. Oleh sebab itu, evaluasi harus mempertimbangkan fungsi setiap unit.
Teknologi Komunikasi Cat M1 dan NB-IoT
HS-4000C dipasarkan sebagai OBD tracker dengan dukungan 4G Cat M1 dan NB-IoT. Spesifikasi produknya memakai modul U-blox SARA-R410M dan mencantumkan dukungan berbagai band jaringan. Teknologi tersebut dirancang untuk komunikasi IoT dengan penggunaan daya dan data yang efisien. Namun, ketersediaan Cat M1, NB-IoT, kartu SIM, band frekuensi, serta layanan operator perlu diperiksa pada lokasi penggunaan sebelum perangkat dibeli atau dipasang.
Protokol Pengiriman Data
Perangkat mendukung protokol TCP, UDP, dan SMS untuk pertukaran data sesuai konfigurasi. TCP sesuai ketika sistem membutuhkan pemeriksaan pengiriman yang lebih teratur. Sementara itu, UDP mempunyai overhead lebih rendah tetapi tidak menjamin setiap paket diterima. SMS dapat digunakan untuk fungsi tertentu berdasarkan rancangan perangkat dan layanan operator. Metode yang dipilih perlu disesuaikan dengan server, keamanan jaringan, interval data, serta kebutuhan proyek.
Catu Daya dari Kendaraan
HS-4000C menggunakan sumber daya kendaraan melalui port OBD-II dengan tegangan kerja 12 atau 24 volt DC. Kondisi tersebut memungkinkan perangkat digunakan pada mobil dan beberapa jenis truk yang sesuai. Konsumsi aktif yang tercantum adalah sekitar 70 mA. Namun, penggunaan jangka panjang pada kendaraan yang tidak dioperasikan tetap perlu diperhatikan agar tidak menambah beban baterai. Mode kerja dan kondisi aki sebaiknya diuji pada jenis kendaraan yang digunakan.
Ketahanan Perangkat di Dalam Kendaraan
Spesifikasi produk mencantumkan suhu operasi sekitar minus 30 hingga 80 derajat Celsius dan kelembapan 5 hingga 95 persen tanpa kondensasi. Housing memakai bahan ABS dengan ukuran sekitar 62 x 48 x 20 milimeter dan berat 60 gram. Meskipun perangkat cukup ringkas, pemasangan harus tetap terlindung dari air, benturan, panas berlebih, dan tarikan kabel. Tracker juga tidak boleh diletakkan pada posisi yang menghalangi pengemudi.
Platform Microthings untuk Monitoring Terpusat
Platform Microthings merupakan platform IoT dan Cloud Computing untuk monitoring, integrasi perangkat, dan pengolahan data secara real-time. Sistem dapat diakses melalui dashboard web maupun aplikasi mobile. Selain monitoring data terbaru, platform mendukung data logging, histori, analitik, laporan, notifikasi, API, serta pilihan cloud, private cloud, dan on-premise. Platform juga dapat digunakan pada sistem kendaraan dan aset bergerak berdasarkan konfigurasi proyek.
Dashboard Kendaraan dan Pengemudi
Dashboard dapat menampilkan nama kendaraan, nomor unit, posisi, kecepatan, status mesin, waktu pembaruan, serta kondisi komunikasi. Selain itu, informasi dapat dikelompokkan berdasarkan cabang, jenis kendaraan, wilayah, atau pengemudi. Warna indikator membantu pengguna membedakan kendaraan aktif, berhenti, offline, atau mengalami alarm. Dengan tampilan tersebut, tim operasional dapat menemukan unit yang membutuhkan perhatian tanpa membuka setiap kendaraan secara terpisah.
Histori dan Laporan Perjalanan
Platform dapat menyimpan histori posisi, perjalanan, jarak, waktu berhenti, dan kejadian berkendara. Data tersebut kemudian dapat disusun menjadi laporan harian, mingguan, atau bulanan. Selain itu, perusahaan dapat membandingkan penggunaan kendaraan berdasarkan rute atau jenis pekerjaan. Laporan otomatis membantu mengurangi proses pengumpulan data manual. Namun, format akhirnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan parameter yang benar-benar dikirim oleh tracker.
Alarm Kecepatan Berlebih
Batas kecepatan dapat dibuat berdasarkan kebijakan perusahaan atau jenis wilayah. Ketika kendaraan melewati nilai tersebut, platform dapat mencatat kejadian dan memberikan notifikasi. Jeda waktu juga dapat ditambahkan agar perubahan yang sangat singkat tidak langsung menghasilkan terlalu banyak alarm. Setelah menerima peringatan, supervisor dapat melihat histori rute dan kecepatan. Selanjutnya, evaluasi dilakukan berdasarkan bukti data dan kondisi perjalanan.
Alarm Keluar dari Rute atau Wilayah
Geofence dapat digunakan untuk mengetahui kendaraan yang masuk atau meninggalkan area tertentu. Selain itu, perusahaan dapat membandingkan rute aktual dengan rute tugas. Jika unit menyimpang tanpa alasan yang tercatat, petugas dapat menghubungi pengemudi. Namun, perubahan jalan, kemacetan, penutupan jalur, dan kebutuhan pelanggan perlu dipertimbangkan. Sistem sebaiknya digunakan untuk mendukung komunikasi operasional, bukan langsung memberikan kesimpulan tanpa pemeriksaan.
Alarm Gangguan Mesin
DTC, suhu mesin, atau parameter lain dapat digunakan untuk membuat alarm sesuai data yang tersedia. Ketika kode gangguan muncul, pengelola dapat menjadwalkan pemeriksaan sebelum kendaraan kembali menjalani perjalanan panjang. Namun, tidak setiap kode membutuhkan penghentian kendaraan secara langsung. Tingkat tindakan perlu mengikuti panduan produsen, hasil diagnosis bengkel, dan prosedur keselamatan. Platform berfungsi menyampaikan informasi awal agar penanganan dapat dipersiapkan.
Alarm Tracker Offline
Sistem dapat memberikan peringatan ketika perangkat berhenti mengirim data. Namun, kondisi offline belum tentu menunjukkan tracker rusak. Gangguan dapat berasal dari jaringan operator, sinyal GPS, kartu SIM, server, konektor OBD, daya kendaraan, atau perangkat yang terlepas. Oleh sebab itu, pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Mulailah dari waktu pembaruan terakhir, lalu periksa jaringan, posisi kendaraan, pemasangan, dan kondisi sumber daya.
Mendukung Jadwal Servis Kendaraan
Jarak tempuh dan jam operasi dapat digunakan sebagai dasar pengingat servis jika data tersebut tersedia. Platform dapat memberikan notifikasi ketika kendaraan mendekati jadwal ganti oli, pemeriksaan rem, atau perawatan rutin. Selain itu, DTC dan perubahan suhu mesin dapat menjadi informasi tambahan. Namun, jadwal tetap harus mengikuti rekomendasi produsen serta kondisi penggunaan. Sistem digital membantu mengingatkan, sedangkan pemeriksaan dilakukan oleh teknisi yang berwenang.
Penerapan pada Perusahaan Logistik
Perusahaan logistik dapat memantau kendaraan pengiriman, waktu keberangkatan, lokasi, dan histori rute. Data tersebut membantu tim memperkirakan waktu tiba serta menjawab pertanyaan operasional. Selain itu, durasi berhenti pada gudang atau pelanggan dapat dianalisis. Jika waktu tunggu sering meningkat pada satu titik, perusahaan dapat mengevaluasi proses bongkar muat. Dengan demikian, perbaikan tidak hanya dilakukan pada kendaraan, tetapi juga pada alur kerja.
Penerapan pada Perusahaan Transportasi
Perusahaan transportasi dapat menggunakan sistem untuk memantau posisi kendaraan, kecepatan, rute, dan kondisi mesin. Selain itu, informasi perilaku berkendara dapat digunakan dalam program keselamatan. Supervisor dapat melihat kejadian pengereman mendadak atau akselerasi kuat sebagai bahan evaluasi. Namun, data perlu dijelaskan kepada pengemudi dan digunakan secara transparan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan keselamatan serta efisiensi, bukan sekadar memberikan pengawasan.
Penerapan pada Kendaraan Proyek dan Layanan
Kendaraan teknisi, operasional proyek, dan layanan lapangan sering berpindah antara banyak lokasi. Dengan GPS tracker, dispatcher dapat melihat unit yang berada paling dekat dengan pekerjaan baru. Histori juga membantu memeriksa durasi kunjungan dan perjalanan. Selain itu, kondisi mesin dapat dipantau sesuai data OBD yang tersedia. Dengan cara tersebut, pembagian tugas dapat dilakukan secara lebih teratur tanpa mengandalkan laporan posisi melalui telepon.
Penerapan pada Kendaraan Sewa
Perusahaan penyewaan dapat memakai sistem untuk memantau wilayah penggunaan dan jarak tempuh kendaraan. Selain itu, geofence membantu mengetahui ketika unit keluar dari area yang disepakati. Namun, pemantauan perlu mengikuti perjanjian sewa, aturan privasi, dan kebijakan pengelolaan data. Pelanggan juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai fungsi tracker. Dengan prosedur yang baik, sistem membantu menjaga aset sekaligus mendukung pelayanan.
Keamanan Data dan Privasi
Data kendaraan dapat menunjukkan lokasi, waktu perjalanan, rute, dan aktivitas pengemudi. Oleh sebab itu, akses harus dibatasi berdasarkan tugas pengguna. Operator dapat melihat informasi harian, sedangkan administrator mengelola perangkat dan konfigurasi. Kata sandi perlu dibuat kuat serta diperbarui secara berkala. Selain itu, perusahaan harus menentukan masa penyimpanan, tujuan penggunaan, dan pihak yang boleh membuka histori.
Sistem yang Dapat Disesuaikan
Setiap perusahaan mempunyai jenis kendaraan, jumlah unit, rute, aturan, dan kebutuhan laporan yang berbeda. Oleh karena itu, solusi dapat disesuaikan melalui interval pengiriman, jenis alarm, geofence, dashboard, laporan, dan hak akses. Integrasi API juga dapat digunakan untuk menghubungkan data dengan ERP, sistem logistik, maintenance management, atau aplikasi internal. Platform Microthings mendukung API, SDK, custom protocol, serta integrasi ke sistem perusahaan sesuai kebutuhan proyek.
Pengujian Sebelum Digunakan pada Seluruh Armada
Penerapan sebaiknya dimulai melalui uji coba pada beberapa kendaraan. Teknisi perlu memeriksa konektor OBD, kompatibilitas ECU, posisi GPS, jaringan seluler, serta parameter yang berhasil dibaca. Selanjutnya, hasil pada dashboard dibandingkan dengan odometer, indikator kendaraan, dan perjalanan aktual. Alarm serta geofence juga perlu diuji. Setelah konfigurasi dinilai sesuai, pemasangan dapat diperluas ke kendaraan lain secara bertahap.
Pemeliharaan NB IoT OBD Tracker
Pemeriksaan rutin perlu mencakup posisi perangkat, konektor OBD, status komunikasi, kartu SIM, dan pembaruan data. Jika tracker sering offline, teknisi dapat memeriksa apakah perangkat longgar atau tertutup material yang mengganggu sinyal. Selain itu, konfigurasi dan identitas kendaraan perlu diperbarui ketika tracker dipindahkan. Catatan pemasangan membantu mencegah data satu kendaraan tercampur dengan unit lain.
Manfaat Manajemen Armada Berbasis IoT
Penerapan Manajemen Armada berbasis IoT membantu perusahaan memperoleh informasi yang lebih teratur mengenai kendaraan. Lokasi dan histori perjalanan mendukung pengaturan operasional, sedangkan data ECU membantu perencanaan pemeliharaan. Selain itu, alarm mempercepat pemberitahuan saat kendaraan keluar area, melewati batas kecepatan, mengalami kode gangguan, atau berhenti mengirim data. Dengan demikian, pengelolaan kendaraan dapat dilakukan berdasarkan informasi aktual, bukan hanya laporan manual.
Kesimpulan
Manajemen Armada menggunakan NB IoT OBD Tracker HS-4000C dan Platform Microthings membantu perusahaan memantau lokasi, perjalanan, kecepatan, jarak tempuh, perilaku berkendara, serta beberapa kondisi mesin. Tracker dipasang pada port OBD-II dan mendukung GPS, Cat M1 atau NB-IoT, accelerometer, shock sensor, serta berbagai protokol kendaraan. Namun, parameter yang tersedia tetap bergantung pada ECU dan kompatibilitas setiap model. Melalui dashboard, pengguna dapat melihat peta, histori, grafik, laporan, geofence, serta alarm dari jarak jauh. Hubungi tim sales dan marketing Microthings untuk berkonsultasi mengenai jumlah kendaraan, protokol OBD, jaringan operator, interval data, dashboard, dan sistem pelacakan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Video Pendukung

You must be logged in to post a comment.