Eksplorasi Minyak Bumi membutuhkan sistem komunikasi yang mampu menghubungkan lokasi sumur dengan pusat pengelolaan secara cepat dan stabil. Sumur minyak biasanya tersebar pada wilayah luas, sedangkan jumlah petugas di lapangan terbatas. Oleh karena itu, data tekanan, suhu, arus, tegangan, produksi, level tangki, serta kondisi peralatan perlu dikirim secara otomatis. Industrial 4G Edge Router R10A atau Industrial Router R40 dapat menjadi penghubung antara perangkat lapangan dan Platform Microthings. Melalui sistem tersebut, pengguna dapat melihat data, histori, grafik, alarm, dan status peralatan dari jarak jauh.
Daftar Isi :
Latar Belakang Pemantauan Lapangan Minyak
Lokasi sumur minyak dapat berada jauh dari ruang kontrol, pusat produksi, dan area permukiman. Kondisi ini membuat pemeriksaan manual memerlukan perjalanan, waktu, tenaga kerja, dan biaya operasional yang cukup besar. Selain itu, masalah pada pompa atau kepala sumur dapat muncul di antara dua jadwal inspeksi. Jika informasi terlambat diterima, waktu penanganan juga menjadi lebih panjang. Karena itu, sistem pemantauan jarak jauh dibutuhkan untuk mengirimkan kondisi sumur secara berkala menuju pusat manajemen produksi.
Kebutuhan Digital dalam Eksplorasi Minyak Bumi
Proses operasional membutuhkan informasi yang akurat agar tim dapat mengatur produksi dan pemeliharaan. Data tersebut dapat mencakup tekanan kepala sumur, suhu, arus motor, tegangan, getaran, debit, level tangki, dan status pompa. Selain nilai terbaru, perusahaan juga membutuhkan histori untuk melihat perubahan yang berlangsung perlahan. Melalui pencatatan digital, operator dapat membandingkan kondisi antarwaktu dan antarlokasi. Pendekatan ini membantu perusahaan menentukan sumur yang perlu mendapat pemeriksaan lebih dahulu.
Tantangan Komunikasi pada Wilayah Terpencil
Jaringan kabel tidak selalu tersedia pada area ladang minyak yang luas. Pembangunan kabel baru juga dapat membutuhkan penggalian, tiang, jalur khusus, dan perlindungan tambahan. Sebaliknya, komunikasi seluler menawarkan pemasangan yang lebih cepat selama sinyal operator tersedia. Namun, bukit, struktur logam, cuaca, dan jarak dari menara seluler dapat mengurangi kualitas jaringan. Oleh sebab itu, survei sinyal harus dilakukan sebelum router, antena, dan kartu SIM ditentukan.
Solusi Pemantauan Nirkabel Berbasis IoT
Sistem nirkabel menghubungkan sensor, PLC, RTU, remote I/O, router industri, dan platform cloud. Sensor membaca kondisi proses, sedangkan PLC atau RTU mengumpulkan hasil pengukuran. Selanjutnya, router mengirimkan informasi melalui jaringan 4G menuju Platform Microthings. Pengguna kemudian membuka data melalui komputer atau perangkat mobile. Dengan arsitektur tersebut, banyak sumur dapat dipantau melalui satu pusat tanpa menempatkan operator tetap pada setiap lokasi.
Mengenal Industrial 4G Edge Router R10A
Industrial 4G Edge Router R10A merupakan router sekaligus edge gateway untuk komunikasi dan pengumpulan data industri. Perangkat mendukung Modbus Master atau Slave, MQTT, RS485, RS232, VPN, timer, event trigger, serta operasi logika yang dapat diprogram. R10A juga dapat membaca perangkat Modbus melalui serial atau Ethernet, lalu mengirimkan informasi menuju platform cloud dalam format MQTT. Karena itu, perangkat sesuai untuk menghubungkan meter, PLC, remote I/O, dan peralatan pemantauan pada lokasi yang sulit dijangkau.
Perbedaan R10 dan R10A
R10 merupakan nama yang digunakan pada rancangan dan artikel solusi sebelumnya. Sementara itu, produk yang tersedia pada katalog Microthings saat ini adalah Industrial 4G Edge Router R10A. Varian R10A mempunyai fungsi tambahan untuk pengumpulan data Modbus, konversi Modbus ke MQTT, edge computing, serta operasi logika. Oleh karena itu, kode produk harus dipastikan ketika perangkat dipesan. Pemeriksaan tersebut mencegah perbedaan antara fungsi yang dibutuhkan dan kemampuan model yang dikirim.
Mengenal Industrial Router R40
Industrial Router R40 menyediakan akses jaringan melalui 4G, Ethernet, dan WiFi. Model standar yang tercantum pada halaman produsen memiliki tiga port LAN, satu port WAN, dua slot SIM, VPN, firewall, serta mekanisme watchdog. Selain itu, perangkat mendukung perpindahan jalur komunikasi untuk membantu menjaga koneksi. R40 memakai housing logam dengan tingkat perlindungan IP30 dan rentang suhu kerja industri. Karena itu, router tetap membutuhkan panel tambahan ketika dipasang di luar ruangan atau pada lokasi berdebu.
Memastikan Varian R40 dengan Antarmuka Sensor
R40 tersedia dalam beberapa varian dan generasi. Datasheet versi I/O mencantumkan dua port serial, input analog, input digital, output digital, Modbus Master, MQTT, dan dual SIM. Sementara itu, R40 standar terbaru lebih berfokus pada fungsi jaringan Ethernet, WiFi, VPN, dan 4G. Oleh sebab itu, pengguna perlu memastikan bahwa unit yang dipesan mempunyai RS232, RS485, serta I/O yang diperlukan. Jika router tidak memiliki input analog, sinyal sensor harus dibaca melalui PLC, RTU, atau remote I/O.
Koreksi Fungsi Router dan Sensor
R10A dan R40 bukan sensor yang mengukur tekanan, suhu, arus, atau level secara langsung. Keduanya berfungsi sebagai router, edge gateway, atau penghubung komunikasi. Sensor tetap dibutuhkan untuk menghasilkan data dari sumur dan peralatan. Selanjutnya, PLC, RTU, remote I/O, atau antarmuka serial membaca hasil tersebut sebelum router mengirimkannya ke server. Pemisahan fungsi ini penting agar sistem tidak hanya memiliki koneksi internet, tetapi juga mempunyai alat ukur dan pengolah data yang tepat.
Arsitektur Sistem Pemantauan Sumur Minyak
Pada tingkat lapangan, sensor dihubungkan ke PLC, RTU, atau remote I/O melalui sinyal analog, digital, maupun Modbus. Perangkat kontrol kemudian meneruskan data menuju R10A atau R40 menggunakan RS232, RS485, atau Ethernet. Selanjutnya, router mengirimkan informasi melalui jaringan 4G dan jalur VPN menuju Platform Microthings. Data yang diterima akan disimpan berdasarkan nama sumur, nomor aset, lokasi, serta waktu pengukuran. Dengan demikian, operator dapat mengelola banyak lokasi melalui satu dashboard.
Komunikasi RS232 dan RS485
RS232 sesuai untuk hubungan langsung dalam jarak pendek antara dua perangkat. Sementara itu, RS485 lebih cocok untuk jalur yang lebih panjang dan dapat menghubungkan beberapa perangkat dalam satu jaringan. Pada komunikasi Modbus RTU, setiap perangkat harus mempunyai alamat yang berbeda. Baud rate, parity, data bit, dan stop bit juga perlu dibuat sama. Jika pengaturan tidak sesuai, router atau gateway tidak dapat membaca data meskipun kabel telah terpasang dengan benar.
Pembacaan Sinyal Analog Sensor
Banyak transmitter industri menggunakan sinyal 4 sampai 20 mA untuk mengirimkan nilai tekanan, suhu, level, atau aliran. Sinyal tersebut harus masuk ke analog input pada PLC, RTU, atau R40 varian I/O. Sistem kemudian mengubah nilai arus menjadi satuan teknik, seperti bar, derajat Celsius, meter, atau liter per menit. Selain itu, batas bawah dan atas harus mengikuti rentang transmitter. Kesalahan skala dapat membuat dashboard menampilkan data yang berbeda dari kondisi sebenarnya.
Monitoring Arus dan Tegangan Peralatan
Arus dan tegangan dapat digunakan untuk melihat kondisi operasi motor, pompa, panel, dan sumber daya. Kenaikan arus yang berlangsung terus-menerus dapat menunjukkan peningkatan beban atau gangguan mekanis. Sebaliknya, arus yang tiba-tiba hilang dapat menandakan motor berhenti atau perlindungan listrik bekerja. Data tersebut perlu dibandingkan dengan status pompa dan kondisi proses. Dengan cara ini, operator memperoleh gambaran yang lebih lengkap daripada hanya melihat satu parameter.
Monitoring Suhu Kepala Sumur
Temperature transmitter dapat dipasang untuk membaca suhu pada kepala sumur, pipa, motor, bearing, atau panel. Perubahan suhu membantu operator mengetahui kondisi proses dan peralatan. Namun, probe, thermowell, kabel, serta rentang sensor harus sesuai dengan media dan lingkungan. Data kemudian diterima oleh PLC atau RTU sebelum dikirim melalui router. Jika suhu melewati batas, Platform Microthings dapat memberikan alarm agar petugas melakukan pemeriksaan.
Monitoring Tekanan Sumur dan Pipa
Pressure transmitter membantu mengukur tekanan pada kepala sumur, jalur produksi, separator, dan sistem pompa. Nilai yang terlalu tinggi dapat menandakan adanya hambatan atau kondisi proses yang perlu diperiksa. Sebaliknya, tekanan rendah dapat berkaitan dengan pasokan, kebocoran, atau perubahan produksi. Namun, kesimpulan tidak boleh dibuat hanya dari satu nilai. Operator perlu membandingkan tekanan dengan aliran, level, status valve, dan kondisi pompa.
Pemantauan Grafik Dinamometer
Grafik dinamometer digunakan untuk melihat hubungan antara beban dan posisi pada unit pompa tertentu. Data tersebut membantu tim memahami pola kerja sistem pengangkatan. Sensor beban dan posisi diperlukan untuk menghasilkan grafik yang benar. Setelah itu, PLC atau perangkat khusus mengolah hasil pengukuran sebelum mengirimkannya menuju platform. Analisis tetap perlu dilakukan oleh personel yang memahami karakter pompa dan proses produksi karena bentuk grafik dapat dipengaruhi oleh banyak kondisi.
Monitoring Getaran Peralatan
Sensor getaran dapat dipasang pada motor, gearbox, bearing, dan unit pemompaan. Data tersebut membantu melihat perubahan kondisi mekanis dari waktu ke waktu. Jika getaran meningkat secara bertahap, tim dapat menjadwalkan pemeriksaan sebelum gangguan menjadi lebih besar. Namun, posisi sensor dan metode pemasangan harus konsisten agar hasil dapat dibandingkan. Selain itu, batas alarm perlu mengikuti jenis mesin, kecepatan putaran, serta prosedur pemeliharaan perusahaan.
Monitoring Level dan Cadangan Minyak
Level transmitter dapat digunakan untuk mengawasi tangki penampungan, separator, dan wadah proses. Nilai level membantu tim mengetahui ketersediaan serta perubahan jumlah cairan. Selain itu, histori dapat menunjukkan pola pengisian dan pengosongan. Jika level berubah tanpa aktivitas yang tercatat, petugas dapat memeriksa valve, pipa, serta kemungkinan kebocoran. Untuk tangki penting, level switch lokal tetap diperlukan sebagai perlindungan terhadap kondisi penuh atau kosong.
Monitoring Aliran Produksi
Flow meter mengukur debit cairan atau gas yang melewati jalur produksi. Data tersebut dapat digunakan untuk menyusun laporan dan membandingkan kinerja antarwaktu. Selain itu, perubahan aliran dapat dianalisis bersama tekanan, suhu, dan status pompa. Jika aliran menurun secara perlahan, tim dapat memeriksa filter, pipa, valve, serta kondisi sumur. Jenis flow meter harus dipilih berdasarkan media, tekanan, suhu, ukuran pipa, dan rentang debit.
Edge Computing pada R10A
Edge computing memungkinkan sebagian pengolahan dilakukan di lokasi sebelum data dikirim ke cloud. Sebagai contoh, R10A dapat membaca register Modbus, menjalankan timer, memeriksa kondisi tertentu, dan membuat event trigger. Pendekatan ini membantu mengurangi ketergantungan pada server untuk tugas sederhana. Selain itu, data yang dikirim dapat dipilih sesuai kebutuhan. Namun, logika keselamatan utama tetap harus berada pada PLC atau controller yang dirancang untuk proses tersebut.
Konversi Modbus ke MQTT
R10A dapat membaca perangkat melalui Modbus RTU atau Modbus TCP, lalu mengirimkan data dalam format MQTT. Modbus umum digunakan untuk komunikasi perangkat industri, sedangkan MQTT sesuai untuk pertukaran data dengan platform IoT. Melalui konversi tersebut, meter dan controller lama dapat dihubungkan ke sistem cloud tanpa mengganti seluruh perangkat. Namun, register, tipe data, urutan byte, dan satuan harus dikonfigurasi dengan benar agar nilai pada platform tetap sesuai.
Koneksi 4G untuk Lokasi Terpencil
Jaringan 4G menjadi jalur utama untuk mengirimkan data dari lokasi sumur menuju pusat monitoring. Router memerlukan kartu SIM, paket data, pengaturan APN, serta antena yang sesuai. Pada proyek baru, jaringan 4G lebih tepat diprioritaskan daripada GPRS yang digunakan pada rancangan lama. Selain itu, band frekuensi perangkat harus cocok dengan operator yang tersedia. Pengujian kecepatan unggah, latensi, dan kestabilan perlu dilakukan pada lokasi sebenarnya sebelum sistem dioperasikan.
Dual SIM dan Jalur Komunikasi Cadangan
R40 menyediakan dua slot SIM dan mendukung perpindahan jaringan untuk menjaga koneksi. Fungsi tersebut memungkinkan penggunaan dua operator jika cakupan di lokasi tidak sama. Selain itu, koneksi WAN dapat menjadi jalur alternatif ketika jaringan kabel tersedia. Namun, dual SIM tidak selalu berarti kedua jaringan bekerja secara bersamaan. Pengaturan failover, prioritas, APN, dan waktu perpindahan perlu diuji agar sistem merespons gangguan sesuai kebutuhan.
Penempatan Antena Seluler
Antena perlu ditempatkan pada posisi yang memperoleh sinyal stabil. Struktur logam, panel tertutup, bukit, dan bangunan dapat mengurangi penerimaan. Oleh sebab itu, antena eksternal sering dipasang di luar enclosure menggunakan kabel yang sesuai. Namun, kabel yang terlalu panjang dapat menambah kehilangan sinyal. Konektor juga harus dilindungi dari air dan korosi. Setelah pemasangan, teknisi perlu menguji sinyal pada beberapa waktu karena kapasitas jaringan dapat berubah.
Platform Microthings untuk Monitoring Terpusat
Platform Microthings merupakan platform IoT dan Cloud Computing untuk monitoring, kontrol, integrasi perangkat, serta pengolahan data secara real-time. Sistem dapat menerima data dari sensor, meter, PLC, RTU, gateway, dan router industri. Selain dashboard web dan mobile, platform mendukung data logging, analitik, laporan, API, serta notifikasi. Implementasinya juga dapat disesuaikan melalui cloud, private cloud, atau server on-premise berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Dashboard Kondisi Sumur
Dashboard dapat menampilkan tekanan, suhu, arus, tegangan, aliran, level, getaran, serta status pompa. Selain itu, waktu pembaruan terakhir perlu terlihat agar operator mengetahui apakah data masih dikirim. Warna indikator dapat membedakan kondisi normal, peringatan, kritis, dan offline. Setiap sumur juga dapat ditampilkan pada peta atau daftar lokasi. Dengan tampilan tersebut, pusat kontrol dapat menemukan titik yang membutuhkan perhatian secara lebih cepat.
Histori dan Grafik Produksi
Histori membantu tim melihat perubahan kondisi berdasarkan jam, hari, minggu, atau bulan. Grafik tekanan dapat dibandingkan dengan aliran dan status pompa pada waktu yang sama. Selain itu, data arus dapat dianalisis bersama getaran serta suhu motor. Jika pola gangguan terus berulang, perusahaan dapat menyusun tindakan pemeliharaan yang lebih terarah. Data historis juga membantu proses evaluasi setelah peralatan diperbaiki atau pengaturan operasi diubah.
Alarm Kondisi Tidak Normal
Platform dapat memberikan alarm ketika nilai melewati batas, berubah terlalu cepat, atau berhenti diperbarui. Contohnya meliputi tekanan tinggi, suhu tinggi, arus berlebih, level rendah, getaran meningkat, dan router offline. Namun, batas harus mengikuti karakter proses serta prosedur perusahaan. Jeda waktu juga dapat diterapkan agar perubahan singkat tidak langsung menghasilkan notifikasi. Setelah alarm diterima, operator perlu memeriksa grafik dan kondisi lapangan sebelum menentukan tindakan.
Diagnosis Gangguan Secara Lebih Cepat
Gabungan beberapa parameter membantu tim mempersempit kemungkinan penyebab gangguan. Sebagai contoh, pompa yang aktif tanpa aliran dapat berkaitan dengan level rendah, valve tertutup, atau masalah mekanis. Sementara itu, arus tinggi bersama getaran meningkat dapat menunjukkan beban yang tidak normal. Data tersebut belum menggantikan pemeriksaan teknis, tetapi dapat menentukan titik awal inspeksi. Dengan demikian, petugas dapat membawa alat serta suku cadang yang lebih sesuai ketika datang ke lokasi.
Kontrol Mulai dan Berhenti dari Jarak Jauh
Perintah start dan stop dapat dikirim melalui platform menuju router, PLC, atau remote I/O. Namun, perintah tersebut harus melewati pemeriksaan kondisi lokal sebelum dijalankan. PLC perlu memastikan tekanan, level, valve, overload, emergency stop, dan perlindungan lain berada pada keadaan aman. Selain itu, setiap perintah sebaiknya dicatat bersama identitas pengguna dan waktu pelaksanaan. Kontrol cloud berfungsi sebagai fasilitas tambahan, bukan pengganti sistem keselamatan lokal.
Sistem Pengaman Lokal Tetap Menjadi Prioritas
Koneksi seluler dan cloud dapat mengalami gangguan. Oleh sebab itu, emergency shutdown, overload, pressure switch, level switch, flame and gas system, serta interlock proses harus tetap bekerja tanpa internet. Jika router atau server tidak dapat dihubungi, peralatan perlu masuk ke kondisi yang telah ditentukan oleh desain keselamatan. Alarm cloud hanya membantu mempercepat pemberitahuan. Sistem keselamatan utama tetap harus menggunakan perangkat lokal yang sesuai dengan risiko fasilitas.
Instalasi pada Area Berbahaya
Lokasi minyak dan gas dapat memiliki area dengan risiko gas atau uap mudah terbakar. R10A dan R40 standar memakai enclosure IP30, sehingga perangkat tidak boleh langsung dianggap tahan ledakan. Router sebaiknya ditempatkan di area aman atau di dalam enclosure bersertifikat yang sesuai dengan klasifikasi lokasi. Selain itu, sensor, kabel, barrier, gland, catu daya, antena, dan perangkat I/O harus mengikuti kebutuhan area. Penentuan akhirnya perlu dilakukan oleh tenaga yang berwenang dalam keselamatan kelistrikan dan instrumentasi.
Keamanan Jaringan dan Data
VPN membantu membuat jalur komunikasi privat antara router dan pusat monitoring. R10A mendukung L2TP, IPsec, OpenVPN, firewall, serta MQTT dengan enkripsi SSL. R40 juga menyediakan VPN dan firewall sesuai konfigurasi produknya. Namun, keamanan tidak cukup hanya dengan mengaktifkan satu fitur. Kata sandi bawaan harus diganti, port yang tidak digunakan perlu ditutup, dan hak akses harus dibatasi berdasarkan tugas pengguna.
Pengelolaan Hak Akses Pengguna
Operator, teknisi, supervisor, dan administrator mempunyai kebutuhan akses yang berbeda. Operator dapat melihat kondisi dan menerima alarm, sedangkan teknisi dapat membuka fungsi diagnosis. Sementara itu, perubahan konfigurasi sebaiknya hanya dilakukan oleh administrator. Platform Microthings mendukung pengelolaan akses berdasarkan pengguna, peran, dan departemen. Pembagian tersebut membantu mencegah perubahan parameter oleh pihak yang tidak berwenang serta memudahkan pemeriksaan riwayat aktivitas.
Sumber Daya pada Lokasi Sumur
Router, RTU, sensor, dan perangkat komunikasi membutuhkan sumber listrik yang stabil. Pada lokasi yang belum mempunyai jaringan listrik, sistem dapat menggunakan panel surya, baterai, dan solar charge controller. Kapasitasnya perlu dihitung berdasarkan konsumsi seluruh perangkat, interval operasi, dan kondisi cuaca. Selain itu, proteksi lonjakan, sekering, grounding, serta pemisahan kabel daya dan sinyal perlu disiapkan. Baterai cadangan membantu sistem tetap mengirimkan alarm ketika sumber utama mengalami gangguan.
Penyimpanan Data saat Jaringan Terputus
Koneksi seluler dapat mengalami gangguan sementara akibat cuaca, operator, atau masalah daya. Oleh sebab itu, PLC, RTU, atau edge gateway sebaiknya menyimpan data lokal sebelum mengirimkannya. Ketika jaringan kembali aktif, informasi dapat diteruskan menuju server sesuai kemampuan sistem. Selain itu, waktu perangkat harus disinkronkan agar urutan histori tetap benar. Mekanisme ini membantu mengurangi bagian data yang hilang selama komunikasi tidak tersedia.
Pengujian Sistem Sebelum Dioperasikan
Pengujian dimulai dari sensor, skala analog, komunikasi Modbus, dan status input digital. Selanjutnya, teknisi memeriksa router, kartu SIM, APN, VPN, MQTT, serta koneksi menuju Platform Microthings. Alarm juga perlu diuji menggunakan simulasi nilai tinggi, rendah, dan perangkat offline. Untuk fungsi kontrol, pengujian harus memastikan interlock lokal menolak perintah yang tidak aman. Sistem sebaiknya digunakan setelah seluruh data, alarm, histori, dan kontrol bekerja sesuai rancangan.
Pemeliharaan Router dan Perangkat Lapangan
Pemeriksaan rutin perlu mencakup router, antena, panel, catu daya, kartu SIM, kabel serial, dan konektor Ethernet. Selain itu, nilai sensor harus dibandingkan dengan alat referensi berdasarkan jadwal perusahaan. Cadangan konfigurasi router, PLC, dan platform juga perlu diperbarui setelah terdapat perubahan. Jika komunikasi mulai tidak stabil, teknisi dapat memeriksa kekuatan sinyal, paket data, antena, sumber daya, dan kondisi operator sebelum mengganti perangkat.
Manfaat Sistem untuk Eksplorasi Minyak Bumi
Penerapan sistem ini membantu perusahaan memantau banyak lokasi melalui satu pusat kontrol. Selain mengurangi pembacaan manual, data real-time membantu tim mengetahui perubahan lebih awal. Histori mendukung analisis gangguan, sedangkan alarm mempercepat respons terhadap kondisi tidak normal. Sistem juga dapat membantu memprioritaskan kunjungan teknisi berdasarkan tingkat kebutuhan. Dengan demikian, waktu penanganan dapat dipersingkat tanpa menghilangkan inspeksi dan pemeliharaan langsung di lapangan.
Solusi yang Dapat Disesuaikan
Setiap ladang minyak mempunyai jumlah sumur, jenis peralatan, jaringan, sumber daya, dan kebutuhan data yang berbeda. Oleh karena itu, solusi dapat disesuaikan melalui pilihan R10A, R40, PLC, RTU, remote I/O, sensor, antena, kartu SIM, panel, serta sistem tenaga. Platform Microthings juga dapat dikonfigurasi melalui dashboard, histori, grafik, alarm, peta, laporan, dan hak akses. Evaluasi awal membantu memastikan perangkat yang dipilih sesuai dengan kondisi lapangan dan standar perusahaan.
Kesimpulan
Eksplorasi Minyak Bumi membutuhkan komunikasi yang mampu mengirimkan data dari lokasi sumur menuju pusat monitoring secara cepat dan teratur. Industrial 4G Edge Router R10A dapat membaca perangkat Modbus melalui RS232, RS485, atau Ethernet, lalu mengirimkan data menggunakan MQTT. Sementara itu, R40 dapat digunakan sebagai router jaringan, sedangkan varian I/O perlu dipastikan jika sistem membutuhkan analog input dan antarmuka serial. Selanjutnya, Platform Microthings menampilkan tekanan, suhu, arus, tegangan, level, aliran, histori, grafik, alarm, dan status perangkat. Hubungi tim sales dan marketing Microthings untuk berkonsultasi mengenai jumlah sumur, jenis sensor, komunikasi 4G, router, PLC, RTU, area berbahaya, dan sistem monitoring yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Video Pendukung
