Sensor Level Bahan Bakar Kapasitif Submersible

Sensor Level Bahan Bakar Kapasitif Submersible

Latar Belakang

Baik sensor level bahan bakar kapasitif dan sensor level bahan bakar submersible mengukur level tangki bahan bakar. Namun, sensor level bahan bakar submersible terutama digunakan untuk pengukuran level tangki statis, sedangkan sensor level bahan bakar kapasitif terutama digunakan untuk pengukuran level tangki dinamis. Justru karena mereka memiliki prinsip kerja yang berbeda dan bahan yang tak tertahankan, maka penggunaannya pun berbeda. Mereka digunakan sebagai alat ukur untuk jenis media yang mudah terbakar dan meledak, dan kinerja produk tahan ledakan (ATEX APPROVED) dan kinerja keselamatan tidak menjadi masalah. Dalam hal ini, mari kita bicara tentang perbedaan antara sensor level bahan bakar kapasitif dan sensor level bahan bakar submersible.

Solusi

Kami menerima pesanan yang disesuaikan dengan kebutuhan anda, yang dapat di sesuaikan untuk memenuhi standart dengan kebutuhan perusahaan anda.

Kinerja Sistem

Mengapa perlu sensor level bahan bakar kapasitif untuk mengukur level tangki dinamis?

1. Tubuh baja tahan karat yang disegel sepenuhnya, menunda masa pakai.

2. Desain tangki oli yang dipasang sepenuhnya untuk meningkatkan akurasi pengukuran.

3. Pelacak GPS bawaan untuk mencegah pengemudi mencuri oli.

4. Dapat mengukur level oli dari rentang yang berbeda tanpa mempengaruhi akurasi pengukuran.

5. Sertifikasi standar tahan ledakan ATEX internasional disahkan, dan aman serta bebas khawatir.

6. Mudah dioperasikan dan mudah dipasang.

Mengapa sensor level bahan bakar submersible tidak dapat digunakan untuk mengukur level tangki dinamis?

1. Sensor level bahan bakar submersible tidak dapat dicocokkan dengan antarmuka port tangki, dan akurasi pengukuran tidak dapat dipastikan.

2. Ketika kapal tanker dalam keadaan berjalan, cairan yang bergetar akan mempengaruhi akurasi pengukuran probe sensor benturan.

3. Sensor level bahan bakar submersible harus dipasang di tangki minyak, tetapi itu akan meningkatkan kesulitan operasi manual dan keselamatan operator.

4. Internet tidak dapat terhubung dan perubahan level oli tanker tidak dapat dipantau secara real time.

Sensor dan Peralatan Pendukung

Untuk sensor yang digunakan Sistem Monitoring Sensor HPT604, HPT623 dan Platform aplikasi  Microthings

Kesimpulan

Kesimulanya, perbedaan terbesar antara sensor level bahan bakar kapasitif dan sensor bahan bakar submersible adalah yang pertama hanya dapat digunakan untuk pengukuran ketinggian di bawah 3 meter, sedangkan yang terakhir dapat digunakan untuk pengukuran jarak 500 meter. Kedua sensor memiliki kelebihan dan kekurangan, dan kami hanya dapat meningkatkan efisiensi pengukuran dengan menggunakan kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Jika Anda tertarik dengan solusi ini, hubungi tim sales dan marketing kami.

%d bloggers like this: