Aliran Gas perlu dipantau secara akurat agar perusahaan dapat mengetahui jumlah pemakaian, kondisi distribusi, dan perubahan debit pada jaringan perpipaan. Sistem ini menggunakan Ultrasonic Gas Flow Meter HGUF untuk mengukur kecepatan serta volume gas dengan gelombang ultrasonik. Selanjutnya, Cellular IoT RTU S272 membaca data melalui komunikasi RS485 Modbus atau antarmuka lain yang sesuai dengan konfigurasi meter. Data tersebut kemudian dikirim melalui jaringan 4G menuju Platform Microthings. Dengan demikian, pengguna dapat melihat debit, total volume, tekanan, suhu, histori, grafik, serta alarm dari jarak jauh.
Daftar Isi :
Latar Belakang Pengukuran Gas Industri
Gas digunakan pada berbagai kegiatan, seperti proses produksi, pembakaran, pembangkit energi, pengolahan kimia, dan sistem udara bertekanan. Namun, penggunaan yang tidak tercatat dengan baik dapat menyulitkan perusahaan saat menyusun laporan dan melakukan evaluasi biaya. Perubahan debit juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada proses, valve, kompresor, atau jaringan pipa. Oleh sebab itu, pengukuran digital diperlukan agar kondisi dapat diketahui secara teratur. Data yang tersimpan juga membantu perusahaan membandingkan penggunaan antarwaktu dan antarbagian.
Mengapa Aliran Gas Perlu Dipantau?
Pemantauan membantu operator memastikan bahwa pasokan sesuai dengan kebutuhan proses. Ketika debit turun, kegiatan produksi dapat terganggu karena peralatan tidak memperoleh suplai yang cukup. Sebaliknya, kenaikan yang tidak direncanakan dapat meningkatkan biaya atau menunjukkan kondisi yang perlu diperiksa. Selain itu, histori penggunaan membantu tim melihat pola pada jam produksi, pergantian shift, dan periode perawatan. Dengan informasi tersebut, tindakan dapat dilakukan berdasarkan data, bukan hanya perkiraan.
Peran Internet of Things dalam Pengukuran Gas
Internet of Things menghubungkan flow meter, RTU, jaringan komunikasi, dan platform cloud dalam satu sistem. Flow meter menghasilkan data pengukuran, sedangkan RTU mengumpulkan serta meneruskannya menuju server. Setelah data masuk ke platform, pengguna dapat melihat informasi melalui komputer atau perangkat mobile. Selain itu, sistem dapat mengirimkan alarm ketika nilai melewati batas atau perangkat berhenti mengirim data. Pendekatan ini membantu perusahaan memantau banyak lokasi melalui satu pusat kontrol.
Mengenal Ultrasonic Gas Flow Meter HGUF
Ultrasonic Gas Flow Meter HGUF merupakan alat ukur inline yang memakai gelombang ultrasonik untuk menghitung kecepatan dan debit gas. Produk tersedia untuk ukuran pipa mulai DN25 hingga DN300. Berdasarkan ukuran yang dipilih, rentang debitnya tersedia mulai sekitar 1 sampai 40 meter kubik per jam pada DN25 hingga 100 sampai 6.000 meter kubik per jam pada DN300. Tingkat akurasi yang dicantumkan adalah kelas 1 persen. Namun, model akhir tetap harus dipilih berdasarkan jenis gas, debit, tekanan, suhu, dan ukuran pipa.
Cara Kerja Pengukur Ultrasonik
Transduser mengirimkan gelombang suara searah dan berlawanan dengan arah pergerakan gas. Gelombang yang mengikuti aliran membutuhkan waktu tempuh lebih singkat. Sebaliknya, gelombang yang bergerak melawan aliran memerlukan waktu lebih lama. Perangkat kemudian menghitung selisih kedua waktu tersebut untuk menentukan kecepatan gas. Setelah luas penampang pipa diketahui, sistem mengubah nilai kecepatan menjadi debit volumetrik.
Pengukuran Tanpa Bagian Bergerak
HGUF tidak memakai turbin, roda, atau komponen mekanis yang berputar di dalam jalur pengukuran. Oleh karena itu, risiko keausan akibat gesekan dapat dikurangi. Desain tersebut juga tidak menempatkan penghalang utama di dalam pipa sehingga kehilangan tekanan dapat diminimalkan. Selain itu, kebutuhan perawatan mekanis cenderung lebih rendah daripada meter dengan bagian bergerak. Meskipun demikian, kondisi transduser, jalur pipa, sambungan, dan perangkat elektronik tetap perlu diperiksa secara berkala.
Desain Satu dan Beberapa Kanal
HGUF tersedia dalam rancangan satu kanal maupun multikanal. Pada model multikanal, beberapa jalur suara melakukan pengukuran dari posisi berbeda. Rancangan tersebut membantu mengurangi pengaruh pusaran dan profil aliran yang tidak simetris. Selain itu, kanal tambahan dapat menjadi cadangan ketika salah satu jalur mengalami gangguan. Namun, jumlah kanal dan kemampuan setiap ukuran perlu dipastikan saat memilih model.
Rentang Kecepatan Pengukuran
Halaman resmi produk mencantumkan kemampuan pengukuran pada kecepatan sekitar 0,3 hingga 30 meter per detik. Rentang yang luas membantu meter membaca perubahan debit pada berbagai kondisi operasi. Namun, rasio pengukuran yang dicantumkan dalam sumber resmi dapat berbeda menurut dokumen dan konfigurasi. Oleh sebab itu, debit minimum serta maksimum harus dikonfirmasi pada model yang akan digunakan. Pemilihan ukuran yang terlalu besar atau kecil dapat mengurangi kesesuaian pengukuran dengan kondisi proses.
Jenis Gas yang Dapat Diukur
HGUF dapat digunakan untuk gas alam, flare gas, udara bertekanan, oksigen, nitrogen, hidrogen, klorin, biogas, dan beberapa gas lain yang sesuai. Meskipun begitu, satu konfigurasi belum tentu cocok untuk semua media. Sifat gas, komposisi, tekanan, suhu, kebersihan, dan tingkat bahayanya perlu diperiksa lebih dahulu. Selain itu, material meter serta sertifikasi area harus sesuai dengan fasilitas. Konsultasi teknis diperlukan sebelum alat digunakan pada gas korosif, mudah terbakar, atau bertekanan tinggi.
Pemilihan Ukuran Flow Meter
Ukuran meter tidak sebaiknya ditentukan hanya dari diameter pipa. Debit minimum, debit normal, dan debit maksimum juga perlu dihitung. Sebagai contoh, model DN50 memiliki rentang yang dicantumkan sekitar 4 sampai 160 meter kubik per jam. Sementara itu, model DN100 tersedia untuk kisaran sekitar 16 sampai 700 meter kubik per jam. Pemilihan berdasarkan kondisi aktual membantu menjaga kecepatan gas tetap berada dalam rentang kerja meter.
Kompensasi Tekanan dan Suhu
Volume gas dapat berubah ketika tekanan atau suhu mengalami perubahan. Oleh sebab itu, beberapa konfigurasi HGUF menyediakan kompensasi suhu dan tekanan untuk melakukan koreksi volume. Fungsi tersebut membantu pengguna membandingkan hasil berdasarkan kondisi acuan yang telah ditentukan. Namun, sensor tekanan, sensor suhu, serta algoritma koreksi harus sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Pengguna juga perlu membedakan volume pada kondisi kerja dan volume pada kondisi standar agar laporan tidak salah ditafsirkan.
Penyimpanan dan Deteksi Gangguan Meter
Dokumen HGUF mencantumkan penyimpanan data hingga sekitar satu tahun serta fungsi deteksi gangguan dan alarm. Fitur tersebut membantu menjaga histori lokal serta memberikan informasi ketika sistem menemukan kondisi yang tidak sesuai. Selain itu, meter mempunyai fungsi koreksi otomatis terhadap pergeseran titik nol pada konfigurasi yang tersedia. Meskipun demikian, fitur akhir perlu dikonfirmasi berdasarkan model yang dipesan. Penyimpanan pada meter juga sebaiknya dilengkapi dengan pencatatan pada RTU dan platform cloud.
Kebutuhan Pipa Lurus
Aliran yang baru melewati elbow, valve, reducer, atau kompresor dapat membentuk pusaran dan profil kecepatan yang tidak merata. Oleh sebab itu, bagian pipa lurus perlu disediakan sebelum serta sesudah meter. Holykell merekomendasikan bagian hulu minimal 10 kali diameter dan bagian hilir minimal 3 kali diameter untuk aliran satu arah tanpa flow rectifier. Jika flow rectifier digunakan, kebutuhan hulu dapat berkurang menjadi sekitar 5 kali diameter. Namun, rancangan akhir harus mengikuti petunjuk model dan kondisi instalasi.
Posisi Pemasangan Meter
Meter perlu dipasang mengikuti arah aliran yang ditunjukkan pada bodi perangkat. Selain itu, flange harus sejajar agar alat tidak menerima tekanan mekanis dari pipa. Pipa sebaiknya memiliki penyangga yang cukup untuk mengurangi getaran dan perubahan posisi. Setelah sambungan dikencangkan, teknisi perlu melakukan pemeriksaan kebocoran sesuai prosedur fasilitas. Posisi display juga dapat disesuaikan agar mudah dibaca tanpa mengganggu sambungan proses.
Menghindari Getaran dan Gangguan Aliran
Getaran dari kompresor, motor, dan peralatan berputar dapat memengaruhi kestabilan sistem pengukuran. Karena itu, flow meter sebaiknya tidak dipasang terlalu dekat dengan sumber getaran tanpa dukungan pipa yang memadai. Selain itu, perubahan diameter yang mendadak dapat mengganggu profil aliran. Teknisi perlu memeriksa tata letak pipa sebelum menentukan lokasi. Jika kondisi lapangan cukup kompleks, flow conditioner dapat dipertimbangkan berdasarkan rekomendasi teknis.
Mengenal Cellular IoT RTU S272
Cellular IoT RTU S272 merupakan perangkat akuisisi data, alarm, dan kontrol jarak jauh dengan jaringan 4G. Perangkat menyediakan delapan digital input, enam analog input atau PT100, empat relay output, satu port RS485, serta penyimpanan kartu SD 32 GB. Selain itu, S272 mendukung MQTT, Modbus RTU, Modbus TCP, TCP, dan UDP. Oleh karena itu, perangkat dapat menghubungkan meter, sensor, PLC, serta peralatan lapangan dengan platform cloud.
Koreksi Istilah Gateway GSM S272
S272 sering disebut sebagai Gateway GSM RTU karena berada dalam kelompok perangkat komunikasi seluler. Namun, model yang tersedia saat ini menggunakan jaringan 4G untuk monitoring dan kontrol jarak jauh. Istilah GPRS dapat ditemukan pada rancangan solusi lama, tetapi ketersediaannya terus berubah mengikuti jaringan operator. Oleh sebab itu, proyek baru sebaiknya memakai konfigurasi 4G yang sesuai dengan band operator setempat. Kartu SIM, APN, kekuatan sinyal, dan paket data juga perlu diuji pada lokasi pemasangan.
Integrasi HGUF dengan S272
Apabila HGUF menyediakan komunikasi RS485 Modbus, meter dapat dihubungkan langsung ke port RS485 S272. RTU bertindak sebagai Modbus Master untuk meminta data dari register meter. Selanjutnya, informasi diteruskan melalui MQTT atau protokol lain menuju Platform Microthings. Jika meter hanya menyediakan output analog atau pulsa, perangkat antarmuka yang sesuai perlu digunakan. Oleh sebab itu, jenis output HGUF harus dikonfirmasi sebelum sistem dirakit.
Pengaturan Komunikasi Modbus
Alamat perangkat, baud rate, parity, data bit, dan stop bit harus sama antara flow meter serta RTU. Setiap perangkat dalam satu jalur juga perlu memiliki alamat yang berbeda. Selain itu, daftar register harus memuat posisi data debit, total volume, tekanan, suhu, dan status gangguan. Kesalahan urutan byte atau jenis data dapat membuat nilai tampil tidak sesuai. Karena itu, teknisi perlu menguji setiap parameter sebelum data digunakan untuk laporan.
Input Analog dan Digital S272
Enam analog input S272 mendukung sinyal 4 sampai 20 mA, 0 sampai 20 mA, dan 0 sampai 5 volt. Input tersebut dapat dipakai untuk transmitter tambahan, seperti tekanan atau suhu, apabila dibutuhkan. Sementara itu, digital input dapat menerima status valve, alarm panel, atau kontak peralatan. Empat relay output tersedia untuk kontrol perangkat eksternal melalui rangkaian yang sesuai. Namun, relay RTU tidak boleh langsung menjalankan beban besar tanpa contactor dan perlindungan listrik.
Penyimpanan Data pada RTU
S272 memiliki penyimpanan 32 GB dan mendukung pencatatan hingga sekitar 100.000 rekaman. Fitur tersebut membantu mempertahankan histori saat jaringan seluler mengalami gangguan. Setelah koneksi kembali tersedia, data dapat diteruskan sesuai rancangan sistem. Selain itu, waktu pada meter, RTU, dan platform perlu disinkronkan agar urutan histori tetap tepat. Penyimpanan lokal membantu mengurangi kehilangan data, tetapi tetap memerlukan pengaturan interval dan kapasitas yang benar.
Arsitektur Sistem Berbasis IoT
Proses dimulai ketika HGUF mengukur debit gas pada jalur pipa. Selanjutnya, S272 membaca hasil tersebut melalui RS485 Modbus atau input yang sesuai. RTU kemudian mengirimkan data melalui jaringan 4G menuju Platform Microthings. Setiap meter dapat diberi identitas berdasarkan nama pabrik, area, jalur, proses, dan jenis gas. Dengan struktur tersebut, banyak titik dapat dipantau melalui satu sistem tanpa membuka setiap meter secara langsung.
Platform Microthings sebagai Layanan Cloud
Platform Microthings merupakan platform IoT dan Cloud Computing untuk monitoring, kontrol, integrasi perangkat, dan pengolahan data secara real-time. Sistem dapat menerima informasi dari sensor, flow meter, PLC, RTU, gateway, dan industrial router. Selain dashboard berbasis web serta mobile, platform mendukung pencatatan data, analisis, laporan, API, dan notifikasi. Implementasinya juga dapat menggunakan cloud, private cloud, atau server on-premise berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Dashboard Pemantauan Aliran Gas
Dashboard dapat menampilkan debit sesaat, total volume, tekanan, suhu, kondisi standar, dan waktu pembaruan terakhir sesuai data yang tersedia. Selain itu, warna indikator dapat membedakan kondisi normal, peringatan, kritis, dan offline. Beberapa jalur juga dapat dibandingkan melalui satu halaman. Tampilan tersebut membantu operator menemukan perubahan tanpa membaca meter satu per satu. Namun, satuan dan kondisi acuan harus ditampilkan dengan jelas agar pengguna tidak salah memahami nilai.
Histori dan Grafik Penggunaan
Histori membantu pengguna melihat perubahan debit berdasarkan jam, hari, minggu, atau bulan. Grafik dapat menunjukkan kenaikan saat produksi dimulai dan penurunan setelah peralatan dihentikan. Selain itu, data dapat dibandingkan dengan jadwal kerja, jumlah produksi, tekanan, dan status valve. Jika penggunaan meningkat tanpa perubahan kegiatan, tim dapat melakukan pemeriksaan. Dengan demikian, data historis membantu menemukan kondisi yang sulit terlihat melalui satu kali pembacaan.
Laporan Konsumsi Gas
Platform dapat menyusun laporan berdasarkan meter, area, departemen, proses, atau periode tertentu. Informasi tersebut membantu perusahaan menghitung konsumsi dan membandingkannya dengan target. Selanjutnya, data dapat dipakai untuk evaluasi biaya, audit internal, serta perencanaan kebutuhan. Pencatatan otomatis juga mengurangi risiko kesalahan saat angka disalin secara manual. Namun, penggunaan untuk transaksi resmi harus mengikuti persyaratan metrologi dan regulasi yang berlaku.
Alarm Debit Tinggi
Alarm dapat muncul ketika debit melewati batas yang telah ditentukan. Kondisi tersebut mungkin terjadi karena peningkatan produksi, valve terbuka terlalu besar, atau perubahan tekanan. Namun, batas perlu mengikuti kapasitas pipa, meter, dan proses. Selain itu, jeda waktu dapat ditambahkan agar perubahan sesaat tidak langsung menghasilkan notifikasi. Setelah alarm diterima, operator sebaiknya membandingkan debit dengan tekanan, status valve, dan kondisi peralatan.
Alarm Debit Rendah
Debit rendah dapat menunjukkan pasokan berkurang, valve tertutup sebagian, filter tersumbat, kompresor melemah, atau perubahan proses. Meskipun begitu, kondisi tersebut belum tentu menandakan gangguan karena produksi mungkin sedang menurun. Oleh sebab itu, nilai perlu dibandingkan dengan jadwal operasional serta parameter pendukung. Platform dapat membantu menampilkan beberapa data dalam waktu yang sama. Pemeriksaan lapangan tetap dibutuhkan untuk memastikan penyebab akhirnya.
Alarm Perubahan Tidak Normal
Sistem dapat mendeteksi kenaikan atau penurunan yang terjadi lebih cepat daripada kondisi biasa. Perubahan mendadak dapat menjadi tanda pergantian operasi, gangguan valve, perubahan pasokan, atau masalah pada meter. Namun, algoritma tidak dapat langsung menentukan penyebab sebenarnya. Operator perlu memeriksa histori, kondisi proses, dan laporan lapangan. Alarm berfungsi sebagai pemberitahuan awal agar tim dapat memusatkan perhatian pada lokasi tertentu.
Analisis Kebocoran Gas
Selisih antara meter masuk dan beberapa meter keluar dapat membantu mendukung analisis kehilangan. Selain itu, aliran yang terus muncul saat proses berhenti dapat menjadi tanda kondisi yang perlu diperiksa. Namun, flow meter tidak dapat menunjukkan titik kebocoran secara langsung. Perbedaan data juga dapat berasal dari kondisi acuan, ketidakpastian meter, waktu pencatatan, atau penggunaan yang belum tercatat. Deteksi kebocoran gas tetap membutuhkan gas detector, inspeksi pipa, dan prosedur keselamatan yang sesuai.
Alarm Perangkat Offline
Platform dapat memberikan peringatan ketika meter atau S272 berhenti mengirim data. Namun, status offline tidak selalu berarti HGUF mengalami kerusakan. Gangguan dapat berasal dari catu daya, kabel RS485, konfigurasi Modbus, kartu SIM, jaringan operator, antena, atau server. Oleh sebab itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara bertahap. Mulailah dari sumber daya, lalu periksa meter, komunikasi lokal, RTU, dan koneksi internet.
Kontrol Valve dari Jarak Jauh
Relay S272 dapat digunakan untuk memberikan perintah kepada rangkaian kontrol valve melalui contactor, interposing relay, atau PLC. Namun, perintah jarak jauh harus melewati interlock lokal sebelum dijalankan. Sistem perlu memeriksa tekanan, kondisi valve, emergency stop, gas detector, dan status keselamatan lainnya. Selain itu, setiap perintah sebaiknya dicatat bersama nama pengguna serta waktu pelaksanaan. Kontrol cloud berfungsi sebagai fasilitas tambahan, bukan pengganti sistem keselamatan lokal.
Sistem Pengaman Lokal Tetap Dibutuhkan
Koneksi internet, jaringan seluler, dan platform cloud dapat mengalami gangguan. Oleh sebab itu, emergency shutdown, pressure switch, gas detector, fire and gas system, serta interlock proses harus tetap bekerja tanpa koneksi cloud. Jika komunikasi gagal, peralatan perlu masuk ke kondisi aman yang telah ditentukan. Alarm pada Platform Microthings membantu mempercepat pemberitahuan kepada petugas. Namun, fungsi keselamatan utama tetap harus dijalankan oleh perangkat lokal yang sesuai.
Keamanan Data dan Komunikasi
S272 mendukung beberapa protokol komunikasi, termasuk MQTT, TCP, UDP, serta Modbus. Agar data lebih aman, jaringan dapat menggunakan APN privat, VPN, firewall, autentikasi, atau enkripsi sesuai kebutuhan proyek. Selain itu, kata sandi bawaan perlu diganti sebelum perangkat dioperasikan. Hak akses Platform Microthings juga sebaiknya dibagi berdasarkan tugas pengguna. Dengan cara tersebut, hanya petugas berwenang yang dapat mengubah konfigurasi atau menjalankan perintah kontrol.
Pemasangan pada Area Berbahaya
Gas alam, hidrogen, dan beberapa gas proses dapat membentuk lingkungan mudah terbakar. HGUF, S272, power supply, kabel, gland, dan panel harus dipilih berdasarkan klasifikasi area. S272 memiliki housing logam dengan perlindungan IP30 dan tidak boleh langsung dianggap tahan ledakan. Oleh karena itu, RTU sebaiknya dipasang di area aman atau di dalam enclosure bersertifikat yang sesuai. Penentuan instalasi harus dilakukan oleh personel yang memahami instrumentasi, kelistrikan, dan keselamatan gas.
Catu Daya dan Panel Perangkat
S272 menerima tegangan sekitar 9 sampai 36 volt DC. Sumber daya perlu stabil serta dilengkapi sekering, proteksi lonjakan, dan grounding yang sesuai. Selain itu, perangkat sebaiknya dipasang di dalam panel yang melindunginya dari air, debu, panas, dan akses tanpa izin. Kabel komunikasi perlu dipisahkan dari jalur daya besar untuk mengurangi gangguan. Pemeriksaan suhu di dalam panel juga penting agar seluruh perangkat bekerja dalam rentang yang aman.
Pengujian Sebelum Sistem Dioperasikan
Pengujian dimulai dengan memeriksa arah aliran, sambungan flange, catu daya, dan tampilan meter. Selanjutnya, teknisi memastikan data debit serta total volume dapat dibaca melalui RS485. Konfigurasi S272, jaringan 4G, MQTT, dan Platform Microthings kemudian diuji secara bertahap. Alarm tinggi, rendah, dan offline juga perlu disimulasikan. Sistem sebaiknya digunakan setelah nilai lokal serta dashboard menunjukkan hasil yang konsisten.
Pemeliharaan Flow Meter dan RTU
Pemeriksaan rutin perlu mencakup kondisi pipa, flange, transduser, kabel, panel, antena, RTU, dan catu daya. Selain itu, nilai meter sebaiknya dibandingkan dengan data referensi atau prosedur verifikasi perusahaan. Jika hasil mulai berubah, teknisi dapat memeriksa profil aliran, tekanan, suhu, konfigurasi, dan kondisi elektronik. Cadangan konfigurasi S272 juga perlu disimpan setelah terdapat perubahan. Riwayat pemeliharaan membantu perusahaan melihat pola gangguan dan menentukan jadwal tindakan berikutnya.
Manfaat Pemantauan Aliran Gas Berbasis IoT
Sistem ini membantu perusahaan mengurangi pencatatan manual dan memantau beberapa jalur melalui satu dashboard. Selain itu, histori memberikan informasi yang lebih lengkap daripada satu kali pembacaan. Alarm membantu operator mengetahui perubahan debit, gangguan komunikasi, dan kondisi tidak normal lebih cepat. Data juga dapat mendukung evaluasi penggunaan, perencanaan produksi, dan program efisiensi. Dengan demikian, pengelolaan gas menjadi lebih teratur serta berbasis data aktual.
Solusi yang Dapat Disesuaikan
Setiap fasilitas mempunyai jenis gas, ukuran pipa, tekanan, suhu, debit, jaringan, dan kebutuhan laporan yang berbeda. Oleh karena itu, solusi dapat disesuaikan melalui pilihan ukuran HGUF, jumlah kanal, kompensasi, antarmuka komunikasi, S272, serta perangkat pendukung. Sensor tekanan, temperature transmitter, gas detector, valve controller, dan PLC juga dapat ditambahkan. Selanjutnya, Platform Microthings dapat dikonfigurasi melalui dashboard, grafik, histori, alarm, laporan, dan hak akses pengguna. Konsultasi teknis membantu memastikan seluruh bagian sesuai dengan kondisi proses dan standar perusahaan.
Kesimpulan
Aliran Gas dapat dipantau menggunakan Ultrasonic Gas Flow Meter HGUF, Cellular IoT RTU S272, dan Platform Microthings. HGUF memakai perbedaan waktu tempuh gelombang ultrasonik untuk menghitung kecepatan serta debit tanpa bagian mekanis bergerak. Selanjutnya, S272 membaca data melalui RS485 Modbus atau antarmuka lain yang sesuai, lalu mengirimkannya melalui jaringan 4G menuju cloud. Pengguna kemudian dapat melihat nilai terbaru, total volume, tekanan, suhu, grafik, histori, laporan, serta alarm dari jarak jauh. Hubungi tim sales dan marketing Microthings untuk berkonsultasi mengenai jenis gas, ukuran pipa, rentang debit, tekanan, suhu, komunikasi, klasifikasi area, dan sistem monitoring yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
