Industrial IoT membantu pabrik melihat pemakaian listrik dari berbagai mesin melalui satu sistem. Dengan cara ini, data dari alat ukur dapat masuk ke pusat pantau secara rutin. Tim pun bisa melihat beban listrik tanpa harus datang ke setiap panel. Selain itu, data tersebut dapat membantu pabrik mencari cara untuk menekan biaya energi.
Listrik menjadi bagian penting dalam proses kerja pabrik. Namun, setiap mesin memiliki kebutuhan daya yang berbeda. Jika pemakaian listrik tidak tercatat dengan baik, tim akan sulit mencari sumber beban yang tinggi. Karena itu, perusahaan perlu memakai sistem yang dapat melihat data energi secara lebih jelas.
Daftar Isi :
Mengapa Pabrik Perlu Memantau Energi Listrik?
Setiap mesin memakai listrik agar dapat bekerja sesuai tugasnya. Namun, jumlah energi yang dipakai dapat berubah mengikuti beban mesin. Karena itu, tim perlu melihat hasil ukur dari waktu ke waktu. Data tersebut dapat membantu pabrik menilai kebutuhan listrik pada setiap area.
Pada cara manual, petugas harus datang ke panel untuk membaca angka pada meter. Setelah itu, hasilnya dicatat dan dibuat menjadi laporan. Cara ini masih dapat dipakai, tetapi cukup sulit jika jumlah panel banyak. Selain itu, perubahan beban bisa terjadi sebelum petugas melakukan cek berikutnya.
Industrial IoT membantu membawa data dari meter menuju satu pusat pantau. Dengan begitu, tim dapat melihat nilai listrik dari beberapa panel melalui satu layar. Data lama juga dapat menjadi bahan untuk mencari pola pemakaian energi.
Data Listrik yang Perlu Dilihat
Sebelum membuat sistem, tim perlu tahu jenis data yang ingin dibaca. Setiap nilai listrik memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, jenis meter harus sesuai dengan kebutuhan pabrik.
Energi Listrik dalam kWh
kWh menunjukkan jumlah energi listrik yang terpakai selama waktu tertentu. Nilai ini membantu tim melihat pemakaian listrik harian atau bulanan. Dengan data kWh, pabrik dapat menilai mesin atau area yang memakai banyak energi.
Sebagai contoh, sebuah mesin bekerja selama delapan jam setiap hari. Smart meter mencatat jumlah energi yang dipakai selama mesin tersebut bekerja. Setelah itu, tim dapat melihat hasilnya dan membandingkan data dari hari lain.
Namun, jumlah kWh yang tinggi tidak selalu berarti ada pemborosan. Mesin yang membuat lebih banyak barang juga dapat memakai lebih banyak energi. Karena itu, data listrik perlu dilihat bersama hasil kerja mesin.
Daya Listrik dalam kW
kW menunjukkan besar daya yang dipakai pada suatu saat. Nilai ini membantu tim melihat beban listrik ketika mesin bekerja. Selain itu, data tersebut dapat menunjukkan waktu saat beban mulai naik.
Misalnya, tiga mesin besar menyala dalam waktu yang sama. Beban pada panel dapat naik saat ketiga mesin mulai bekerja. Setelah data masuk, petugas dapat melihat kapan kenaikan tersebut terjadi.
Namun, beban tinggi belum tentu menunjukkan masalah. Tim perlu melihat jumlah mesin yang hidup pada waktu tersebut. Dengan cara ini, nilai daya dapat dibaca sesuai kondisi kerja.
Tegangan dan Arus
Tegangan dan arus juga menjadi data penting pada panel listrik. Smart meter yang sesuai dapat membaca kedua nilai tersebut. Kemudian, hasil ukur dapat dikirim ke pusat pantau melalui jaringan.
Jika nilai keluar dari batas kerja, tim listrik dapat melakukan cek. Namun, hasil ukur harus dibandingkan dengan aturan alat dan kondisi beban. Karena itu, petugas yang ahli perlu menentukan nilai acuan yang tepat.
Cara Kerja Industrial IoT untuk Monitoring Energi
Industrial IoT membawa data listrik dari panel menuju pusat pantau. Sistem ini dapat memakai smart meter, LoRa Node, gateway, dan cloud. Setiap alat memiliki tugas yang saling terkait agar data sampai dengan benar.
Smart Meter Membaca Data Listrik
Smart meter menjadi sumber data pada sistem pantau energi. Alat ini membaca kWh, kW, tegangan, dan arus sesuai fitur yang ada. Setelah nilai terbaca, data dapat masuk ke alat kirim yang sesuai.
Sebagai contoh, sebuah meter terpasang pada panel ruang pompa. Meter membaca listrik yang dipakai selama pompa bekerja. Data tersebut lalu dapat menjadi bahan saat tim ingin melihat beban harian.
Namun, pemasangan meter harus mengikuti aturan keselamatan listrik. Tim yang ahli perlu memilih meter dan cara pasang yang tepat. Dengan begitu, sistem dapat bekerja tanpa mengganggu panel.
LoRa Node Mengirim Hasil Ukur
LoRa Node membawa data dari meter menuju gateway melalui sinyal radio. Karena itu, sistem tidak selalu perlu kabel data yang panjang. Cara ini berguna saat panel berada jauh dari ruang kontrol.
Namun, meter dan node harus memakai jalur data yang cocok. Jika meter memakai Modbus RTU, node juga perlu mendukung cara baca yang sesuai. Setelah itu, tim dapat menguji apakah data dari meter sampai ke gateway.
Gateway Membawa Data ke Pusat
Gateway menerima data dari LoRa Node yang sesuai. Kemudian, hasil ukur dapat dikirim melalui jaringan seluler atau Ethernet. Dengan begitu, data dari beberapa panel dapat masuk ke satu pusat pantau.
Namun, gateway dan layanan tujuan harus memakai aturan data yang cocok. Karena itu, tim perlu menguji jalur kirim sebelum sistem digunakan setiap hari.
Cloud Menampilkan Hasil Ukur
Cloud dapat menampilkan data listrik melalui web atau aplikasi yang sesuai. Setelah data masuk, tim dapat melihat angka dan grafik dari tiap panel. Selain itu, data lama dapat menjadi bahan untuk membuat laporan.
Dengan grafik, petugas dapat melihat kapan beban listrik naik atau turun. Namun, setiap meter harus memiliki nama dan waktu baca yang jelas. Cara ini membantu tim agar tidak salah memilih data.
Cellular LoRa Gateway S281 untuk Monitoring Energi
Salah satu alat yang dapat mendukung sistem ini adalah Cellular LoRa Gateway S281 dari Microthings. Gateway ini menerima data dari LoRa Node lalu meneruskannya melalui jaringan yang tersedia. Dengan fungsi tersebut, S281 dapat membantu membawa data listrik dari beberapa titik menuju pusat pantau.
S281 memakai chip LoRa SX1278 dengan jarak kirim hingga sekitar 2 km pada kondisi yang mendukung. Karena itu, alat ini dapat menjadi pilihan saat panel berada pada lokasi yang berjauhan. Namun, jarak nyata tetap perlu diuji karena gedung dan posisi antena dapat membuat sinyal melemah.
Selain LoRa, S281 mendukung GSM, GPRS, 3G, 4G, serta Ethernet RJ45. Pilihan ini memberi cara untuk membawa data sesuai kondisi lokasi. Jika LAN tersedia, Ethernet dapat dipakai sebagai jalur data. Sementara itu, jaringan seluler dapat menjadi pilihan saat LAN tidak tersedia.
S281 juga mendukung Modbus RTU dan Modbus TCP. Fitur ini berguna pada sistem yang memakai PLC atau smart meter yang sesuai. Namun, jenis port dan aturan data tetap perlu diperiksa sebelum alat disambung.
Fitur Utama Cellular LoRa Gateway S281
S281 memiliki beberapa fitur yang dapat membantu proses kirim data energi. Selain jalur radio, alat ini juga mendukung alarm SMS dan fungsi jarak jauh. Karena itu, gateway dapat membantu tugas tim saat mengelola banyak titik ukur.
LoRa untuk Area yang Luas
S281 memakai LoRa untuk menerima data dari node yang cocok. Jarak kirim dapat mencapai sekitar 2 km pada kondisi yang baik. Dengan cara ini, data dari beberapa panel dapat dibawa menuju satu gateway.
Namun, jarak tersebut tidak selalu sama pada setiap lokasi. Tim perlu mengecek sinyal dan posisi antena sebelum sistem mulai dipakai.
Dukungan Modbus
S281 mendukung Modbus RTU dan Modbus TCP untuk tukar data. Fitur ini dapat membantu proses baca data dari alat ukur yang sesuai. Karena itu, data listrik dapat menjadi bagian dari sistem IoT yang telah dibuat.
Namun, setiap smart meter memiliki aturan data yang berbeda. Tim perlu mengecek port dan alamat data sebelum alat dipasang. Setelah itu, hasil ukur perlu dibandingkan dengan nilai pada layar meter.
Alarm dan Laporan SMS
S281 dapat mengirim alarm melalui SMS saat nilai tertentu melewati batas yang telah diatur. Selain itu, gateway mendukung laporan harian sesuai jadwal. Pesan dapat dikirim ke hingga 10 nomor pengguna.
Dengan fitur ini, petugas dapat menerima kabar tanpa harus terus membuka layar pantau. Namun, alarm untuk data listrik perlu didukung oleh alat dan aturan data yang sesuai. Karena itu, sistem harus diuji sebelum dipakai.
Cek Baterai dan Akses Jarak Jauh
S281 dapat melihat level baterai pada node yang mendukung fitur tersebut. Data ini membantu tim mengetahui kapan daya mulai rendah. Setelah itu, petugas dapat membuat jadwal cek agar data tidak berhenti masuk.
Selain itu, S281 mendukung pengaturan dan mulai ulang melalui SMS. Fitur ini membantu teknisi saat perlu menangani tugas tertentu dari lokasi lain. Namun, akses tersebut tetap harus dijaga agar aman.
Spesifikasi Cellular LoRa Gateway S281
Sebelum memilih gateway, tim perlu melihat data utama produk. Informasi ini membantu petugas menilai apakah S281 cocok dengan meter dan jaringan yang akan dipakai.
| Bagian | Detail Produk |
|---|---|
| Model | S281 |
| Chip LoRa | SX1278 |
| Jarak LoRa | Hingga sekitar 2 km |
| Jaringan | GSM, GPRS, 3G, 4G |
| Port LAN | Ethernet RJ45 |
| Protokol | Modbus RTU dan TCP |
| Prosesor | ARM Cortex-M4 |
| Daya masuk | 9–36VDC |
| A |
