Dark Light
Monitoring Arus Listrik Berbasis Internet of Things

Monitoring Arus Listrik Berbasis Internet of Things

Arus Listrik perlu dipantau secara teratur karena perubahan nilainya dapat memengaruhi keamanan, efisiensi, dan kestabilan sistem kelistrikan. Kebutuhan listrik terus meningkat di kawasan perkotaan, pedesaan, perumahan, gedung komersial, dan fasilitas industri. Oleh karena itu, pengelola membutuhkan sistem yang dapat mencatat parameter kelistrikan serta memberikan peringatan ketika muncul kondisi yang tidak normal.

Teknologi Internet of Things memungkinkan data dari panel listrik dikirim ke pusat pemantauan melalui jaringan seluler atau Ethernet. Operator dapat membuka dashboard melalui komputer maupun perangkat seluler untuk melihat kondisi terbaru. Selain itu, data historis dapat digunakan untuk mengevaluasi pola beban dan menentukan langkah penghematan energi.

Microthings menawarkan sistem yang menggabungkan Cellular Electricity Power IoT RTU, perangkat proteksi, jaringan komunikasi, dan platform cloud. Melalui sistem tersebut, data kelistrikan dapat dikumpulkan, disimpan, serta ditampilkan secara terpusat. Namun, fungsi monitoring perlu dibedakan dari fungsi keselamatan agar sistem tetap dirancang secara tepat.

Pentingnya Pemantauan Sistem Kelistrikan

Listrik digunakan untuk menjalankan mesin produksi, pompa, pendingin, pencahayaan, komputer, dan berbagai peralatan lainnya. Ketika beban meningkat secara berlebihan, kabel serta komponen panel dapat mengalami kenaikan suhu. Sebaliknya, kehilangan salah satu fase dapat mengganggu motor dan peralatan tiga fase.

Pemeriksaan manual tetap dibutuhkan, tetapi metode tersebut hanya memberikan informasi pada saat petugas melakukan pengecekan. Perubahan yang terjadi di luar jadwal pemeriksaan dapat terlambat diketahui. Karena itu, pemantauan otomatis membantu pengguna memperoleh data secara berkala dan menerima notifikasi lebih cepat.

Tantangan Monitoring Secara Manual

Petugas biasanya membaca meter pada panel, kemudian mencatat hasilnya ke dalam formulir. Cara tersebut membutuhkan waktu ketika jumlah panel cukup banyak atau lokasinya berjauhan. Selain itu, kesalahan penulisan dapat menyebabkan data yang disimpan berbeda dari nilai pada alat.

Tanpa riwayat digital, perusahaan juga sulit mengetahui waktu terjadinya perubahan beban. Operator hanya melihat nilai saat ini tanpa mengetahui pola sebelum gangguan muncul. Sistem IoT mengatasi masalah tersebut dengan mengirim dan menyimpan data berdasarkan interval yang telah ditentukan.

Mengenal Cellular Electricity Power IoT RTU S257

Cellular Electricity Power IoT RTU S257 merupakan perangkat pengukuran dan komunikasi yang dirancang untuk sistem distribusi listrik tiga fase. Perangkat ini dapat digunakan pada konfigurasi tiga fase tiga kawat maupun tiga fase empat kawat. Parameter yang dapat dibaca meliputi tegangan, arus, faktor daya, frekuensi, daya aktif, daya reaktif, daya semu, energi aktif, energi reaktif, serta kondisi kehilangan fase.

S257 menggabungkan fungsi meter listrik, RTU, komunikasi seluler, penyimpanan data, input, dan output dalam satu perangkat. Karena itu, alat ini dapat digunakan untuk memantau panel distribusi atau transformator melalui jaringan jarak jauh. Perangkat juga memiliki varian komunikasi GSM, 3G, 4G, atau NB-IoT, sehingga pilihan modul harus disesuaikan dengan jaringan operator yang tersedia.

Pengukuran Tegangan pada Sistem Tiga Fase

S257 dirancang untuk pemantauan distribusi tiga fase dengan rentang pengukuran yang mencakup 100 sampai 400 Volt AC. Data tegangan setiap fase dapat digunakan untuk mengetahui ketidakseimbangan, penurunan tegangan, atau kehilangan fase. Informasi tersebut membantu operator menilai kondisi suplai sebelum melakukan pemeriksaan langsung.

Ketidakseimbangan tegangan dapat memengaruhi kinerja motor dan peralatan. Oleh sebab itu, batas alarm perlu ditentukan berdasarkan desain sistem, standar perusahaan, dan karakter beban. Pengaturan tidak boleh dibuat hanya berdasarkan nilai umum karena setiap fasilitas memiliki kondisi operasional yang berbeda.

Pengukuran Arus Menggunakan Current Transformer

S257 memiliki masukan pengukuran hingga 5 A. Untuk rangkaian dengan beban lebih besar, sistem perlu menggunakan current transformer atau CT dengan rasio yang sesuai. CT menurunkan nilai arus menjadi tingkat yang dapat dibaca oleh alat ukur tanpa menghubungkan beban besar secara langsung ke perangkat.

Rasio CT harus dimasukkan dengan benar ke dalam konfigurasi. Apabila rasio tidak sesuai, nilai yang ditampilkan pada dashboard akan salah. Selain itu, arah pemasangan CT perlu diperhatikan agar pembacaan daya dan energi tidak terbalik.

Pekerjaan pada rangkaian CT harus dilakukan oleh teknisi kelistrikan yang kompeten. Terminal sekunder CT tidak boleh dibiarkan terbuka ketika sisi primer masih dialiri listrik karena kondisi tersebut dapat menimbulkan tegangan berbahaya.

Pemantauan Daya dan Penggunaan Energi

Selain membaca nilai arus, perangkat dapat menghitung daya aktif, daya reaktif, daya semu, dan faktor daya. Daya aktif menunjukkan energi yang digunakan untuk melakukan pekerjaan, sedangkan daya reaktif berkaitan dengan medan magnet pada peralatan seperti motor dan transformator. Daya semu merupakan gabungan dari kedua komponen tersebut.

Data energi aktif dapat digunakan untuk melihat konsumsi dalam periode tertentu. Selanjutnya, perusahaan dapat membandingkan penggunaan antarshift, antarbangunan, atau antarmesin. Informasi tersebut membantu proses evaluasi, tetapi hasilnya perlu dibandingkan dengan jam operasi dan jumlah produksi agar analisis lebih adil.

Faktor Daya dan Efisiensi Sistem

Faktor daya menunjukkan hubungan antara daya aktif dan daya semu. Nilai yang rendah dapat membuat arus menjadi lebih besar untuk menghasilkan daya aktif yang sama. Akibatnya, kabel dan peralatan distribusi dapat menerima beban yang lebih tinggi.

Dashboard dapat menampilkan perubahan faktor daya dari waktu ke waktu. Ketika nilai berada di luar batas perusahaan, teknisi dapat memeriksa beban induktif dan perangkat kompensasi. Namun, pengoperasian kapasitor atau sistem kompensasi harus tetap dilakukan oleh controller lokal yang telah dirancang untuk fungsi tersebut.

Input dan Output pada RTU S257

Cellular Electricity Power IoT RTU 2
Cellular Electricity Power IoT RTU 2

 

S257 menyediakan dua digital input dan dua relay output. Digital input dapat digunakan untuk menerima status pemutus, alarm panel, kontak pintu, atau sinyal dari perangkat proteksi. Sementara itu, relay output dapat menjalankan perintah kontrol pada rangkaian bantu yang sesuai.

Relay RTU tidak boleh digunakan untuk memutus beban besar secara langsung. Apabila diperlukan kontrol daya, relay harus menggerakkan kontaktor, shunt trip, atau sistem pemutus lain dengan kapasitas yang sesuai. Seluruh rangkaian perlu dilengkapi interlock dan proteksi lokal.

Monitoring Suhu dan Kelembapan Panel

Perangkat ini memiliki satu input untuk sensor suhu dan kelembapan lingkungan. Data tersebut dapat membantu pengguna mengetahui kondisi di dalam panel, ruang listrik, atau area transformator. Suhu yang terus meningkat dapat menjadi tanda ventilasi kurang baik, beban tinggi, atau sambungan yang perlu diperiksa.

Kelembapan juga perlu diperhatikan karena kondensasi dapat memengaruhi komponen listrik. Namun, sensor lingkungan tidak dapat menunjukkan sumber panas secara khusus. Pemeriksaan menggunakan thermal camera dan inspeksi sambungan tetap diperlukan ketika ditemukan kenaikan suhu yang tidak normal.

Perluasan Data Melalui RS485 Modbus

S257 dilengkapi satu port RS485 yang mendukung Modbus RTU dalam mode master maupun slave. Port tersebut dapat digunakan untuk membaca meter tambahan, perangkat input dan output, atau sensor lain yang memiliki komunikasi Modbus. Dengan demikian, satu sistem dapat mengumpulkan lebih banyak parameter dari panel atau fasilitas yang sama.

Agar komunikasi berjalan dengan baik, alamat perangkat, baud rate, parity, dan register harus dikonfigurasi secara tepat. Kabel RS485 juga perlu dipasang dengan polaritas yang benar. Selain itu, terminasi dan grounding jaringan harus disesuaikan dengan panjang serta kondisi instalasi.

Pengiriman Data Melalui Jaringan Seluler

Modul seluler di dalam S257 memungkinkan data dikirim menuju server melalui jaringan operator. Dual SIM membantu pengguna menyiapkan dua kartu operator, meskipun fungsi perpindahan jaringan harus disesuaikan dengan konfigurasi dan varian perangkat. Perangkat juga menyediakan Ethernet untuk koneksi internet melalui kabel pada lokasi yang memiliki jaringan lokal.

Kualitas komunikasi dipengaruhi oleh kekuatan sinyal, posisi antena, paket data, dan kestabilan operator. Sebelum instalasi, teknisi perlu melakukan survei jaringan. Apabila sinyal di dalam ruang panel lemah, antena eksternal dapat ditempatkan pada posisi yang lebih baik dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Integrasi dengan Platform Microthings

Platform Microthings berfungsi sebagai layanan IoT dan cloud untuk menerima, menyimpan, mengolah, serta menampilkan data lapangan. Platform dapat digunakan untuk kebutuhan monitoring industri, energi, utilitas, integrasi perangkat, dan pengolahan informasi secara real-time.

Data dari S257 dapat ditampilkan berdasarkan lokasi, panel, bangunan, atau kelompok beban. Pengguna dapat membuka nilai terbaru, grafik, status komunikasi, dan riwayat alarm. Dengan demikian, operator tidak harus membaca data mentah dari setiap perangkat.

Dashboard Monitoring Arus Listrik

Dashboard dapat menampilkan tegangan setiap fase, nilai beban, daya aktif, daya reaktif, daya semu, faktor daya, frekuensi, dan energi. Sistem cloud yang terhubung dengan S257 juga dapat diakses melalui komputer, perangkat seluler, atau pusat monitoring sesuai aplikasi yang digunakan.

Tampilan sebaiknya dibuat sederhana agar kondisi penting segera terlihat. Nilai utama dapat ditempatkan pada halaman ringkasan, sedangkan informasi rinci disimpan pada halaman analisis. Selain itu, status waktu pembaruan terakhir perlu ditampilkan agar pengguna mengetahui apakah data masih aktif.

Grafik dan Riwayat Data Kelistrikan

Data historis membantu perusahaan memahami perubahan beban selama jam kerja. Grafik dapat menunjukkan waktu penggunaan tertinggi, periode beban rendah, dan pola operasi mesin. Kemudian, informasi tersebut dapat digunakan untuk mengatur jadwal peralatan atau mengevaluasi penggunaan energi.

S257 mendukung penyimpanan catatan historis di dalam perangkat. Fitur tersebut membantu mempertahankan data ketika komunikasi mengalami gangguan sementara. Setelah jaringan kembali tersedia, sistem dapat meneruskan data sesuai konfigurasi yang digunakan.

Alarm Beban Berlebih dan Kehilangan Fase

Setiap parameter pada S257 dapat diberikan batas tertentu. Ketika nilai melewati batas atau kembali normal, perangkat dapat membuat alarm melalui SMS, panggilan, cloud, aplikasi, web server, atau sistem monitoring yang telah diintegrasikan. Perangkat juga dapat mendeteksi kehilangan fase dan mengirim peringatan kepada pengguna.

Batas alarm perlu dibuat bertingkat agar operator dapat membedakan peringatan awal dan kondisi kritis. Sebagai contoh, alarm pertama dapat meminta pemeriksaan, sedangkan alarm kedua dapat memicu tindakan lokal. Pendekatan tersebut mengurangi risiko setiap perubahan kecil langsung mematikan proses.

Perbedaan Beban Lebih dan Kebocoran Arus

Beban lebih terjadi ketika nilai yang melewati penghantar lebih besar daripada kapasitas sistem. Sebaliknya, kebocoran ke tanah atau earth leakage terjadi ketika sebagian arus mengalir melalui jalur yang tidak seharusnya. Kedua kondisi tersebut memerlukan metode deteksi dan perlindungan yang berbeda.

S257 dapat mengukur parameter fase serta menerima alarm dari perangkat lain. Namun, spesifikasi dasarnya tidak menunjukkan bahwa alat ini merupakan residual current relay khusus. Agar kebocoran dapat dideteksi dengan tepat, sistem perlu memakai residual current transformer atau toroid yang terhubung ke earth leakage relay, RCD, RCCB, atau RCBO. Perangkat residual current bekerja dengan membandingkan arus yang keluar dan kembali, lalu memutus rangkaian ketika nilai kebocoran melewati batas.

Kontak alarm dari earth leakage relay dapat dihubungkan ke digital input S257. Selanjutnya, status tersebut dikirim ke Platform Microthings. Dengan rancangan ini, perangkat proteksi lokal menangani keselamatan, sedangkan sistem IoT memberikan monitoring dan notifikasi jarak jauh.

Pemutusan Daya Secara Aman

Ketika alarm kritis muncul, sistem dapat mengirim perintah menuju relay output. Namun, perintah tersebut sebaiknya digunakan untuk menggerakkan kontaktor atau shunt trip yang telah dirancang sesuai tegangan, beban, dan kapasitas pemutusan. Peralatan yang memutus arus gangguan harus memiliki rating yang sesuai dengan tegangan dan arus yang mungkin terjadi.

Pemutusan otomatis juga perlu mempertimbangkan jenis beban. Mesin tertentu membutuhkan prosedur penghentian agar produk, peralatan, atau keselamatan pekerja tidak terganggu. Oleh sebab itu, logika kontrol harus melalui kajian teknis dan tidak boleh hanya bergantung pada perintah cloud.

Sistem Proteksi Lokal Tetap Menjadi Prioritas

Monitoring cloud tidak menggantikan MCB, MCCB, fuse, overload relay, RCD, RCCB, RCBO, relay proteksi, dan grounding. Perangkat proteksi tersebut harus bekerja secara lokal walaupun koneksi internet atau server terputus. Sistem IoT digunakan sebagai lapisan tambahan untuk menyediakan data, alarm, dan dukungan pengambilan keputusan.

RCD dan residual current relay dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya yang berasal dari kebocoran ke tanah. Sementara itu, MCB atau MCCB digunakan untuk perlindungan terhadap beban lebih dan hubung singkat sesuai rancangan. Kombinasi proteksi harus mengikuti kebutuhan instalasi dan standar yang berlaku.

Penerapan pada Fasilitas Industri

Pada area industri, sistem dapat digunakan untuk memantau panel mesin, motor, pompa, kompresor, chiller, dan jalur produksi. Data beban membantu teknisi mengetahui waktu peralatan mulai bekerja dan melihat perubahan selama proses berlangsung. Selain itu, alarm kehilangan fase dapat membantu mencegah mesin terus beroperasi dalam kondisi suplai yang tidak lengkap.

Riwayat data juga dapat dibandingkan dengan jumlah produksi. Apabila konsumsi meningkat tanpa kenaikan hasil produksi, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan. Namun, analisis harus mempertimbangkan kondisi mesin, jenis produk, suhu lingkungan, dan jadwal pemeliharaan.

Penerapan pada Gedung dan Perumahan

Sistem dapat diterapkan pada gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, rumah sakit, dan kompleks perumahan. Setiap panel utama atau subpanel dapat dipantau untuk melihat pola penggunaan. Kemudian, pengelola dapat menentukan area yang membutuhkan evaluasi.

Untuk instalasi rumah atau beban satu fase, perangkat S257 mungkin terlalu besar karena dirancang untuk sistem tiga fase. Pada kondisi tersebut, pengguna dapat memilih smart meter atau energy meter satu fase yang lebih sesuai. Pemilihan perangkat harus mengikuti jenis jaringan dan jumlah parameter yang perlu dipantau.

Instalasi Cellular Electricity Power IoT RTU

Pemasangan dimulai dengan survei panel, jenis jaringan, arus nominal, rasio CT, sumber tegangan, posisi antena, dan kebutuhan komunikasi. Teknisi harus memastikan bahwa rangkaian dalam kondisi aman sebelum bekerja. Seluruh kabel pengukuran, CT, digital input, relay output, sensor lingkungan, RS485, dan Ethernet perlu diberi label yang jelas.

Setelah instalasi selesai, nilai pada perangkat harus dibandingkan dengan alat ukur acuan. Tegangan, arus, faktor daya, dan energi perlu diperiksa agar konfigurasi fase serta rasio CT telah benar. Selanjutnya, teknisi menguji alarm, koneksi cloud, notifikasi, dan penyimpanan data.

Pemeliharaan dan Pemeriksaan Berkala

Pemeliharaan mencakup pemeriksaan CT, kabel, terminal, antena, kartu SIM, relay, sensor lingkungan, dan kondisi panel. Sambungan yang longgar dapat menghasilkan panas serta memengaruhi pengukuran. Oleh sebab itu, pemeriksaan visual dan pengencangan sesuai prosedur perlu dilakukan secara berkala.

Alarm juga harus diuji agar sistem tetap siap digunakan. Selain itu, konfigurasi perangkat dan dashboard perlu dicadangkan. Ketika RTU diganti, pengaturan dapat dipulihkan tanpa membuat seluruh sistem dari awal.

Solusi Monitoring yang Dapat Disesuaikan

Setiap lokasi memiliki jumlah panel, tegangan, beban, metode komunikasi, dan standar keselamatan yang berbeda. Microthings menerima pengembangan sistem yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Penyesuaian dapat mencakup S257, CT, residual current relay, sensor suhu dan kelembapan, perangkat proteksi, jaringan seluler, dashboard, alarm, serta integrasi dengan SCADA.

Proyek dapat dimulai pada satu panel sebagai tahap uji. Tim kemudian memeriksa kualitas data, alarm, kestabilan komunikasi, dan kemudahan penggunaan dashboard. Setelah hasilnya sesuai, sistem dapat dikembangkan ke panel lain secara bertahap.

Video Monitoring Kelistrikan Berbasis IoT

Video berikut memberikan gambaran mengenai penerapan sistem pemantauan kelistrikan menggunakan perangkat komunikasi dan Platform Microthings.

Kesimpulan

Arus Listrik yang dipantau melalui sistem Internet of Things dapat membantu perusahaan mengetahui kondisi distribusi daya secara lebih cepat. Cellular Electricity Power IoT RTU S257 mampu membaca sistem tiga fase, termasuk tegangan, beban, frekuensi, faktor daya, daya aktif, daya reaktif, daya semu, energi, dan kehilangan fase. Perangkat juga menyediakan komunikasi seluler, Ethernet, digital input, relay output, input sensor lingkungan, serta RS485.

Data dari perangkat dapat dikirim ke Platform Microthings untuk ditampilkan melalui dashboard, grafik, riwayat, dan alarm. Namun, pendeteksian kebocoran ke tanah tetap membutuhkan RCD, residual current relay, atau perangkat proteksi khusus. Sistem cloud hanya menjadi alat pemantauan dan tidak menggantikan proteksi lokal.

Solusi dapat disesuaikan dengan jumlah panel, rasio CT, jaringan komunikasi, jenis alarm, dan standar perusahaan. Untuk merancang sistem monitoring kelistrikan yang aman, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan operasional, hubungi tim sales dan marketing Microthings.

SHOPPING CART

close