Dark Light

Industrial IoT sebagai Teknologi Monitoring Berbasis Cloud Leave a comment

Industrial IoT membantu pabrik melihat kondisi mesin dan sensor melalui layanan cloud. Dengan sistem ini, data dari banyak alat dapat masuk ke satu pusat pantau. Petugas pun bisa melihat hasil ukur melalui web atau ponsel dari lokasi lain. Karena itu, proses cek alat menjadi lebih mudah dan tidak selalu perlu dilakukan di lapangan.

Saat ini, banyak pabrik memiliki mesin yang bekerja sepanjang hari. Namun, jarak antarmesin sering membuat proses cek manual memakan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan dapat memakai sensor dan jaringan IoT. Dengan cara ini, hasil ukur dapat dikirim ke cloud agar tim lebih mudah melihat kondisi alat.

Mengenal Industrial IoT Berbasis Cloud

Industrial IoT adalah sistem yang menghubungkan mesin, sensor, dan alat ukur melalui jaringan data. Dalam sistem berbasis cloud, hasil ukur dari lapangan dapat masuk ke satu layanan pusat. Setelah itu, petugas dapat melihat data melalui layar yang telah terhubung.

Cloud berfungsi sebagai tempat untuk menerima, menyimpan, dan menampilkan hasil ukur. Sebagai contoh, data suhu gudang dapat tampil bersama data dari ruang mesin. Karena semua nilai berada dalam satu sistem, petugas lebih mudah melihat kondisi tiap lokasi. Selain itu, data lama dapat dipakai untuk membuat laporan.

Sistem ini juga dapat membantu tim melihat perubahan kondisi alat. Misalnya, suhu mesin terus naik selama beberapa jam. Dengan data yang tersimpan, petugas dapat melihat kapan nilai mulai berubah. Karena itu, hasil ukur dapat menjadi bahan saat tim perlu melakukan cek.

Mengapa Industri Membutuhkan Monitoring Berbasis Cloud?

Pada cara lama, petugas perlu datang ke setiap mesin untuk membaca nilai ukur. Setelah itu, hasilnya dicatat dalam buku atau lembar kerja. Namun, cara ini menjadi sulit saat jumlah mesin makin banyak. Akibatnya, waktu untuk melihat semua data juga menjadi lebih lama.

Industrial IoT membantu membawa hasil ukur menuju satu pusat pantau. Dengan begitu, petugas tidak perlu datang hanya untuk membaca angka. Selain itu, tim dapat melihat data dari banyak lokasi melalui layar yang sama. Cara ini membantu tugas harian menjadi lebih rapi.

Cloud juga membantu saat perusahaan perlu melihat data lama. Petugas dapat mencari hasil ukur sesuai nama alat dan waktu baca. Karena itu, laporan tidak hanya bergantung pada catatan manual. Namun, data yang masuk tetap perlu dicek agar nilainya benar.

Cara Kerja Industrial IoT dengan Sistem Cloud

Industrial IoT bekerja melalui beberapa alat yang saling terhubung. Proses dimulai dari sensor yang membaca kondisi mesin. Setelah itu, data dikirim melalui jaringan menuju gateway dan cloud. Setiap bagian memiliki peran agar hasil ukur dapat sampai ke pengguna.

Sensor Membaca Data Mesin

Sensor bertugas membaca nilai dari mesin atau area kerja. Alat ini dapat membaca suhu, tekanan, tinggi air, atau daya listrik. Setelah nilai didapat, sensor mengirim data melalui jalur yang sesuai. Karena itu, jenis sensor harus dipilih berdasarkan kebutuhan kerja.

Sebagai contoh, gudang memakai sensor suhu untuk melihat kondisi ruang. Sensor membaca nilai sesuai jadwal yang telah diatur. Kemudian, data dikirim ke node agar dapat masuk ke jaringan. Dengan cara ini, petugas tidak perlu mencatat semua nilai secara manual.

LoRa Node Mengirim Data

LoRa Node membawa data dari sensor menuju gateway melalui sinyal radio. Karena itu, sistem tidak selalu membutuhkan kabel data yang panjang. Cara ini cocok untuk area dengan banyak titik sensor yang berjauhan.

Namun, sinyal LoRa tetap dipengaruhi oleh kondisi lokasi. Gedung, tembok, dan posisi antena dapat membuat sinyal melemah. Oleh sebab itu, tim perlu menguji jarak sebelum memasang semua alat.

Gateway Meneruskan Data ke Cloud

Gateway menerima hasil ukur dari LoRa Node yang sesuai. Setelah itu, data dapat dikirim melalui jaringan seluler atau Ethernet. Dengan cara ini, hasil ukur dari beberapa sensor dapat masuk ke sistem pusat.

Gateway juga menjadi jalur antara alat di lapangan dan layanan cloud. Namun, jenis node dan aturan data harus cocok agar hasil ukur dapat terbaca. Karena itu, uji kirim data perlu dilakukan sebelum sistem dipakai.

Cloud Menampilkan Hasil Ukur

Setelah data sampai ke cloud, petugas dapat melihat hasilnya melalui web atau aplikasi. Data dapat tampil dalam bentuk angka dan grafik agar mudah dibaca. Selain itu, layanan cloud dapat menyimpan data lama untuk bahan laporan.

Dengan adanya data tersebut, tim dapat melihat kondisi alat dari lokasi lain. Namun, akses jaringan tetap diperlukan agar hasil terbaru dapat masuk. Karena itu, kondisi internet juga perlu dicek secara rutin.

Fitur Penting pada Sistem Monitoring Cloud

Sistem cloud perlu menampilkan data secara jelas agar mudah dipakai. Selain itu, setiap petugas harus dapat mencari hasil ukur sesuai tugasnya. Berikut fitur yang membantu kerja tim di pabrik.

Tampilan Data dari Banyak Lokasi

Data dari beberapa sensor dapat tampil melalui satu layar. Dengan begitu, petugas tidak harus membuka setiap alat untuk melihat hasil ukur. Cara ini sangat berguna saat mesin berada pada ruang yang berbeda.

Selain itu, setiap titik sensor dapat diberi nama sesuai lokasi. Misalnya, sensor suhu ruang A memiliki nama yang berbeda dari ruang B. Nama yang jelas membantu tim mencari data tanpa salah memilih alat.

Grafik dan Riwayat Data

Grafik membantu petugas melihat nilai yang naik atau turun dari waktu ke waktu. Misalnya, suhu gudang dapat dilihat selama satu hari atau satu minggu. Dengan cara ini, perubahan kondisi ruang lebih mudah dikenali.

Selain itu, data lama dapat menjadi bahan saat membuat laporan. Namun, hasil ukur harus memiliki waktu baca yang tepat agar data tidak salah dipakai. Karena itu, jam dan tanggal pada sistem perlu diperiksa.

Alarm saat Nilai Melewati Batas

Setiap mesin memiliki batas kerja yang perlu dijaga. Jika hasil ukur melewati batas tersebut, sistem yang sesuai dapat memberi alarm. Setelah pesan masuk, petugas bisa mengecek alat yang terkait.

Sebagai contoh, suhu ruang simpan naik melebihi nilai yang telah diatur. Sistem lalu memberi tanda kepada petugas yang bertugas. Dengan begitu, tim dapat melihat lokasi yang perlu dicek lebih dulu. Namun, hasil alarm tetap perlu dilihat bersama kondisi nyata.

Akses Data untuk Tim Kerja

Dalam satu pabrik, beberapa tim dapat membutuhkan data yang sama. Misalnya, petugas gudang melihat suhu ruang, sedangkan tim rawat alat melihat status sensor. Karena itu, hak akses perlu diatur sesuai tugas masing-masing.

Dengan akses yang tepat, setiap tim dapat melihat data yang dibutuhkan. Selain itu, akun pengguna perlu dijaga agar data tidak dibuka oleh pihak yang tidak berhak. Cara ini membantu penggunaan cloud tetap aman.

Cellular LoRa Gateway S281 untuk Industrial IoT

Salah satu alat yang dapat mendukung Industrial IoT berbasis cloud adalah Cellular LoRa Gateway S281 dari Microthings. Gateway ini menerima hasil ukur dari LoRa Node lalu meneruskannya melalui jaringan yang tersedia. Dengan fungsi tersebut, S281 dapat menjadi jalur data antara sensor dan pusat pantau.

S281 memakai chip LoRa SX1278 dengan jarak kirim hingga sekitar 2 km pada kondisi yang mendukung. Karena itu, alat ini dapat membantu sistem yang memiliki sensor berjauhan. Namun, jarak nyata tetap perlu diuji karena bangunan dan posisi antena dapat memengaruhi sinyal.

Selain LoRa, S281 mendukung jaringan GSM, GPRS, 3G, 4G, dan Ethernet RJ45. Jalur ini memberi pilihan bagi lokasi yang memiliki LAN maupun jaringan seluler. Dengan begitu, data dapat dikirim melalui cara yang sesuai dengan kondisi lapangan.

S281 juga mendukung Modbus RTU dan Modbus TCP. Kedua protokol ini dapat membantu tukar data dengan PLC dan smart meter yang cocok. Namun, jenis port dan aturan data tetap perlu diperiksa sebelum alat dihubungkan.

Fitur Utama Cellular LoRa Gateway S281

S281 memiliki fitur untuk mendukung proses kirim data dari banyak sensor. Selain itu, alat ini memiliki fungsi alarm dan setelan jarak jauh. Fitur tersebut dapat membantu tim saat perlu melihat kondisi alat tanpa selalu datang ke lokasi.

LoRa untuk Area yang Luas

S281 memakai LoRa untuk menerima hasil ukur dari node yang sesuai. Jarak kirim dapat mencapai sekitar 2 km jika kondisi lokasi mendukung. Karena itu, alat ini dapat menjadi pilihan bagi pabrik yang memiliki banyak titik sensor.

Namun, posisi antena perlu dipilih dengan tepat. Tim juga perlu mengecek hambatan di sekitar lokasi agar sinyal dapat diterima dengan baik. Dengan uji awal, letak gateway dapat dipilih sesuai kondisi area.

Jaringan Seluler dan Ethernet

S281 mendukung jaringan seluler hingga 4G serta port Ethernet RJ45. Kedua jalur ini dapat dipakai untuk membawa data menuju pusat pantau. Jika LAN tersedia, tim dapat memakai Ethernet. Sementara itu, jaringan seluler dapat menjadi pilihan saat lokasi tidak memiliki LAN.

Dengan pilihan tersebut, sistem dapat dibuat sesuai kondisi kerja. Namun, sinyal dan akses internet tetap perlu diuji agar data dapat sampai dengan baik.

Modbus RTU dan Modbus TCP

S281 mendukung Modbus RTU dan Modbus TCP untuk proses tukar data. Fitur ini dapat digunakan bersama PLC atau smart meter yang cocok. Karena itu, gateway dapat menjadi bagian dari sistem yang memakai alat ukur industri.

Namun, setiap alat dapat memiliki cara sambung yang berbeda. Tim perlu mengecek jenis port dan aturan data sebelum alat dipasang. Setelah itu, lakukan uji untuk memastikan nilai yang diterima sudah benar.

Alarm dan Laporan SMS

S281 dapat mengirim alarm melalui SMS saat nilai tertentu melewati batas. Selain itu, alat ini mendukung laporan harian sesuai jadwal yang telah diatur. Pesan dapat dikirim ke hingga 10 nomor pengguna.

Dengan fitur tersebut, tim dapat menerima kabar tanpa harus selalu membuka layanan cloud. Namun, nomor tujuan dan nilai batas perlu diatur dengan benar. Cara ini membantu pesan sampai kepada petugas yang tepat.

Banyak Titik Ukur dan Cek Baterai

S281 mendukung hingga 99 titik ukur suhu dan kadar lembap sesuai data produk. Fitur ini berguna bagi area yang memakai banyak sensor yang cocok. Selain itu, gateway dapat melihat daya baterai pada node yang mendukung fitur tersebut.

Saat daya mulai lemah, tim dapat membuat jadwal cek baterai. Dengan begitu, risiko data berhenti masuk akibat baterai habis dapat dikurangi. Meski begitu, kondisi node tetap perlu dicek secara rutin.

Daya dan Setelan Jarak Jauh

S281 memakai daya masuk 9–36VDC dan memiliki fitur pelindung saat kabel daya terpasang terbalik. Alat ini juga memakai ARM Cortex-M4 serta sistem watchdog untuk membantu kerja perangkat. Selain itu, S281 mendukung setelan dan mulai ulang alat melalui SMS.

Dengan fitur tersebut, teknisi dapat menangani beberapa tugas dari lokasi lain. Namun, akses harus tetap dijaga agar aman. Tim juga perlu mengikuti panduan sebelum mengubah setelan alat.

Spesifikasi Cellular LoRa Gateway S281

Sebelum memilih gateway, tim perlu melihat data utama alat. Hal ini membantu pengguna menilai apakah S281 sesuai dengan sensor dan jaringan yang akan dipakai.

Bagian Detail Produk
Model S281
Chip LoRa SX1278
Jarak LoRa Hingga sekitar 2 km
Jaringan seluler GSM/GPRS/3G/4G
Port LAN Ethernet RJ45
Protokol Modbus RTU dan TCP
Prosesor ARM Cortex-M4
Daya masuk 9–36VDC
Alarm SMS
Nomor SMS Hingga 10 nomor
Titik suhu dan kadar lembap Hingga 99 titik
Cek baterai node Didukung
Setelan jarak jauh SMS
Watchdog Hardware dan software
Pelindung daya Salah sambung kutub daya

Data tersebut dapat menjadi acuan saat tim mulai membuat sistem. Namun, sensor dan node harus sesuai dengan gateway yang akan dipakai. Selain itu, jalur menuju cloud perlu diuji agar hasil ukur dapat tampil dengan benar.

Contoh Industrial IoT Berbasis Cloud pada Gudang

Sebuah pabrik memiliki tiga gudang dengan jenis barang yang berbeda. Setiap gudang perlu menjaga suhu agar tetap sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Namun, jarak antargudang membuat proses cek manual memakan waktu. Karena itu, tim ingin melihat suhu semua ruang melalui satu pusat pantau.

Langkah awal adalah memasang sensor suhu pada setiap gudang. Setelah itu, data dari sensor masuk ke LoRa Node yang cocok. Node lalu mengirim hasil ukur menuju gateway S281 melalui sinyal radio. Dengan cara ini, beberapa gudang dapat terhubung ke satu jalur data.

Gateway kemudian membawa hasil ukur menuju cloud melalui jaringan 4G atau Ethernet. Jika sistem telah terhubung dengan baik, petugas dapat melihat suhu setiap gudang melalui web. Selain itu, tiap sensor dapat diberi nama sesuai ruang agar data mudah dicari.

Jika suhu salah satu gudang naik melebihi batas, layanan yang sesuai dapat memberi alarm. Setelah pesan masuk, petugas bisa mengecek gudang tersebut lebih dulu. Dengan begitu, data membantu tim memilih lokasi yang perlu mendapat perhatian.

Data lama juga dapat menjadi bahan laporan jika cloud mendukung fitur riwayat. Misalnya, tim ingin melihat perubahan suhu selama satu minggu. Dengan adanya grafik, petugas dapat melihat kapan suhu mulai naik. Namun, kondisi ruang tetap perlu dicek agar hasil ukur dapat dipercaya.

Manfaat Industrial IoT Berbasis Cloud bagi Pabrik

Industrial IoT berbasis cloud dapat membantu tim melihat data dari banyak lokasi. Karena hasil ukur masuk ke satu sistem, petugas tidak perlu datang hanya untuk membaca angka. Selain itu, waktu kerja dapat dipakai untuk tugas lain yang lebih penting.

Cloud juga membantu saat tim perlu membuat laporan. Data lama dapat dilihat kembali sesuai nama alat dan waktu baca. Dengan begitu, petugas tidak harus mencari banyak catatan manual. Namun, hasil ukur tetap perlu diperiksa sebelum dipakai sebagai dasar kerja.

Manfaat lain adalah akses data bagi beberapa bagian dalam perusahaan. Tim gudang, petugas lapangan, dan bagian rawat alat dapat melihat data sesuai hak akses. Karena itu, mereka dapat memakai hasil ukur yang sama saat membahas kondisi mesin.

Selain itu, alarm dapat membantu petugas melihat masalah lebih awal. Jika ada nilai di luar batas, tim dapat menerima tanda melalui sistem yang sesuai. Setelah itu, petugas bisa mengecek alat yang terkait. Cara ini membantu proses kerja menjadi lebih terarah.

Hal yang Perlu Dicek Sebelum Memakai Monitoring Cloud

Sebelum memakai Industrial IoT, perusahaan perlu memilih data yang paling penting. Misalnya, suhu ruang, tekanan air, atau daya listrik. Setelah tujuan jelas, tim dapat memilih sensor dan node yang sesuai. Dengan cara ini, sistem dapat dibuat berdasarkan kebutuhan nyata.

Selanjutnya, tentukan letak gateway agar sinyal LoRa dapat diterima dengan baik. Jika memakai 4G, cek pula sinyal operator pada lokasi tersebut. Selain itu, pastikan sumber daya tersedia untuk gateway dan tiap node.

Setelah alat siap, lakukan uji kirim data menuju cloud. Pastikan nama sensor, waktu baca, dan nilai yang tampil sudah benar. Kemudian, uji batas alarm agar pesan sampai kepada petugas yang tepat.

Terakhir, buat jadwal cek sensor, node, serta jaringan. Walau data dapat dilihat dari lokasi lain, alat tetap perlu dirawat. Dengan cek rutin, tim dapat mengetahui kendala sebelum data berhenti masuk terlalu lama.

Industrial IoT dengan Microthings Platform

Selain gateway, sistem Industrial IoT membutuhkan layanan untuk melihat hasil ukur. Salah satu pilihan adalah Microthings Platform yang menyediakan layanan IoT dan cloud untuk kebutuhan industri. Melalui layanan ini, data dari sensor dan alat kerja dapat masuk ke satu pusat pantau setelah sistem terhubung dengan benar.

Microthings Platform mendukung akses melalui web dan aplikasi ponsel. Selain itu, layanan ini memiliki fitur grafik, riwayat data, laporan, dan alarm. Dengan cara ini, petugas dapat melihat hasil ukur dari lokasi lain tanpa selalu berada di pabrik.

Platform ini juga mendukung hak akses bagi pengguna. Karena itu, data dapat diatur sesuai tugas setiap bagian. Misalnya, tim gudang dapat melihat hasil ukur ruang simpan, sedangkan tim lain melihat alat yang menjadi tanggung jawabnya.

Namun, hubungan antara S281 dan cloud Microthings tetap perlu disiapkan lebih dulu. Jenis protokol, bentuk data, serta jalur internet harus saling cocok. Setelah itu, uji kirim data perlu dilakukan agar hasil ukur dapat tampil dengan benar.

Kesimpulan

Industrial IoT berbasis cloud membantu pabrik melihat hasil ukur dari banyak mesin melalui satu sistem. Melalui sensor, LoRa Node, gateway, dan cloud, data dapat dikirim dari lapangan menuju pusat pantau. Selain itu, grafik, riwayat data, dan alarm dapat membantu tim saat perlu mengecek kondisi alat. Dengan cara ini, tugas kerja menjadi lebih mudah diatur.

Salah satu alat yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah Cellular LoRa Gateway S281. Perangkat ini mendukung LoRa, jaringan seluler, Ethernet, Modbus, serta alarm SMS. Dengan sensor dan node yang cocok, S281 dapat membantu membawa data lapangan menuju layanan cloud.

Ingin membangun sistem monitoring berbasis cloud dengan Industrial IoT? Kunjungi Microthings.id untuk mengenal pilihan gateway, layanan cloud, dan solusi IoT bagi kebutuhan industri Anda.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SHOPPING CART

close