Industrial IoT membantu pabrik melihat kondisi alat kerja melalui satu sistem. Dengan cara ini, data dari sensor dapat masuk ke pusat pantau secara rutin. Tim pun dapat melihat suhu, daya listrik, dan status mesin dari satu layar. Karena itu, proses cek alat menjadi lebih mudah dan hemat waktu.
Di area pabrik, banyak alat bekerja setiap hari untuk menjaga proses produksi. Namun, letak alat yang jauh sering membuat petugas sulit melihat semua kondisi mesin. Jika ada nilai yang berubah, tim juga perlu waktu untuk mencari sumber masalah. Oleh sebab itu, sistem IoT dapat membantu petugas melihat data lebih cepat.
Daftar Isi :
Mengapa Alat Industri Perlu Dipantau?
Setiap mesin memiliki tugas penting dalam kegiatan pabrik. Jika satu alat berhenti, proses lain bisa ikut terganggu. Karena itu, petugas perlu tahu kondisi mesin saat alat bekerja. Data sensor dapat menjadi bahan awal untuk melihat hal tersebut.
Pada cara manual, tim harus datang ke tiap lokasi untuk membaca hasil ukur. Setelah itu, petugas mencatat nilai yang ada pada alat. Namun, cara ini cukup sulit saat jumlah mesin makin banyak. Selain itu, perubahan kondisi bisa terjadi sebelum jadwal cek berikutnya.
Industrial IoT membantu membawa hasil ukur menuju satu pusat pantau. Dengan begitu, tim dapat melihat data tanpa harus selalu berada di dekat mesin. Hasil ukur juga dapat menjadi bahan saat petugas perlu membuat laporan.
Data Penting untuk Melihat Kondisi Alat
Setiap alat memiliki nilai kerja yang berbeda. Karena itu, tim perlu memilih data sesuai jenis mesin. Beberapa hasil ukur juga dapat menjadi tanda saat alat perlu dicek.
Status Kerja Mesin
Status mesin membantu petugas tahu kapan alat hidup atau mati. Data ini dapat dibaca jika sensor atau sistem kontrol mendukungnya. Setelah itu, status dapat dikirim ke pusat pantau melalui jalur yang sesuai.
Dengan data tersebut, tim bisa melihat kapan mesin mulai dan berhenti bekerja. Selain itu, catatan lama dapat membantu petugas melihat waktu henti alat. Namun, waktu henti perlu dibedakan dari jeda kerja yang memang sudah masuk jadwal.
Suhu dan Tekanan
Suhu dan tekanan menjadi nilai penting pada banyak alat industri. Misalnya, suhu perlu dijaga pada ruang mesin, sedangkan tekanan penting pada jalur pompa. Karena itu, sensor dapat dipasang pada titik yang sesuai.
Jika nilai melewati batas kerja, petugas dapat segera melakukan cek. Namun, perubahan hasil ukur tidak selalu berarti mesin rusak. Tim tetap perlu melihat kondisi alat untuk mencari penyebabnya.
Daya Listrik
Data listrik membantu tim melihat beban yang dipakai mesin. Smart meter dapat membaca nilai listrik sesuai fitur alat tersebut. Kemudian, data dapat masuk ke pusat pantau melalui jalur yang cocok.
Dengan data ini, petugas bisa melihat kapan pemakaian daya naik atau turun. Selain itu, hasil ukur dapat menjadi bahan saat tim mencari cara kerja yang lebih hemat. Namun, nilai listrik perlu dilihat bersama beban kerja mesin.
Daya dan Sinyal Sensor
Sensor yang memakai jaringan radio perlu memiliki daya yang cukup. Jika baterai node habis, data dapat berhenti masuk ke pusat pantau. Karena itu, tim perlu mengecek daya node secara rutin.
Selain baterai, sinyal juga dapat memengaruhi proses kirim data. Jika data tidak masuk sesuai jadwal, petugas perlu mengecek jalur radio atau internet. Dengan begitu, tim dapat mencari penyebab masalah dengan lebih tepat.
Cara Kerja Industrial IoT untuk Pantau Alat
Industrial IoT memakai sensor, LoRa Node, gateway, dan cloud untuk membawa data. Setiap bagian memiliki tugas agar hasil ukur sampai ke pusat pantau. Karena itu, alat dan jaringan perlu saling cocok.
Sensor Membaca Hasil Ukur
Sensor membaca nilai dari mesin atau ruang kerja sesuai fungsinya. Sebagai contoh, sensor suhu membaca panas saat mesin bekerja. Setelah itu, hasil ukur masuk ke node yang sesuai agar dapat dikirim.
Dengan cara ini, petugas tidak perlu mencatat semua angka secara manual. Namun, sensor tetap perlu dicek agar hasilnya sesuai dengan kondisi nyata.
LoRa Node Membawa Data
LoRa Node dapat mengirim hasil ukur melalui sinyal radio. Karena itu, sensor tidak selalu perlu kabel data yang panjang menuju gateway. Cara ini cocok untuk area yang memiliki banyak titik sensor.
Namun, jarak kirim LoRa dapat berubah sesuai kondisi lokasi. Tembok, gedung, dan posisi antena bisa membuat sinyal melemah. Oleh sebab itu, uji jarak perlu dilakukan sebelum semua node dipasang.
Gateway Menerima dan Mengirim Data
Gateway menerima data dari LoRa Node yang cocok. Kemudian, hasil ukur dapat dibawa menuju pusat pantau melalui jaringan seluler atau Ethernet. Dengan begitu, banyak sensor dapat memakai satu jalur data.
Selain itu, gateway dapat membantu proses tukar data dengan alat lain yang sesuai. Namun, jenis port dan aturan data perlu dicek agar alat dapat saling terhubung.
Cloud Menampilkan Hasil Ukur
Cloud membantu tim melihat data melalui web atau aplikasi yang sesuai. Setelah hasil ukur masuk, data dapat tampil dalam bentuk angka atau grafik. Selain itu, data lama dapat tersimpan jika layanan memiliki fitur riwayat.
Dengan adanya data tersebut, tim dapat melihat perubahan kondisi alat dari hari ke hari. Namun, nama sensor dan waktu baca harus jelas agar hasil ukur tidak tertukar.
Membedakan Masalah Mesin dan Gangguan Jaringan
Tidak semua data yang hilang berarti mesin mengalami masalah. Ada kalanya sensor masih bekerja, tetapi sinyal radio sedang lemah. Karena itu, petugas perlu mengecek jalur data sebelum menilai kondisi mesin.
Sebagai contoh, suhu mesin terakhir tercatat normal, lalu data berhenti masuk. Dalam kondisi ini, tim perlu mengecek waktu data terakhir diterima. Setelah itu, petugas dapat memeriksa daya node dan sinyal menuju gateway.
Jika jaringan bekerja dengan baik tetapi nilai sensor tetap tidak masuk, sumber masalah perlu dicari pada alat lain. Namun, jika data sudah masuk dan nilainya berada di luar batas, tim dapat mulai mengecek kondisi mesin. Dengan cara ini, proses cek menjadi lebih terarah.
Peran Alarm dalam Sistem Industrial IoT
Alarm membantu tim tahu saat hasil ukur berada di luar batas kerja. Misalnya, suhu ruang mesin naik atau tekanan air turun terlalu jauh. Setelah pesan diterima, petugas dapat melihat data dan mengecek alat yang terkait. Karena itu, alarm dapat menjadi tanda awal untuk melakukan tindakan.
Namun, batas alarm harus sesuai dengan kondisi tiap mesin. Jika batas terlalu rendah, pesan bisa muncul terlalu sering. Sebaliknya, batas yang terlalu tinggi dapat membuat tanda masalah datang terlambat. Oleh sebab itu, nilai alarm perlu diuji sebelum sistem dipakai.
Selain nilai batas, petugas yang menerima pesan juga harus tahu tugasnya. Tim perlu memiliki cara kerja yang jelas sejak alarm masuk hingga alat selesai dicek. Dengan begitu, pesan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti.
Contoh Industrial IoT pada Sistem Pompa Air
Sebuah pabrik memiliki beberapa pompa air pada lokasi yang berbeda. Setiap pompa perlu bekerja sesuai batas tekanan yang telah ditetapkan. Namun, petugas tidak selalu berada di dekat semua alat. Karena itu, tim ingin melihat kondisi pompa melalui satu sistem.
Langkah awal adalah memasang sensor tekanan pada jalur air yang sesuai. Setelah nilai terbaca, data masuk ke LoRa Node yang cocok. Node kemudian mengirim hasil ukur menuju gateway melalui sinyal radio. Dengan cara ini, data dari banyak pompa dapat masuk ke satu jalur.
Gateway lalu membawa hasil ukur menuju pusat pantau melalui jaringan yang tersedia. Setelah sistem terhubung, tim dapat melihat data tiap pompa melalui layar. Selain itu, nama pompa dapat dibuat sesuai lokasi agar mudah dicari.
Jika tekanan salah satu pompa turun melewati batas, sistem dapat memberi alarm. Petugas lalu melihat data terakhir dan datang ke lokasi yang terkait. Setelah itu, tim melakukan cek untuk mencari penyebab perubahan nilai. Cara ini membantu tugas lapangan menjadi lebih jelas.
Cellular LoRa Gateway S281 untuk Industrial IoT
Salah satu alat yang dapat mendukung sistem ini adalah Cellular LoRa Gateway S281 dari Microthings. Gateway ini menerima data dari LoRa Node lalu membawanya menuju jaringan pusat. Karena itu, S281 dapat menjadi bagian dari sistem pantau pada area yang luas.
S281 memakai chip LoRa SX1278 dengan jarak kirim hingga sekitar 2 km pada kondisi yang baik. Fitur ini dapat membantu saat sensor berada pada lokasi yang berjauhan. Namun, jarak nyata tetap perlu diuji karena kondisi sekitar dapat memengaruhi sinyal.
Selain LoRa, S281 mendukung GSM, GPRS, 3G, 4G, dan Ethernet RJ45. Dengan pilihan tersebut, tim dapat memakai jalur data sesuai lokasi kerja. Jika LAN tidak tersedia, jaringan seluler dapat menjadi pilihan selama sinyal operator mendukung.
Gateway ini juga mendukung Modbus RTU dan Modbus TCP. Kedua protokol tersebut dapat membantu tukar data dengan PLC dan smart meter yang cocok. Namun, jenis port dan aturan data harus sesuai sebelum alat disambung.
Fitur Utama Cellular LoRa Gateway S281
S281 memiliki beberapa fitur yang dapat membantu kerja sensor di lapangan. Selain membawa hasil ukur, alat ini juga mendukung alarm dan cek kondisi node. Berikut fitur yang perlu diketahui.
LoRa hingga 2 km
S281 memakai LoRa untuk menerima data dari node yang sesuai. Jarak kirim dapat mencapai sekitar 2 km pada kondisi yang mendukung. Dengan begitu, alat ini dapat dipakai pada area yang memiliki banyak titik sensor.
Namun, posisi antena tetap perlu dipilih dengan baik. Uji sinyal membantu tim menentukan letak gateway agar data dapat diterima.
Jaringan Seluler dan Ethernet
S281 mendukung jaringan seluler hingga 4G serta port Ethernet RJ45. Kedua jalur ini dapat dipilih sesuai kondisi lokasi. Jika LAN tersedia, Ethernet dapat menjadi pilihan untuk membawa data.
Sementara itu, jaringan seluler cocok untuk area tanpa LAN. Namun, akses jaringan perlu diuji agar hasil ukur dapat sampai ke pusat pantau.
Dukungan Modbus
S281 mendukung Modbus RTU dan Modbus TCP untuk tukar data. Fitur ini berguna jika sistem memakai PLC atau smart meter yang sesuai. Dengan cara ini, data dari alat industri dapat menjadi bagian dari sistem IoT.
Namun, tiap alat dapat memiliki aturan data yang berbeda. Karena itu, tim perlu mengecek jenis port dan cara sambung sebelum sistem dipakai.
Alarm dan Laporan SMS
S281 dapat mengirim alarm melalui SMS saat nilai tertentu melewati batas. Selain itu, gateway mendukung laporan harian sesuai jadwal yang diatur. Pesan dapat dikirim ke hingga 10 nomor pengguna.
Dengan fitur ini, petugas dapat menerima kabar tanpa selalu melihat layar pantau. Namun, nomor tujuan dan batas alarm harus diatur dengan benar agar pesan sampai kepada tim yang tepat.
Cek Baterai dan Banyak Titik Ukur
S281 mendukung hingga 99 titik ukur suhu dan kelembapan sesuai data produk. Fitur ini berguna bagi area yang memiliki banyak sensor yang cocok. Selain itu, gateway dapat melihat level baterai pada node yang mendukung fitur tersebut.
Saat daya mulai rendah, tim dapat membuat jadwal cek baterai. Dengan begitu, risiko data berhenti masuk akibat daya habis dapat dikurangi.
Daya dan Akses Jarak Jauh
S281 memakai daya masuk 9–36VDC serta memiliki pelindung saat kabel daya terpasang terbalik. Selain itu, gateway memakai prosesor ARM Cortex-M4 dan sistem watchdog. Fitur tersebut membantu mendukung kerja alat di lapangan.
S281 juga mendukung setelan dan mulai ulang melalui SMS. Karena itu, teknisi dapat menangani tugas tertentu dari lokasi lain. Namun, akses jarak jauh tetap perlu dijaga agar aman.
Spesifikasi Cellular LoRa Gateway S281
Sebelum memilih gateway, tim perlu melihat data utama alat. Dengan data tersebut, pengguna dapat menilai apakah S281 sesuai dengan sensor dan jaringan yang akan dipakai.
| Bagian | Detail Produk |
|---|---|
| Model | S281 |
| Chip LoRa | SX1278 |
| Jarak LoRa | Hingga sekitar 2 km |
| Jaringan seluler | GSM/GPRS/3G/4G |
| Port LAN | Ethernet RJ45 |
| Protokol | Modbus RTU dan Modbus TCP |
| Prosesor | ARM Cortex-M4 |
| Daya masuk | 9–36VDC |
| Alarm | SMS |
| Nomor SMS | Hingga 10 nomor |
| Titik suhu dan kelembapan | Hingga 99 titik |
| Cek baterai node | Didukung |
| Setelan jarak jauh | SMS |
| Watchdog | Hardware dan software |
Data tersebut dapat menjadi acuan awal saat tim membuat sistem Industrial IoT. Namun, sensor dan LoRa Node harus sesuai dengan gateway. Selain itu, jalur data menuju pusat pantau tetap perlu diuji.
Cara Membuat Sistem Pantau Lebih Mudah Dipakai
Sebelum memakai Industrial IoT, tim perlu memilih alat yang paling penting untuk dicek. Misalnya, pompa air, panel listrik, atau mesin pada ruang kerja. Setelah itu, tentukan data yang perlu dibaca dari tiap alat. Cara ini membantu tim memilih sensor sesuai kebutuhan.
Selanjutnya, beri nama pada setiap titik agar data mudah dicari. Nama alat dapat memakai lokasi dan fungsi, seperti Pompa A atau Panel B. Dengan begitu, petugas dapat tahu asal data tanpa harus datang ke lokasi.
Setelah alat terpasang, lakukan uji kirim data menuju pusat pantau. Tim perlu melihat apakah hasil ukur masuk sesuai jadwal. Selain itu, alarm perlu diuji agar pesan sampai kepada petugas yang tepat.
Terakhir, buat jadwal cek sensor, node, dan gateway. Walau data sudah bisa dilihat dari lokasi lain, alat tetap perlu dirawat. Dengan cek rutin, tim dapat melihat kendala sebelum data berhenti masuk terlalu lama.
Industrial IoT dengan Microthings Platform
Selain gateway, sistem Industrial IoT memerlukan layanan untuk melihat data. Salah satu pilihan adalah Microthings Platform yang menyediakan layanan IoT dan cloud. Melalui layanan yang sesuai, hasil ukur dari banyak alat dapat masuk ke satu pusat pantau.
Microthings Platform mendukung akses melalui web dan aplikasi ponsel. Selain itu, layanan ini memiliki fitur grafik, riwayat data, laporan, dan alarm sesuai sistem yang dipakai. Dengan cara ini, tim dapat melihat kondisi alat dari lokasi lain.
Data yang masuk juga dapat membantu petugas melihat alat yang tidak lagi mengirim hasil ukur. Jika layanan telah diatur untuk memberi tanda, tim dapat mengetahui kapan data terakhir diterima. Setelah itu, petugas bisa mengecek daya dan jalur jaringan.
Namun, hubungan antara S281 dan cloud Microthings perlu disiapkan lebih dulu. Jenis protokol, bentuk data, dan jalur internet harus saling cocok. Karena itu, uji kirim data perlu dilakukan sebelum sistem digunakan secara penuh.
Kesimpulan
Industrial IoT membantu pabrik melihat kondisi alat melalui satu pusat pantau. Dengan sensor, LoRa Node, gateway, dan cloud, hasil ukur dari banyak lokasi dapat masuk ke satu sistem. Selain itu, data status, alarm, dan riwayat hasil ukur dapat membantu petugas saat perlu mengecek alat.
Salah satu perangkat yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah Cellular LoRa Gateway S281. Gateway ini mendukung LoRa, jaringan seluler, Ethernet, Modbus, dan alarm SMS. Dengan sensor serta node yang sesuai, S281 dapat membantu membawa data dari lapangan menuju pusat pantau.
Ingin memantau alat industri melalui satu sistem? Kunjungi Microthings.id untuk melihat pilihan gateway, layanan cloud, dan solusi IoT yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
