Dark Light

Integrasi Teknologi LoRa dan Industrial IoT dalam Monitoring Leave a comment

Industrial IoT membantu pabrik melihat data dari banyak sensor melalui satu sistem. Salah satu teknologi yang dapat dipakai adalah LoRa, yang membawa data lewat sinyal radio. Dengan cara ini, hasil ukur dari area yang luas dapat dikirim tanpa kabel data yang panjang. Selain itu, tim dapat melihat kondisi alat dari ruang kerja.

Saat ini, banyak sensor berada jauh dari pusat kontrol. Namun, tidak semua lokasi mudah dijangkau oleh kabel data. Karena itu, LoRa dapat menjadi pilihan untuk membawa hasil ukur menuju gateway. Setelah data diterima, gateway dapat mengirimnya ke cloud agar lebih mudah dilihat.

Mengenal LoRa dan Industrial IoT

LoRa adalah teknologi radio yang dapat membawa data dalam jarak cukup jauh. Teknologi ini cocok untuk hasil ukur yang berukuran kecil, seperti suhu, tekanan, dan tinggi air. Karena itu, LoRa dapat dipakai pada area yang memiliki banyak titik sensor.

Sementara itu, Industrial IoT membuat data dari berbagai alat dapat masuk ke satu sistem. Data tersebut lalu dapat dilihat melalui layar atau web yang sesuai. Dengan begitu, petugas lebih mudah melihat kondisi alat tanpa harus datang ke tiap titik.

LoRa dan Industrial IoT memiliki tugas yang saling terkait. LoRa membawa data dari lapangan, sedangkan sistem IoT membantu tim melihat dan memakai data tersebut. Namun, sensor, node, dan gateway harus cocok agar hasil ukur dapat sampai dengan benar.

Mengapa LoRa Cocok untuk Area Industri?

Pabrik sering memiliki banyak alat pada lokasi yang berbeda. Ada sensor di ruang mesin, gudang, dan area luar. Jika semua alat memakai kabel data, jalur yang dibuat bisa cukup panjang. Karena itu, LoRa dapat membantu mengurangi kabel menuju pusat pantau.

Selain itu, LoRa cocok untuk sensor yang perlu mengirim hasil ukur secara rutin. Data dapat bergerak dari node menuju gateway melalui sinyal radio. Dengan cara ini, tim memiliki pilihan lain untuk membuat jaringan pada area yang luas.

Namun, jarak kirim tetap memiliki batas. Gedung, tembok, dan posisi antena dapat membuat sinyal melemah. Oleh sebab itu, tim perlu menguji jaringan sebelum semua alat mulai dipakai.

Cara Kerja LoRa dalam Sistem Industrial IoT

Industrial IoT dapat memakai sensor, LoRa Node, gateway, dan cloud untuk membawa hasil ukur. Proses dimulai saat sensor membaca nilai dari alat yang sedang bekerja. Setelah itu, data bergerak melalui jaringan hingga sampai ke pusat pantau.

Sensor Membaca Kondisi Alat

Sensor menjadi sumber data dalam sistem IoT. Alat ini dapat membaca suhu, tekanan, tinggi air, atau nilai listrik sesuai jenisnya. Setelah nilai terbaca, sensor mengirim hasil ukur menuju node yang cocok.

Misalnya, sebuah gudang memakai sensor suhu untuk melihat kondisi ruang. Sensor membaca nilai sesuai waktu yang telah diatur. Lalu, data tersebut masuk ke node agar dapat dikirim menuju gateway.

LoRa Node Membawa Data

LoRa Node menerima hasil ukur dari sensor yang telah terhubung. Kemudian, node mengirim data menuju gateway melalui sinyal radio. Dengan cara ini, sensor tidak perlu memakai kabel data panjang ke ruang kontrol.

Namun, node tetap perlu daya agar dapat bekerja. Jika memakai baterai, tim perlu membuat jadwal cek daya. Selain itu, posisi antena harus dipilih agar sinyal dapat sampai ke gateway.

Gateway Meneruskan Data

Gateway menerima data dari LoRa Node yang sesuai. Setelah itu, data dapat dikirim melalui jaringan seluler atau Ethernet. Dengan begitu, hasil ukur dari banyak titik dapat masuk ke satu jalur pusat.

Gateway juga dapat membantu sistem bertukar data dengan alat lain. Namun, jenis port dan aturan data perlu cocok. Karena itu, tim harus menguji semua jalur sebelum sistem mulai dipakai.

Cloud Menampilkan Hasil Ukur

Cloud dapat menjadi tempat untuk melihat data dari banyak sensor. Setelah data masuk, tim dapat membaca nilai melalui layar atau web. Selain itu, layanan yang sesuai dapat menampilkan grafik dan menyimpan data lama.

Dengan riwayat data, petugas dapat melihat nilai yang naik atau turun. Namun, setiap titik perlu memiliki nama dan waktu baca yang jelas. Cara ini membantu tim agar tidak salah melihat data.

Hal Penting dalam Menggabungkan LoRa dan Industrial IoT

Sistem yang baik tidak hanya bergantung pada jarak sinyal. Sensor, node, gateway, dan cloud juga harus dapat saling bertukar data. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum alat dipasang.

Memilih Node yang Sesuai

Setiap sensor dapat memiliki cara kirim data yang berbeda. Karena itu, node harus mampu membaca hasil ukur dari sensor yang dipakai. Selain itu, node perlu cocok dengan gateway dan aturan jaringan LoRa.

Walau dua alat sama-sama memakai LoRa, keduanya belum tentu langsung dapat terhubung. Tim perlu mengecek cara kirim dan bentuk data sebelum membuat jaringan.

Mengatur Jarak dan Posisi Alat

Letak node dan gateway dapat memberi dampak pada hasil kirim data. Jika terlalu banyak hambatan, sinyal dapat menjadi lemah. Karena itu, posisi antena perlu dipilih sesuai kondisi area.

Selain jarak, tim perlu melihat sumber daya pada tiap titik. Jika node memakai baterai, daya harus cukup untuk jadwal kirim yang telah dibuat. Dengan cara ini, sistem dapat lebih mudah dirawat.

Menentukan Waktu Kirim Data

Tidak semua sensor perlu mengirim data setiap saat. Misalnya, suhu gudang dapat dibaca secara berkala sesuai kebutuhan kerja. Dengan jadwal yang tepat, data dapat dikirim tanpa membuat node bekerja lebih sering dari yang perlu.

Namun, LoRa tidak cocok untuk semua tugas. Sistem kontrol mesin yang perlu respons sangat cepat sebaiknya memakai jalur kontrol lokal yang sesuai. Karena itu, LoRa lebih tepat dipilih untuk data pantau dengan kebutuhan waktu kirim yang cocok.

Cellular LoRa Gateway S281 untuk Industrial IoT

Salah satu alat yang dapat mendukung sistem ini adalah Cellular LoRa Gateway S281 dari Microthings. Gateway ini menerima data dari LoRa Node lalu meneruskannya melalui jaringan yang tersedia. Dengan fungsi tersebut, S281 dapat membantu pabrik yang memiliki sensor pada banyak titik.

S281 memakai chip LoRa SX1278 dengan jarak kirim hingga sekitar 2 km pada kondisi yang baik. Fitur ini dapat membantu saat node berada cukup jauh dari ruang kontrol. Namun, jarak nyata tetap perlu diuji karena kondisi lokasi dapat membuat sinyal berubah.

Selain LoRa, S281 mendukung GSM, GPRS, 3G, 4G, dan Ethernet RJ45. Pilihan ini memberi cara untuk membawa data dari gateway menuju sistem pusat. Dengan begitu, pengguna dapat memilih jalur sesuai jaringan yang ada di lokasi.

Fitur Utama Cellular LoRa Gateway S281

S281 memiliki beberapa fitur untuk membantu proses kirim data dan cek alat. Selain jalur radio, gateway ini mendukung Modbus, alarm SMS, dan cek daya node. Fitur tersebut dapat membantu tim saat mengelola banyak sensor.

LoRa untuk Area yang Luas

S281 dapat menerima data dari LoRa Node yang sesuai dalam jarak hingga sekitar 2 km. Karena itu, alat ini dapat menjadi pilihan untuk area dengan titik sensor berjauhan. Namun, posisi antena dan hambatan perlu diuji agar data dapat diterima dengan baik.

Jaringan 4G dan Ethernet

S281 mendukung jaringan seluler hingga 4G dan port Ethernet RJ45. Jika lokasi memiliki LAN, Ethernet dapat digunakan untuk membawa data. Sementara itu, jaringan seluler dapat menjadi pilihan saat LAN tidak tersedia. Kedua jalur perlu diuji agar data sampai ke tujuan.

Dukungan Modbus RTU dan TCP

S281 mendukung Modbus RTU dan Modbus TCP untuk tukar data dengan alat yang cocok. Sebagai contoh, PLC dan smart meter dapat menjadi bagian dari sistem yang memakai protokol tersebut. Namun, tim perlu mengecek port dan aturan data sebelum alat disambung.

Alarm dan Laporan SMS

S281 dapat mengirim alarm melalui SMS saat nilai tertentu melewati batas yang telah diatur. Selain itu, alat ini mendukung laporan harian sesuai jadwal. Pesan dapat dikirim ke hingga 10 nomor pengguna. Dengan fitur ini, tim dapat menerima kabar penting tanpa harus selalu membuka layar pantau.

Banyak Titik Ukur dan Cek Baterai

S281 mendukung hingga 99 titik ukur suhu dan kelembapan pada susunan sistem yang sesuai. Selain itu, gateway dapat melihat level baterai pada node yang mendukung fitur tersebut. Dengan begitu, petugas dapat tahu kapan daya mulai rendah dan perlu dicek.

Daya dan Setelan Jarak Jauh

S281 memakai daya masuk 9–36VDC dan memiliki pelindung saat kutub daya terpasang terbalik. Selain itu, gateway memakai ARM Cortex-M4 serta sistem watchdog untuk membantu kerja alat. S281 juga mendukung setelan dan mulai ulang melalui SMS, tetapi akses tersebut perlu dijaga agar aman.

Spesifikasi Cellular LoRa Gateway S281

Sebelum memilih gateway, tim perlu melihat data utama produk. Hal ini penting agar alat yang dipakai sesuai dengan sensor, node, dan jaringan di lapangan.

Bagian Detail Produk
Model S281
Chip LoRa SX1278
Jarak LoRa Hingga sekitar 2 km
Jaringan seluler GSM/GPRS/3G/4G
Port LAN Ethernet RJ45
Protokol Modbus RTU dan TCP
Prosesor ARM Cortex-M4
Daya masuk 9–36VDC
Alarm SMS
Nomor tujuan Hingga 10 nomor
Titik suhu dan kelembapan Hingga 99 titik
Cek baterai node Didukung
Setelan jarak jauh SMS
Watchdog Perangkat keras dan lunak
Pelindung daya Salah sambung kutub daya

Data tersebut dapat menjadi acuan awal saat memilih alat. Namun, LoRa Node dan sensor harus cocok dengan gateway yang dipakai. Selain itu, jalur data menuju cloud tetap perlu diuji.

Contoh LoRa dan Industrial IoT pada Gudang Pabrik

Sebuah pabrik memiliki tiga gudang dengan jarak yang cukup jauh. Setiap ruang perlu dijaga suhunya agar kondisi barang tetap baik. Namun, petugas harus datang ke tiap gudang untuk membaca hasil ukur. Karena itu, tim ingin melihat data semua ruang melalui satu layar.

Langkah awal adalah memasang sensor suhu pada tiap gudang. Setelah itu, sensor mengirim nilai ke LoRa Node yang sesuai. Node lalu membawa data menuju gateway S281 melalui sinyal radio. Dengan cara ini, hasil ukur dari tiga ruang dapat memakai satu jalur pusat.

Gateway kemudian membawa data melalui jaringan 4G atau Ethernet. Jika sistem telah terhubung dengan baik, tim dapat melihat suhu semua gudang melalui cloud. Selain itu, setiap sensor dapat diberi nama sesuai lokasi agar data tidak tertukar.

Jika suhu salah satu ruang melewati batas, sistem yang sesuai dapat memberi alarm. Setelah pesan diterima, petugas dapat mengecek gudang tersebut. Dengan begitu, data membantu tim memilih lokasi yang perlu mendapat perhatian.

Manfaat LoRa dan Industrial IoT bagi Pabrik

LoRa membantu mengurangi kabel data dari sensor menuju gateway. Karena itu, sistem dapat menjadi pilihan bagi area yang memiliki banyak titik ukur. Selain itu, jumlah sensor dapat ditambah secara bertahap sesuai batas jaringan.

Industrial IoT juga membantu tim melihat data dari satu tempat. Dengan adanya pusat pantau, petugas tidak perlu datang hanya untuk membaca angka. Data lama dapat menjadi bahan laporan jika sistem memiliki fitur riwayat.

Manfaat lain adalah adanya tanda awal saat kondisi alat berubah. Misalnya, suhu ruang naik atau tinggi air mulai turun. Setelah data masuk, petugas dapat melihat hasil ukur dan melakukan cek. Namun, hasil sensor tetap perlu dinilai bersama kondisi nyata di lapangan.

Cara Memulai Sistem LoRa dan Industrial IoT

Sebelum memasang alat, perusahaan perlu menentukan data yang ingin dibaca. Misalnya, suhu, tekanan, atau tinggi air. Setelah tujuan jelas, tim dapat memilih sensor dan node yang sesuai. Cara ini membantu sistem dibuat sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, tentukan posisi gateway agar sinyal LoRa dapat diterima dengan baik. Tim perlu mengecek jarak dan hambatan pada tiap lokasi. Jika memakai 4G, sinyal operator juga perlu diuji.

Setelah semua alat siap, lakukan uji kirim data menuju pusat pantau. Pastikan nama sensor, waktu baca, dan hasil ukur sudah benar. Selain itu, uji alarm agar pesan sampai kepada petugas yang tepat.

Terakhir, buat jadwal cek sensor, baterai, node, dan gateway. Walau data dapat dilihat dari lokasi lain, alat tetap perlu dirawat. Dengan cek rutin, tim dapat tahu lebih awal saat ada masalah pada jaringan.

Industrial IoT dengan Microthings Platform

Selain gateway, sistem Industrial IoT memerlukan layanan untuk melihat data. Salah satu pilihan adalah Microthings Platform yang menyediakan solusi IoT dan layanan cloud. Dengan layanan yang sesuai, data dari banyak sensor dapat masuk ke satu pusat pantau.

Melalui cloud yang telah disiapkan, hasil ukur dapat tampil dalam bentuk angka dan grafik. Selain itu, data lama dapat menjadi bahan laporan jika fitur riwayat tersedia. Dengan cara ini, petugas dapat melihat kondisi alat dari lokasi lain.

Namun, koneksi antara S281 dan layanan cloud perlu diuji lebih dulu. Jenis protokol, bentuk data, dan jalur internet harus saling cocok. Setelah itu, hasil ukur perlu dicek agar nilai yang tampil sesuai dengan data sensor.

Kesimpulan

Industrial IoT dan LoRa dapat bekerja bersama untuk membawa data sensor menuju pusat pantau. LoRa mengirim data melalui sinyal radio, lalu gateway meneruskannya lewat jaringan yang tersedia. Dengan cara ini, petugas dapat melihat kondisi alat dari banyak titik tanpa kabel data yang panjang.

Salah satu perangkat yang dapat membantu proses tersebut adalah Cellular LoRa Gateway S281. Alat ini mendukung LoRa, jaringan seluler, Ethernet, Modbus, serta alarm SMS. Dengan sensor dan node yang cocok, S281 dapat menjadi bagian dari sistem pantau di area industri.

Ingin membangun sistem monitoring berbasis LoRa dan Industrial IoT? Kunjungi Microthings.id untuk melihat gateway, layanan cloud, dan solusi IoT yang sesuai dengan kebutuhan pabrik Anda.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SHOPPING CART

close